Pasangan Kamu Borderline Personality Disorder? Bertahan? Bertahan dengan pasangan yang mengidap BPD. (Foto: Unsplash/Nathan Mcbride)

KONFLIK tentu tidak bisa dihindari dalam kehidupan kita. Entah itu dalam kehidupan profesional, pertemanan, atau percintaan. Terutama dalam hubungan dengan pasangan, pastinya pernah terjadi perdebatan sengit di antar kalian berdua.

Bagimana jadinya kalau ternyata pasangan kita memiliki gangguan mental Borderline Personality Disorder atau BPD. Di mana mood pasanganmu sering berubah-ubah dan menunjukkan perilaku-perilaku yang impulsif.

Baca Juga:

Empat Hal yang Hilang Saat Kepergian Orang Tersayang

Sayang sih, tapi kalau emosionalnya sering tidak terkontrol lama-lama bisa capek juga bukan? Mungkin selama bersama orang yang mengidap BPD kamu akan merasakan roller coaster perasaan yang tidak ada ujungnya. Dilansir dari Psychologytoday.com, ada beberapa cara nih buat kamu bisa bertahan dari roller coaster emosional dan tidak putus asa sama hubunganmu.

1. Tulus mendengar

relasi
Menjadi pasangan yang tulus untuk mendengar. (Foto: Unsplash/Nathan Dumlao)


Orang dengan gangguan mental BPD memiliki perasaan yang sangat sensitif. Bahkan akan muncul ketika mereka merasa ditolak atau ditinggalkan. Sehingga membutuhkan tenaga lebih untuk memahami apa yang sedang mereka alami. Hanya dengan tulus mendengarkan apa yang mereka rasakan hal itu sangat membantu untuk menenangkan mereka.

2. Klarifikasikan perasaan

relasi
Memastikan apa yang sedang mereka rasakan. (Foto: Unsplash/Shelby Deeter)


Tidak harus ikut merasakan apa yang mereka rasakan, jurus yang paling ampuh untuk mengkalrifikasi apa yang sedang dirasakan. Jangan paksakan kalau kamu mendukung atau bahkan setuju dengan perasaan mereka. Namun, cukup katakan bahwa kamu mengerti mereka sedang kesal karena suatu hal. Jadi tidak perlu berpura-pura bahwa kamu juga merasakan apa yang mereka rasakan.

Baca Juga:

Kenapa Sih Kamu Harus Cepat Melupakan Mantan?

3. Inner child

relasi
Melihat inner child yang dialami pasangan. (Foto: Unsplash/Pablo Merchan Montes)


Saat seseorang mengalami BPD, kebanyakan hal ini terjadi karena adanya trauma yang dalam. Beberapa hal terjadi karena luka batin yang mereka alami. Sehingga ketika kamu bertengkar, kamu sedang berhadapan dengan seseorang yang sering memiliki inner child dalam dirinya. Seperti bereaksi dan memiliki sisi kekanak-kanakan. Bisa jadi kebutuhan yang mereka debatkan adalah sebuah masalah dari masa lalu yang mereka bawa.

4. Batasan

relasi
Tetapkan batasan yang tegas, tapi tetap menjadi penyayang. (Foto: Unsplash/Elizabeth Tsung)


Tidak ada yang mengatakan bahwa kamu harus menjadi pasangan yang tunduk dan penurut. Kamu juga tidak perlu menjadi orang yang menanggung beban dalam hubungan. Sehingga kamu membutuhkan batasan yang sehat dan empati yang besar. Seperti menjadi seseorang yang penyayang, tetapi juga tegas di sisi lain. Jadi mungkin kamu bisa mengatakan bahwa kamu mengerti apa yang dia rasakan. Tapi tidak bisa mentoleransi jika terjadi sesuatu hal yang tidak mengenakan. Bisa juga dengan percakapan dewasa yang logis.

5. Hormati diri sendiri

relasi
Lepaskan rasa tanggung jawab bahwa kamu adalah penyelamat mereka. (Foto: Unsplash/Giulia Bertelli)


Pada akhirnya harus diingat bahwa kamu bukan penyelamat dia. Jangan menyalahkan diri kamu sendiri bila tidak bisa membantu pasanganmu. Orang yang mengidap BPD bukanlah monster jahat, dia bisa berubah. Sehingga berikan kasih sayang yang tulus dan juga lepaskan rasa tanggung jawab untuk menjadi penyelamatnya.

Meski tidak mudah, menjadi pasangan dari seorang BPD bisa menjadi salah satu obat yang ampun untuk mengobati gangguan mental yang dia alami. (ren)

Baca Juga:

Usia Berapakah Manusia Mencapai Puncak Ketidakbahagiaan?


Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH