Pasang Cover "Jokowi Pinokio", Majalah Tempo Dilaporkan Relawan Jokowi ke Dewan Pers Kelompok Relawan Jokowi Mania, Imanuel Ebenezer mengadukan majalah Tempo ke Dewan karena memasang gambar Jokowi dengan hidung panjang layaknya ponokio di cover majalahnya. Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Kelompok Relawan Jokowi Mania, Imanuel Ebenezer mengadukan majalah Tempo ke Dewan karena memasang gambar Jokowi dengan hidung panjang layaknya ponokio di cover majalahnya.

Pinokio merupakan tokoh dongeng yang yang jika berbohong, hidungnya memanjang. Ebenezer mengatakan, cover itu mengartikan presiden Jokowi tidak berpihak terhadap pemberantasan korupsi.

Baca Juga

Jokowi Ingatkan Agus Rahardjo Cs Posisi KPK: Bijaklah dalam Bernegara!

"Gambar pinokio itu penghinaan terhadap simbol negara," kata Ebenezer kepada wartawan di Kantor Dewan Pers, Senin (16/9).

Ia mengatakan, cover dan beberapa konten berita seakan Jokowi tidak berpihak terhadap pemberantasan korupsi. Ebenezer mengatakan, cover ini cenderung menjadi alat propaganda.

"Seakan-akan ingin melemahkan KPK. Enggak. Dari mana pelemahannya. Mereka memframing sekan Jokowi pembohong. Ini kan bahaya bahaya untuk pendidikan rakyat," imbuh dia.

Cover majalah Tempo

"Ini tidak baik. bahwa kami mendukung kebrbasan pers. Harus dipahami Jokowi tak anti kritik dan tetep berpihak terhadap pemberantasan korupsi," terang Ebenzer.

Emanuel meminta Tempo untuk menarik edisi majalah ini kedua dan mengklarifikasi. "Bahwa Tempo itu punya kaidah jurnalistik bukan alat propaganda itu harus dipahami.

Baca Juga

Ketua KPK Jilid 1 Ingatkan Jokowi Pesan Para Senior

Sementara, di tempat yang sama, Redaktur Eksekutif Tempo Setri Yasra mengapresiasi perhatian publik kepada majalah berjudul “Janji tinggal Janji” itu.

"Sesuai amanat uu no 40/1999, majalah Tempo memberikan perhatian pada dinamika dalam masyarakat perihal revisi UU KPK. Cover tempo merupakan metafora atas dinamika tadi. Yakni tudingan sejumlah pegiat anti korupsi bahwa presiden ingkar janji dalam penguatan KPK. Tempo telah memuat penjelasan dalam presiden dalam bentuk wawancara," ungkap Setri.

Ia menjelaskan, Tempo tidak pernah menghina kepala negara sebagaimana dituduhkan. "Tempo tidak menggambarkan presiden sebagai pinokio. Yang tergambar adalah bayangan pinokio," imbuh Setri.

Baca Juga

Presiden Jokowi Justru Langgar Konstitusi Jika Terima Mandat Kelola KPK

Setri meyakini Jokowi memahami peran jurnalisme di dalam masyarakat dan menganggap kritik sebagai bagian penting dalam pemeritahannya.

Anggota Dewan Pers Hassanein Rais aduan ini akan dibahas internal.

"Inshallah minggu depan kami akan lakukan mrdiasi hasil bagaimana situasi tergantung nanti dari Temponnya gimana," tutup Hassanein. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH