Partai Pro Prabowo Merapat ke Jokowi, Fahri: Biar Mereka Diam di Parlemen Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah. (Antaranews)

MerahPutih.com - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengingatkan Presiden terpilih Joko Widodo agar tidak menarik partai bekas Koalisi Indonesia Adil Makmur bergabung dalam koalisi pendukung pemerintah. Menurut Fahri, menarik pihak lawan hanya strategi Jokowi untuk membungkam suara di DPR.

“Kepada Pak Jokowi saya minta agar tidak ‘menarik-narik’ partai pro-Prabowo agar mereka diam di parlemen," kata Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (5/7).

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah. (Instagram/@fahrihamzah)
Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah. (Instagram/@fahrihamzah)

Inisiator Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) ini menyarankan agar para parpol bekas pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tetap berada di luar pemerintah. Dia menegaskan upaya rekonsiliasi tidak berarti partai bekas pendukung paslon 02 itu menjadi bagian dari pemerintah.

BACA JUGA: Koalisi Indonesia Adil Makmur Resmi Berakhir, Ini Tiga Hal yang Disampaikan Prabowo

“Enggak usah berpikiran bisa membuat DPR itu suruh diem gitu, dengan cara ditarik beberapa orang jadi menteri, enggak usah, itu salah konsepsi," ujar Fahri.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menolak dengan tegas jika partai oposisi pindah haluan hanya untuk mendapatkan kursi menteri. Dia pun mempertanyakan kepentingan sejumlah partai termasuk Gerindra yang disebut-sebut bakal bergabung dengan kubu pemerintah.

“Jika hanya bertujuan mendapatkan kursi menteri, hal itu tidak ada gunanya. Apa gunanya (pindah)? Memang bisa dapat apa? Katakanlah kayak Gerindra sekarang mau dapat menteri apa, sih? Terus itu kemudian menjadi hebat, nggak ada,” tegas Fahri.

Menurut Fahri, sepatutnya pihak yang kalah tetap berada di oposisi dan pihak yang menang fokus menjalankan pemerintahan dengan baik.

Jokowi-Ma'ruf Amin. Foto: ANTARA

BACA JUGA: Golkar Khawatirkan Dampak Politis Bergabungnya Eks Koalisi Prabowo-Sandi ke Jokowi

"Sudahlah, final saja kalau dalam konstelasi ini. Di satu sisi Pak Jokowi dan kawan-kawan mantap lah jadi eksekutif. Nggak usah mikirin DPR dan nggak usah memikirkan akan membuat DPR itu suruh diam dengan cara ditarik beberapa orang jadi menteri,” pungkasnya. (Pon)

Kredit : ponco

Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH