Partai Politik Diminta Segera Bersikap Soal RUU HIP Aksi PA 212 di depan DPR/MPR, Rabu (24/6). (Foto: MP/Kanugrahan)

Merahputih.com - Pengamat politik President University, Muhammad A.S Hikam meminta partai politik segera mengambil sikap cepat untuk mengantisipasi dinamika yang berkembang mengarah ke sentimen negatif terkait aksi penolakan RUU HIP yang dilakukan sejumlah ormas di depan Gedung DPR/MPR, Kamis (25/6).

“Karena jika demo-demo ini berlarut dan menghambat konsolidasi demokrasi maka keduanya pun harus ikut bertanggungjawab kepada rakyat," ujar Hikam dalam keterangannya, Jumat (26/6).\

Baca Juga:

Tolak RUU HIP, Ini 8 Tuntutan PA 212

"Karena mereka juga yang memulai dengan ide pengusulan RUU HIP dan proses pembuatannya yang kontroversial tersebut,” tutupnya.

RUU HIP adalah inisiatif DPR. Sementara sikap pemerintah pusat sudah disampaikan yakni menyerahkan kembali ke DPR untuk dikaji ulang dan dilakukan partisipasi publik lebih luas lagi agar tidak memunculkan polemik yang lebih besar.

Aksi PA 212 di depan DPR/MPR, Rabu (24/6). (Foto: MP/Kanugrahan)

Di sisi lain, aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh elemen atasnama Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK NKRI) juga tidak mengindahkan physical distancing sebagai salah satu bagian dari protokol kesehatan.

Hikam memandang bahwa jika ormas-ormas sipil tersebut masih pro dengan demokrasi, seharusnya tidak terjebak oleh framing kelompok tersebut.

“Organisiasi-organisasi dalam masyarakat sipil Indonesia yang konsisten mendukung demokratisasi seharusnya tak terjebak oleh manuver-manuver politik yang justru berpotensi memberantakkan proses konsolidasi demokrasi itu sendiri,” ucapnya.

Baca Juga:

Massa Aksi 212 di Depan Gedung DPR Tak Indahkan Protokol Kesehatan COVID-19

Hikam pun menyarankan agar organisasi masyarakat sipil yang masih waras untuk mempertimbangkan lagi keberadaan mereka dalam agenda aksi tersebut.

“Saya kira kelompok-kelompok masyarakat sipil pendukung demokratisasi di negeri ini perlu mengkritisi dan mengambil jarak dari mereka yang berdemo dengan motif politis anti pemerintahan Presiden Jokowi yang tak melakukan pelanggaran konstitusional,” tutur mantan Menteri di era Presiden keempat Abdurahman Wahid ini. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Aksi Heroik Ibu Rumah Tangga Selamatkan Nyawa Pilot Jet Tempur TNI
Indonesia
Aksi Heroik Ibu Rumah Tangga Selamatkan Nyawa Pilot Jet Tempur TNI

Belum habis dari syoknya, Eti melihat seseorang melayang di udara menggunakan parasut berteriak minta tolong.

Libur Panjang, Penumpang Terminal Tirtonadi Solo Naik 20 Persen
Indonesia
Libur Panjang, Penumpang Terminal Tirtonadi Solo Naik 20 Persen

Peningkatan jumlah penumpang mulai terasa pada Rabu (28/10).

 Mensos Beri Santunan untuk Keluarga Korban Banjir Cipinang Melayu
Indonesia
Mensos Beri Santunan untuk Keluarga Korban Banjir Cipinang Melayu

Seusai melihat kondisi pengungsi, Juliari menemui ahli waris dari Siti Hawa (72). Setelah itu, dia memberikan santunan berupa uang sebesar Rp 15 juta kepada ahli waris Siti Hawa.

Ratusan Calon Perwira Polri Positif COVID-19
Indonesia
Ratusan Calon Perwira Polri Positif COVID-19

Akan dilakukan uji SWAB pada mereka

22 RT Terendam Banjir, Pemprov DKI Buat Pos Pengungsian di Kembangan Utara
Indonesia
22 RT Terendam Banjir, Pemprov DKI Buat Pos Pengungsian di Kembangan Utara

Pengungsian itu untuk menampung warga di kawasan Kembangan Utara karena musibah bencana banjir.

Saat Pledoi, Terdakwa Jiwasraya Sebut Aksinya Diketahui Banyak Pihak
Indonesia
Saat Pledoi, Terdakwa Jiwasraya Sebut Aksinya Diketahui Banyak Pihak

Manipulasi laporan keuangan dilakukan dengan menampilkan laporan keuangan yang selalu sehat

Polresta Surakarta Tangkap 2 Pelaku Penyerangan Acara Midodareni
Indonesia
Polresta Surakarta Tangkap 2 Pelaku Penyerangan Acara Midodareni

Kedua pelaku yang diamankan berinisial BD dan HD ditahan di Mapolresta Surakarta.

JHL Group Salurkan Bantuan 20 Ton Beras ke Polda Metro Jaya
Indonesia
JHL Group Salurkan Bantuan 20 Ton Beras ke Polda Metro Jaya

Ini adalah partisipasi yang luar biasa dari JHL Group dan patut dicontoh bagi semua masyarakat

Warga DKI Diminta tak Khawatir Kepulangan WNI dari Natuna
Indonesia
Warga DKI Diminta tak Khawatir Kepulangan WNI dari Natuna

Dari data awal ada 16 di antaranya merupakan warga DKI Jakarta.