Partai Pendukung Prabowo-Sandi Perlahan 'Nyebrang', Kubu Jokowi Pertanyakan Rekam Jejaknya Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Hasto Kristiyanto. (Foto: merahputih.com/Fadli)

Merahputih.com - Tim Kampanye Nasional (TKN) membenarkan bahwa saat ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka koalisi terbuka pasca pemilihan Presiden (pilpres).

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa tidak semua partai politik diajak untuk melakukan koalisi terbuka.

“Ya tentu saja kita harus melihat koalisi ini bukan sekadar bergabung, tetapi rekam jejaknya kemudian komitmen untuk mengawal jalan kerakyatan, dan kemudian rekam jejak,” ujar Hasto kepada wartawan di Jakarta, Rabu (1/4).

Menurut Hasto, TKN menghargai pihak-pihak yang telah bekerja keras untuk mendukung capres petahana. Akan tetapi, dirinya menyebut harus diketahui garis perbedaan antara langkah dialog dan langkah koalisi.

Sekjen PDIP tersebut juga memaparkan langkah dialog ialah keharusan setiap pihak untuk memperkuat silaturahmi. Sedangkan langkah koalisi harus dibicarakan lebih dalam dengan pihak yang akan terlibat dalam pemerintahan.

“Kalau langkah koalisi tentu harus dibicarakan bersama antara Jokowi-Ma’ruf dan seluruh ketua parpol, itu langkah koalisi,” jelas Hasto.

 Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (MP/Budi Lentera)
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (MP/Budi Lentera)

Tanpa segan Hasto menjelaskan bahwa upaya koalisi terbuka pasca pemilihan presiden 2019 untuk mengamankan kebijakan pemerintah di era Jokowi-Ma’ruf Amin di parlemen. “Jadi kita ingin membangun konfigurasi pemerintah yang kuat dan efektif di mana MPR juga mengemban tugas yang sangat penting,” ujar Hasto.

Kendati TKN membenarkan soal pertemuan Ketua Umum (Ketum) PAN Zulkifli Hassan dengan Jokowi di Istana Negara beberapa waktu lalu membahas kemungkinan buka peluang koalisi. Namun, TKN mengaku tidak akan memaksakan pihak PAN.

“Apakah nanti ada rekomposisi dari pimpinan dewan dan MPR sesuai dengan konfigurasi politik politik yang baru. Di mana Koalisi Indonesia Kerja (KIK) mendapatkan 60,7 persen kursi di DPR, itu nanti akan dilakukan proses penjajakan dialog,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP itu.

Lebih lanjut, Hasto menyebut yang terpenting dari pertemuan antara Jokowi dan pihak PAN merupakan hal yang positif. “Semua untuk komitmen membangun Indonesia yang satu, Indonesia yang maju,” pungkasnya. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH