Partai Masyumi Dideklarasikan, Mahfud MD: Bukan Partai Terlarang Menko Polhukam Mahfud MD. (ANTARA/HO-Humas Kemenko Polhukam)

MerahPutih.com - Sejumlah tokoh Islam dan deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) mendeklarasikan kembali Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) pada Sabtu (7/11).

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menanggapi kehadiran Partai Masyumi setelah vakum 60 tahun dari kancah perpolitikan Indonesia.

"Ada yang mendeklarasikan pendirian Partai Masyumi. Apa boleh? Tentu saja boleh. Sebab dulu Masyumi bukan partai terlarang, melainkan partai yang diminta bubar oleh Bung Karno," kata Mahfud dalam pernyataannya di akun Twitter miliknya, @mahfudmd, Minggu (8/11)

Baca Juga

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sumatera

Menurut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu, Partai Masyumi berbeda dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang dinyatakan terlarang oleh pemerintah melalui TAP MPRS No. XXV tahun 1966.

"Beda dengan PKI yang jelas-jelas dinyatakan sebagai partai terlarang. Bagi Masyumi yang penting memenuhi syarat dan verifikasi faktual," tegasnya.

Namun demikian, kata Mahfud, jika nanti ada Masyumi lagi tentu tak ada kaitan organisatoris dengan Masyumi yang dulu didirikan oleh Mohammad Natsir dan kawan-kawan.

Dalam deklarasi tersebut, terdapat 30 anggota Majelis Syuro Partai Masyumi di antaranya Abdullah Hehamahua, Ahmad Cholil Ridwan, Abdul Manan, Adnin Arnas, Abbas Toha, Ahmad Yani, Alfian Tandjung, Askodar, Adifa Toha, Bachtiar Natsir, Farid Ahmad Okbah, Fuad Amsari dan Gunarto Muhsin.

Baca Juga

SP3 Kasus Habib Rizieq Bisa Dianulir Demi Kepentingan Masyarakat

Selain itu terdapat nama Habib Muchsin Alatas Haradah, Hasan Basri, AM Sofyan, Khoirul Anam, Masri Sitanggang, MS Kaban, Jel Fethullah, Nur Chaniago, Sahar El Hasan, Sudarto Hadi, Taufik Hidayat, Taufik Rahman, Muhammad Sidiq, PB Masar Jafar, Ulil Amri Safrie Wan Abubakar, Zaenal Muttaqin. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jika Tak Puas, Novel Baswedan Diminta Lakukan Banding
Indonesia
Jika Tak Puas, Novel Baswedan Diminta Lakukan Banding

Novel adalah orang yang sangat paham dengan hukum. Dia juga aktif di lembaga hukum.

DPR Tidak Perlu Bahas RUU Minuman Beralkohol
Indonesia
DPR Tidak Perlu Bahas RUU Minuman Beralkohol

Pendekatan pelarangan minuman beralkohol dapat memberi dampak negatif untuk peradilan pidana di Indonesia.

Sudah Daftar Kartu Prakerja? Semoga Beruntung Mulai Besok Sering-Sering Cek HP!
Indonesia
Sudah Daftar Kartu Prakerja? Semoga Beruntung Mulai Besok Sering-Sering Cek HP!

Pelatihan kartu PraKerja hangus kalau 30 hari tidak digunakan.

Sekelompok Warga Nongkrong di Jalanan Dibubarkan Polisi dan Tentara
Indonesia
Sekelompok Warga Nongkrong di Jalanan Dibubarkan Polisi dan Tentara

Aparat gabungan TNI dan Polisi menggelar patroli untuk mencegah penularan virus corona (COVID-19) di kawasan Jakarta.

PPP Minta DPR Akomodasi Pandangan Ormas Keagamaan dalam RUU HIP
Indonesia
PPP Minta DPR Akomodasi Pandangan Ormas Keagamaan dalam RUU HIP

Semua respons itu menunjukkan bahwa umat Islam ingin menjaga Pancasila sebagai dasar, idiologi dan falsafah negara yang sudah disepakati pada saat NKRI ini didirikan.

Mahfud Minta Polri Transparan Usut Kasus Brigjen Prasetijo
Indonesia
Mahfud Minta Polri Transparan Usut Kasus Brigjen Prasetijo

"Kita tunggu aja tindakan dari Polri,” kata Mahfud

Aktivis Ravio Patra Ditangkap Polisi Setelah Akun WhatsAppnya Diduga Diretas
Indonesia
Aktivis Ravio Patra Ditangkap Polisi Setelah Akun WhatsAppnya Diduga Diretas

Ravio diketahui sempat mengkritik Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar

Kader PDIP Solo Belot Dukung Gibran, FX Rudy: Mereka Pengurus Tidak Aktif, Biarin Saja
Indonesia
Kader PDIP Solo Belot Dukung Gibran, FX Rudy: Mereka Pengurus Tidak Aktif, Biarin Saja

Katanya, orang-orang mendukung putra sulung Presiden Jokowi tersebut tidak tercantum dalam kepengurusan struktur DPC PDIP Solo.

Raffi Ahmad Cs Bebas dari Jeratan Hukum
Indonesia
Raffi Ahmad Cs Bebas dari Jeratan Hukum

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menjelaskan, alasan perkara ini hentikan karena tidak ditemukan adanya pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan oleh Raffi Ahmad dan kawan-kawan.

Polisi Tetapkan Reza Artamevia Tersangka Kasus Narkoba
Indonesia
Polisi Tetapkan Reza Artamevia Tersangka Kasus Narkoba

"Sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus