Partai Golkar Tidak Bisa Menghargai Kadernya Bendera Golkar. Foto: Ist

MerahPutih.com - Pengamat politik dari Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago menilai aspek meritokrasi atau menghargai kader tidak berjalan baik di tubuh Partai Golkar seiring keputusannya mendukung Ridwal Kamil dalam Pilgub Jawa Barat.

"Dialektika meritokrasi di Golkar tidak berjalan dengan baik, di mana fatsun menghargai dan memprioritaskan kader potensial internal sendiri yang punya cerita sukses atau prestisius di Jawa Barat tidak dilakukan," ujar Pangi di Jakarta, Sabtu (11/11).

Partai Golkar sudah resmi mengusung Wali Kota Bandung Ridwan Kamil untuk maju sebagai calon gubernur di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018 mendatang, meskipun Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi juga menyatakan akan maju.

Pangi mengatakan keputusan ini bisa saja memantik perpecahan di tubuh partai berlambang pohon beringin tersebut, disebabkan perbedaan kehendak atau aspirasi suara akar rumput (grassroot) antara pengurus pusat (DPP Golkar) dengan pengurus DPD Golkar Jawa Barat.

Menurutnya, kasus dan pengalaman yang sama bukan tidak mungkin bisa kembali terulang seperti konflik antara pengurus pusat PDIP dengan pengurus di Jakarta saat di Pilgub DKI 2017.

Kala itu di internal PDIP ada perbedaan dukungan suara akar rumput yang menginginkan kader sendiri maju seperti Boy Sadikin atau Djarot sebagai cagub. Akhirnya Boy Sadikin kemudian memutuskan keluar PDIP dan mendukung Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

"Memang dalam terminologi politik ada istilah lokomotif efek, yakni parpol bakal mengusung calon yang bakal terpilih atau punya kans lebih besar untuk menang. Namun Golkar juga jangan sampai kualat, tidak menghargai kadernya sendiri untuk bertarung dan nampak tak percaya diri," ujar Pangi seperti dikutip Antara.

Dia menekankan, Golkar boleh saja berhitung secara politik di atas kertas. Namun jangan sampai terjadi preseden buruk dan tertanam pikiran negatif di kalangan kader sendiri.

"Jangan sampai muncul pemikiran, 'untuk apa capek-capek berpikir dan kerja keras berdarah-darah membesarkan partai. Bahkan sekelas Ketua DPD Jabar saja, tidak dihargai partainya sendiri'. Ini sangat miris," ujar Pangi.



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH