Partai Besutan Amien Rais Berpeluang Gantikan PAN di Parlemen Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais memimpin acara deklarasi partai di Yogyakarta, Kamis (29/4). Foto: ANTARA/Genta Tenri Mawangi

MerahPutih.com - Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga menilai Partai Ummat yang digawangi Amien Rais berpeluang lolos ke Senayan dan mengguli Partai Amanat Nasional (PAN) di Pileg 2024.

"Kehadiran Partai Ummat memang memberi harapan bagi pendukungnya. Partai ini belum dideklaraaikan saja elektabilitasnya sudah muncul di beberapa lembaga survei," kata Jamiluddin Ritonga, Senin (3/5).

Baca Juga

Politisi PAN Sindir Nuansa Oligarki di Partai Besutan Amien Rais

Berbeda halnya dengan PAN, kata dia, hasil survei beberapa lembaga survei pada tahun ini justru menunjukkan elektabilitasnya terus menurun.

"Ada kemungkinan, turunnya elektabilitas PAN disebabkan pendukungnya banyak yang nyeberang ke Partai Ummat," ujarnya.

Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi saat ditemui di kompleks kediaman Amien Rais, Sleman, DIY, Kamis (29-4-2021). ANTARA/Luqman Hakim
Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi saat ditemui di kompleks kediaman Amien Rais, Sleman, DIY, Kamis (29-4-2021). ANTARA/Luqman Hakim

Menurut dia, kemungkinan besar pendukung PAN yang nyeberang ke Partai Ummat didominasi oleh kader Muhammadiyah.

"Suka tidak suka, eksistensi PAN selama ini karena mendapat dukungan dari kader Muhammadiyah," imbuhnya.

Dengan kehadiran Partai Ummat, lanjut Jamaluddin, dikhawatirkan kader Muhammadiyah meninggalkan PAN. Penyebabnya, kader Muhammadiyah lebih mengidolakan Amien Rais ketimbang Zulkifli Hasan yang sekarang menjadi Ketum PAN.

"Karena itu, logis kiranya kalau nantinya kader Muhammadiyah berduyun-duyun ke Partai Ummat. Kalau itu terjadi, tentu peluang Partai Ummat masuk Senayan akan semakin besar. Sebab, kader Muhammdiyah jumlahnya cukup signifikan untuk mengantar Partai Ummat ke Senayan," tutup dia. (Pon)

Baca Juga

Amien Rais Dirikan Partai Ummat, Ketua DPD PAN Solo tak Halangi Kader yang Mau Gabung

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 2,2 Juta Orang Masuk Jakarta Saat Larangan Mudik
Indonesia
2,2 Juta Orang Masuk Jakarta Saat Larangan Mudik

Menhub Budi Karya Sumadi minta masyarakat melakukan tes Rapid Antigen mandiri guna mengantisipasi penumpukan penumpang usai mudik lebaran.

Lebih dari 500 Pemudik di Jakarta Pusat Belum Tes COVID-19
Indonesia
Lebih dari 500 Pemudik di Jakarta Pusat Belum Tes COVID-19

Tapi sayangnya, lebih dari 500 warga yang sudah balik tersebut belum melaksakan tes COVID-19 baik swab test maupun tes antigen.

Soal Rencana Kenaikan Tarif KRL, Begini Penjelasan Kemenhub
Indonesia
Soal Rencana Kenaikan Tarif KRL, Begini Penjelasan Kemenhub

Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati mengatakan, penyesuaian tarif tersebut masih dalam pengkajian oleh pemerintah.

UMKM Diminta Segara Urus Nomor Induk Berusaha Lewat Ponsel
Indonesia
UMKM Diminta Segara Urus Nomor Induk Berusaha Lewat Ponsel

Pemerintah memberikan dukungan khusus bagi pelaku UMK dengan skala usaha rendah, berupa pemberian perizinan tunggal.

Polda dan Polres Harus Seragam Saat Terima Perkara UU ITE
Indonesia
Polda dan Polres Harus Seragam Saat Terima Perkara UU ITE

Kapolri sudah memerintahkan pembentukan virtual police, yang nantinya, menegur orang yang diduga pelanggar UU ITE dan menjelaskan potensi pelanggaran pasal di UU ITE sebelum memproses terduga pelanggar.

Pemda DIY Kenalkan Gudeg dan Tarian Keraton di Dubai World Expo 2020
Indonesia
Pemda DIY Kenalkan Gudeg dan Tarian Keraton di Dubai World Expo 2020

Repertoar tari yang dibawakan pun merupakan tarian tradisional terbaik

Polda Tangkap Empat Pelaku Pemalsuan Surat Hasil Swab dan Vaksin
Indonesia
Polda Tangkap Empat Pelaku Pemalsuan Surat Hasil Swab dan Vaksin

Direktorat Reserse Kriminal Umum mengungkap kasus pemalsuan surat hasil Swab Antigen, PCR hingga surat keterangan vaksinasi dengan menangkap empat orang tersangka.

Perpanjangan PPKM Tanpa Target Bukti Pemerintah tak Akuntabel
Indonesia
Perpanjangan PPKM Tanpa Target Bukti Pemerintah tak Akuntabel

Menurutnya perpanjangan PPKM tanpa target dan indikator keberhasilan menunjukan Pemerintah tidak punya program penanggulangan pandemi yang jelas dan terukur (akuntabel).

Kepercayaan Publik Merosot, KPK Janji Introspeksi Diri
Indonesia
Kepercayaan Publik Merosot, KPK Janji Introspeksi Diri

Hasil survei tersebut menjadi masukan yang penting bagi KPK dalam memperbaiki kinerja ke depan.

[Hoaks atau Fakta]: Seorang Kakek Dibui Karena Tolak Disuntik Vaksin
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Seorang Kakek Dibui Karena Tolak Disuntik Vaksin

Video yang sama diunggah ke YouTube oleh akun Storyful Rights Management pada 6 Januari 2021 dengan judul “Police Arrest Elderly Man as Julian Assange is Denied Bail in London”.ideo yang sama diunggah ke YouTube oleh akun Storyful Rights Management pada 6 Januari 2021 dengan judul “Police Arrest Elderly Man as Julian Assange is Denied Bail in London”.