Parental Burnout, Kenali Tanda Keresahan Orangtua Kenali tanda permulaan parental burnout (Foto: Pexels/emma Bauso)

KEHIDUPAN menjadi orangtua berbeda dengan hidup saat masa lajang. Banyak tanggung jawab yang harus dipenuhi, serta menjaga sang buah hati. Belum terbiasa menjaga anak kecil, membuat rasa jenuh serta tekanan lebih besar. Efek yang akan terjadi adalah parental burnout.

Itu adalah kondisi yang dirasakan orang tua saat mengalami rasa stres berkepanjangan. Tidak termasuk kondisi langka, namun harus segera diatasi agar tidak memberikan efek buruk pada lingkungannya termasuk anak.


Baca Juga:

Tugas Ribet itu Bernama Menjadi Orangtua


Seperti yang dikabarkan dari laman alodokter, diperkirakan sekitar 30% orang tua mengalaminya. Meski begitu, banyak dari orang tua yang tidak menyadarinya dan hanya menganggap hal ini layaknya stres biasa.


1. Waktu istirahat

waktu istirahat
Kenali waktu istirahat anak, sehingga dapat pula beristirahat. (Foto: Pexels/Pixabay)


Memiliki beragam tanggung jawab, orangtua harus mengoptimalkan waktu istirahat. Perhatikan kesehatan mental dan fisik untuk jaga kebugaran tubuh. Cobalah untuk menyesuaikan dengan jam tidur si kecil. Cara lainnya, bisa dengan mengajak si kecil beraktivitas bersama orangtua. Biasanya, melakukan kegiatan yang disukai bisa mengembalikan kesegaran tubuh. Selain itu, efektif mengurangi beban pikiran. Perlunya melakukan quality time bersama keluarga seperti makan bersama, bisa di rumah atau restoran kesukaanmu.

2. Terlihat baik-baik saja

terlihat baik baik saja
Jangan rengut waktu bermainnya dengan segudang aktivitas. (Foto: Pixabay/vborodinova)


Harus diakui bahwa merawat anak tak melulu menyenangkan, ada masanya orangtua mengalami kesulitan mengatur si kecil. Tak ada orangtua dan anak yang terlahir sempurna, setiap perannya memiliki proses belajar berbeda-beda. Membuat anak menjadi pintar seolah harga mati. Padahal bukan begitu juga! Jangan rengut waktu bermain anak-anak. Kalau anak-anak tidak memberikan hasil yang diharapkan malah membuat orangtua stres. Penyakit yang sebenarnya diciptakan oleh orangtua sendiri.


Baca Juga:

Tipe-Tipe Orangtua Zaman Now, Kamu Termasuk yang Mana Nih?


3. Marah pada anak

marah pada anak
Hati-hati anak yang dimarahi terus-menerus membuatnya tidak nyaman. (Foto: Pexels/Noelle Otto)

Dikatakan tergolong parental burnout ditandai dengan kebiasaan melampiaskan emosi kepada si kecil atau keluarga. Orangtua mengalami kegelisahan berkepanjangan hingga menimbulkan rasa tidak nyaman jika bersama si kecil. Untuk itu, mulailah dengan berpikir positif dan mensyukuri segala hal kecil hingga kejadian luar biasa. Rasa jenuh atau burnout bisa dikurangi seiring berjalan waktu dengan melakukan aktivitas merangsang pikiran.


4. Jaga jarak

jaga jarak
Selalu menemani anak, bukan menjauh. (Foto: Pexels/Pixabay)


Perasaan tak nyaman bisa mendorong keinginan menjauh hingga melarikan diri. Dorongan negatif ini memengaruhi kualitas hubunganmu dengan keluarga. Kerenggangan hubungan antar keluarga bisa berdampak pada perpisahaan. Orangtua yang menjaga jarak dengan anak bisa memperburuk keadaan. Lakukan aktivitas bersama seperti makan malam bersama, bercerita, piknik atau jalan-jalan tiap akhir pekan.

Meski tanda permulaan parental burnout sulit dikenali dan diatasi, kamu harus memupuk kepekaan dalam diri sendiri. Jika terlihat meresahkan, segeralah berkonsultasi dengan psikolog atau dokter yang tepat. (Dys)

Baca Juga:

Orangtua, Libatkan Si Kecil Ketika Melakukan 5 Kegiatan Ini



Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH