hiburan-gaya-hidup-singlepost-banner-1
Para Selebriti ini Kembali Diringkus Polisi
hiburan-gaya-hidup-singlepost-banner-2
hiburan-gaya-hidup-mobile-singlepost-banner-7

MerahPutih Celeb- Tertangkapnya Fariz RM di rumahnya kawasan Bintaro Jakarta Selatan pada senin (6/1/2015 ) dini hari karena kasus narkoba mengejutkan banyak kalangan. Fariz ditangkap oleh tim Sat Narkoba Polres Jakarta Selatan saat tengah bermain gitar sambil menghisap ganja.

Dalam penangkapan yang berlangsung pada senin dini hari tersebut Polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa satu paket Psikotropika jenis heroin yang ditemukan di saku celana Fariz, ganja, beberapa alat hisap sabu, bong, alumunium foil dan korek api

Selain itu hasil pemeriksaan tes urin yang dilakukan oleh Polres Jakarta Selatan pun menunjukan bahwa pelantun tembang 'Sakura' ini terbukti secara positf mengkonsumsi 3 jenis narkoba yaitu ganja, sabu-sabu serta heroin.

Pencipta lagu Barcelona ini sebelumnya pernah ditangkap karena kedapatan memiliki 1,5 linting ganja seberat 5 gram pada 28 Oktober 2007. Fariz ditangkap ketika naik taksi bersama seorang teman perempuannya. Akibat perbutannya tersebut Fariz harus dibui selama delapan bulan. Kemudian ia menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Melia, Cibubur, Jakarta Timur.

Dari data dan penelusuran MerahPutih.com tak hanya Fariz RM yang dua kali tersandung kasus narkoba. Berikut kisah sejumlah artis dan selebriti tanah air yang pernah ditangkap lebih dari sekali oleh pihak kepolisian karena kedapatan menggunakan narkoba.

1. Ibra Azhari

Tahun 2003 merupakan tahun kelam bagi artis yang bernama asli Ibrahim Salahuddin ini. Adik kandung Artis Ayu Azhari ini tertangkap basah oleh pihak kepolisian karena kedapatan memiliki 8,5 gram kokain, 16,7 gram sabu-sabu dan 230 butir ekstasi. Ibra divonis oleh pengadilan dengan hukuman 15 tahun penjara dan menjalani hukuman di Lembaga Permasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur. Ibra kemudian bebas pada tahun 2009.

Saat mendekam di penjara tak lantas membuat Ibra berhenti ngedrugs, Agustus 2005, di selnya, kamar 1 bilik 2A, ditemukan sembilan paket shabu-shabu dan sebuah alat hisap. Melalui tes urine, saudara kandung Ayu, Sarah dan Rahma Azhari itu dinyatakan positif menggunakan shabu-shabu. Ibra pun dipindahkan ke Nusakambangan.

Pada 23 Agustus 2010 lagi-lagi Ibra harus berusan dengan pihak kepolisian karena kasus narkoba. Kali ini Polres Jakarta Barat mengamankan Ibra bersama dengan istrinya yang bernama Merry Triana setelah kepergok memiliki narkoba. Penangkapan berawal ketika polisi mendapat informasi bahwa ada pengiriman shabu lewat ekspedisi dari Jakarta Barat dengan tujuan Bali.

Namun berkat kejelian Polisi akhirnya terungkap bahwa Ibralah yang membawa shabu seberat 5 gram itu. Pihak kepolisian pun melakukan pemantauan terhadap Ibra dari Jakarta. Saat Ibra hendak mengambil paket narkoba tersebut di Bali, Ibra langsung dibekuk.

Dari hasil pemeriksaan kepolisian Ibra mengakui dirinya memesan 5 gram narkoba jenis sabu-sabu lewat telepon dari seorang pria berinisial 'W' yang pernah jadi rekan Ibra saat mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang.

Akibat peerbuatanya tersebut Ibra dijatuhi hukuman enam tahun penjara dan denda sebesar Rp800 juta dalam sidang putusan kasus narkotika yang melibatkan dirinya di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Jakarta, Rabu 6 April 2011. Pengadilan juga mengganjar hukuman penjara kepada Merry Triana, istri Ibra dengan hukuman empat tahun penjara serta denda Rp 800 juta.

2. Roy Marten


Aktor Senior ini juga sempat tersandung kasus narkotika hingga dua kali. Yang pertama terjadi pada 2 Februari 2006. Saat itu Roy ditangkap sekitar pukul 16.00, oleh aparat kepolisian, karena membawa narkoba jenis 'Sabu-Sabu' seberat 3 gram, di sebuah rumah di kawasan Ulujami, Jakarta Selatan. Karena kasus itu, Roy harus mendekam selama sembilan bulan penjara.

Setelah mendapat remisi, Roy Marten pun dapat menghirup udara bebas pada 1 Oktober 2006. Saat itu Roy mengaku kapok dengan narkoba. Tak hanya itu Roy pun aktif dalam berbagai kegiatan penyuluhan pencegahan narkoba. Badan Narkotika Nasional (BNN) pun kerap mengundang Roy sebagai pembicara kampanye anti narkoba.

Tak lama berselang, pada 13 November 2007 ayah Gading Marten ini kembali diciduk Polisi dengan kasus yang sama, penyalah gunaan narkoba. Ironisnya, beberapa hari sebelum tertangkap, Roy baru saja usai memberikan testimoni pada sebuah acara yang digelar BNN, yakni penandatangan kesepakatan MoU antara BNN dengan sebuah harian di Surabaya. Acara tersebut berlangsung di Ruang Semanggi lantai V Graha Pena Jalan Ahmad yani 88 Surabaya.

Roy diringkus pihak Polwiltabes Surabaya saat pesta sabu-sabu di Hotel Novotel, Ngagel Surabaya. Saat itu Roy Marteen kedapatan memiliki 1,5 ons sabu-sabu, tiga alat penghisap (bong), korek api, alumunium foil, dan sedotan. Akibat perbuatannya tersebut, Roy harus mendekam di penjara selama 9 bulan serta denda sebesar Rp 10 juta subsider tiga bulan kurungan. Sedangkan teman-teman Roy yang ditangkap pada waktu yang sama, masing-masing mendapat hukuman bervariasi antara satu hingga lima tahun penjara.


3. Revaldo

Bintang Sinetron 'Ada Apa Dengan Cinta' Revaldo yang akrab di sapa Aldo, juga pernah dua kali tertangkap karena kasus narkoba. Pada Senin 10 April 2006, sekitar pukul 23:00 WIB, ia dibekuk aparat Kepolisian Jakarta Selatan di sebuah rumah kontrakan kawasan Jalan Jati Padang Baru, Blok B no1 Pasar Minggu, Jakarta Selatan,

Pada saat ditangkap di saku sebelah kiri Revaldo terdapat tas plastik kecil yang berisi bong dan sabu. Tak hanya itu saat melakukan penggeledahan di rumah, Polisi menemukan satu kotak kayu yang berisi beberapa lintingan ganja yang habis dipakai dan beberapa yang belum dipakai. Dari dalam rumah juga ditemukan satu plastik sabu-sabu seberat 0,5 gram. Di samping itu masih ada empat buah butir pil ekstasi, tiga buah berwarna kuning dan satu berwarna hijau, yang ditemukan polisi dari dalam rumah kontrakan tersebut. Revaldo pun diganjar hukuman dua tahun penjara dan denda Rp 1 juta.

Penangkapan kedua artis bernama lengkap Revaldo Fifaldy Surya Permana ini terjadi pada 20 Juli 2010 di kawasan Jakarta Barat. Penangkapan kali ini berlangsung secara dramatis di mana sempat terjadi kejar-kejaran antara Revaldo dengan kepolisian mulai dari kawasan Tebet hingga ke Wilayah S Parman.

Akhirnya Revaldo dan dua temannya AM dan AR berhasil diringkus di pinggir jalan S Parman, persis di depan kantor Polres pada pukul 16.00 WIB. Artis tersebut tertangkap dengan barang bukti berupa 50 gram sabu, 1 paket ganja, 1 unit alat isap, dan beberapa bekas isap sabu.

Sebagai ganjaran untuk ketidak kooperatifanya ini Pengadilan negri Jakarta Barat memberikan vonis kepada Revaldo dengan hukuman tujuh tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 miliar.

4. Polo Srimulat

Bintang Komedian dari Grup lawak Srimulat,Polo pada tahun 2000 sempat terjerat kasus narkoba. KOmedian bernama lengkap Bharata Nugraha ini diciduk Satuan Reserse Narkotika pada 24 Mei 2000 pukul 14:00 WIB di kamar 275 Hotel Mega Matra, Matraman, Jakarta Timur. Dari tangan Polo, polisi menyita 0,5 gram sabu-sabu. Polo di ganjar hukuman tujuh bulan penjara dipotong masa tahanan, lebih rendah 3,5 bulan dari tuntutan jaksa dan denda Rp 1 juta. Pada 23 Maret 2001, Polo dinyatakan bebas.

Empat tahun kemudian Polo kembali ditangkap Polisi. Lagi-lagi akibat kasus narkoba. Polo ditangkap pada 2004 saat memakai narkoba di susai ketahuan memakai sabu-sabu di sebuah penginapan bernama Villa Citra kamar 13, Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur. Akibat perbuatan tersebut Polo divonis dijatuhi hukuman satu tahun penjara potong masa tahanan dan membayar denda Rp 2 juta dan biaya perkara Rp 1.000.Tanggal 20 Mei 2005, setelah setahun lebih mendekam di LP Cipinang. Polo bebas. Kini selain kembali berkiprah di dunia entertainment Polo juga menggeluti dunia pelayanan kerohanian.(mp/man)

 


hiburan-gaya-hidup-mobile-singlepost-banner-3
Tags Artikel Ini

Ana Amalia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


hiburan-gaya-hidup-singlepost-banner-4
hiburan-gaya-hidup-singlepost-banner-5