Para Pakar Beri Masukan Soal Menghadapi Omicron kepada Luhut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (ANTARA/HO-maritim.go.id)

MerahPutih.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan menggelar dialog virtual dengan para epidemiolog, pakar kesehatan, dokter, dan pakar sosial dari berbagai lembaga pendidikan dan penelitian di Indonesia, Jumat (14/1).

Luhut meminta masukan dari para pakar lintas disiplin guna menyiapkan skenario menghadapi lonjakan kasus Omicron.

Hadir juga bersama Menteri Luhut, yaitu Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono, dan Koordinator Tim Pakar Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito.

Baca Juga:

Kasus Omicron di Jakarta Tembus 725 Orang, 75 Persen dari Pelaku Perjalanan Luar Negeri

"Dari berbagai penelitian yang diberikan kepada saya oleh para teman-teman epidemiolog dan dokter, kita tahu bahwa varian Omicron ini menular sangat cepat, tetapi less severe atau tidak parah. Walaupun terdapat angka kematian di beberapa negara namun jumlahnya cukup rendah dari varian ini. Walau begitu, kita mau agar lonjakan kasus konfirmasi ini bisa kita turunkan dan bagaimana upaya kita pasca-lonjakan Omicron ini," kata Menko Luhut Panjaitan melalui siaran pers di Jakarta, Sabtu (15/1).

Hingga saat ini, varian Omicron sudah terdeteksi lebih dari 500 kasus konfirmasi di Indonesia. Transmisi lokal pun telah terjadi di wilayah DKI Jakarta.

Dalam diskusi itu, salah satu pakar dari Eijkman Institute Amin Soebandrio mengatakan, Indonesia sedang memasuki masa transisi penanganan COVID-19 dari varian Delta menuju Omicron. Oleh karena itu, pengawasan pada tingkat molekular perlu dipertajam, mengingat banyak hal yang belum diketahui mengenai varian ini.

"Sampai sekarang Omicron ini masih terus diteliti, kecepatan penularannya cepat. Walaupun ini merupakan varian yang berbeda dari Delta dengan tingkat kematian yang masih belum ada, tetapi kita perlu terus mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi," ujarnya.

Epidemiolog dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM) Hari Kusnanto dan Epidemiolog dari FK Universitas Airlangga (Unair) Windhu Purnomo juga menyampaikan seharusnya pemerintah dapat menjaga kenaikan kasus tidak terlalu cepat dan juga tinggi (flattening the curve) sehingga puncak kasus akan terjadi di bulan Maret namun dengan jumlah kasus yang lebih rendah.

Hanya saja, menurut Hari, pengendalian penularan varian Omicron dapat dilakukan jika protokol kesehatan, pembatasan mobilitas, pelaksanaan vaksinasi, dan fasilitas pelayanan kesehatan sudah terakomodir dengan baik.

Baca Juga:

572 Pasien COVID-19 Omicron di Indonesia, Mayoritas Gejala Batuk dan Demam

Pakar lainnya yaitu Erlina Burhan dan Siti Setiati dari FK Universitas Indonesia (UI) mengingatkan agar masyarakat tidak terlena dengan adanya narasi varian Omicron ini tidak seganas varian sebelumnya.

Keduanya memberikan saran kepada Menko Luhut dan jajaran menteri serta Satgas agar melakukan upaya-upaya tegas dalam menegakkan protokol kesehatan dan juga melakukan vaksin booster.

"Varian ini masih terus diteliti, dia less severe daripada Delta, tapi masih terus diteliti. Ini bisa meningkat, jika kita tidak tegas dalam mengurangi transmisi atau transmisinya tinggi," tegas Dokter Siti.

Sementara itu Sosiolog UI Imam B Prasodjo menjelaskan, strategi yang selama ini sudah digunakan dalam aspek sosial sudah tepat. Menurutnya, ada empat poin utama yang perlu terus dilakukan oleh pemerintah, yakni memperkuat koordinasi antarjajaran pemerintah serta aparat keamanan.

Strategi kedua, tambah Imam, adalah mendorong masyarakat melakukan public-pressure kepada sesamanya yang melanggar aturan protokol kesehatan; melakukan kampanye untuk meningkatkan ketahanan tubuh atau imunitas tubuh di dalam keluarga; dan juga mencoba melakukan pemberdayaan masyarakat di daerah melalui pendidikan agar tidak terjadi generation lost. (*)

Baca Juga:

Belasan Warga DIY Diduga Terinfeksi COVID-19 Varian Omicron

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Menag Keluarkan Panduan Penyelenggaraan Peringatan Kenaikan Isa Almasih
Indonesia
Menag Keluarkan Panduan Penyelenggaraan Peringatan Kenaikan Isa Almasih

Umat Kristen dan Katolik akan memperingati Kenaikan Isa Almasih pada 13 Mei 2021, dalam suasana pandemi COVID-19.

2 Tahun di Laut, Ratusan ABK WNI Dari Fiji Berhasil Dipulangkan ke Indonesia
Indonesia
2 Tahun di Laut, Ratusan ABK WNI Dari Fiji Berhasil Dipulangkan ke Indonesia

Kemenlu menegaskan, selama masa pandemi COVID-19, pemulangan ABK/pekerja migran Indonesia dari luar negeri mengalami tantangan yang besar mengingat kebijakan pembatasan ketat yang diterapkan berbagai negara.

Eks Penyidik KPK AKP Robin Bantah Terima Uang dari Azis Syamsuddin
Indonesia
Eks Penyidik KPK AKP Robin Bantah Terima Uang dari Azis Syamsuddin

AKP Stepanus Robin Pattuju membantah menerima uang dari Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dan mantan Wakil Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar Aliza Gunado.

Jelang Larangan Mudik, Bandara Adi Soemarmo Belum Terima Permintaan Extra Flight
Indonesia
Jelang Larangan Mudik, Bandara Adi Soemarmo Belum Terima Permintaan Extra Flight

Jika ada maskapai yang mengajukan permohonan extra flight akan dilayani dengan sebaik mungkin.

Ketua DPRD Geram Anies Lebih Pilih Orang Turki Ketimbang Ali Sadikin Buat Nama Jalan
Indonesia
Ketua DPRD Geram Anies Lebih Pilih Orang Turki Ketimbang Ali Sadikin Buat Nama Jalan

Usul pengubahan nama Jalan Kebon Sirih ini sebelumnya diungkapkan Prasetio dalam rapat paripurna memperingati HUT ke-494 DKI Jakarta Juni lalu

Kasus COVID-19 Global Fluktuatif, Menlu Terus Berburu Vaksin COVID-19
Indonesia
Kasus COVID-19 Global Fluktuatif, Menlu Terus Berburu Vaksin COVID-19

Tanggal 4 Agustus 2021 yang lalu, kasus COVID-19 global telah mencapai angka 200 juta, di mana penyebarannya terjadi dua kali lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya.

Jokowi Lantik Anggota Komisi Nasional Disabilitas, Ini Komposisinya
Indonesia
Jokowi Lantik Anggota Komisi Nasional Disabilitas, Ini Komposisinya

Seleksi anggota Komisi Nasional Disabilitas ini, dilakukan mulai 21 Desember 2020 dengan sekitar 1.300 pelamar,

Harga Cabai Naik, Inflasi di Februari 0,10 Persen
Indonesia
Harga Cabai Naik, Inflasi di Februari 0,10 Persen

Komoditas lain yang ikut menyumbang inflasi pada periode ini adalah kenaikan tarif jalan tol yang menyumbang andil 0,02 persen dan tarif angkutan udara dengan andil 0,01 persen.

KontraS Sebut Prosedur Pemanggilan Prajurit TNI Berdampak Negatif
Indonesia
KontraS Sebut Prosedur Pemanggilan Prajurit TNI Berdampak Negatif

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menyoroti prosedur pemanggilan prajurit TNI oleh aparat penegak hukum.

Ekonomi Tumbuh, Bank BUMN Harus Percepat Penyaluran Kredit
Indonesia
Ekonomi Tumbuh, Bank BUMN Harus Percepat Penyaluran Kredit

Pertumbuhan positif itu tidak terlepas dari berbagai stimulus yang diberikan pemerintah.