Para Ahli Pastikan Vaksin yang Digunakan Aman dan Efektif Ilustrasi. (Foto: MP/Pixabay.com/geralt)

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan pernyataan dan terus menerus menekankan bahwa dalam hal penyediaan vaksin COVID-19, harus dipastikan keamanan dan efektivitasnya.

Keberadaan vaksin yang aman dan efektif sangat penting dan diharapkan oleh Latief Siregar, seorang penyintas COVID-19 yang dirundung ketakutan ketika divonis positif dan harus menjalani perawatan intensif.

Menurutnya, kehadiran vaksin menjadi hal yang vital karena belum ada obat untuk COVID-19.

Baca Juga:

Datangnya Vaksin tak Berarti Pandemi COVID-19 Berakhir

Terkait efektivitas vaksin, ditegaskan pula oleh Cissy Rachiana Sudjana, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran.

Menurutnya, vaksin adalah cara paling efektif untuk menurunkan kesakitan, kematian, dan juga kecacatan. Meskipun tingkat efektivitas vaksin berbeda satu dengan lainnya, namun satu hal yang pasti adalah, vaksin yang telah beredar pasti telah mendapatkan izin dari badan yang berwenang dan memenuhi syarat keamanan dan efektivitas.

Hal senada juga diungkapkan vaksinolog sekaligus dokter spesialis penyakit dalam, Dirga Sakti Rambe.

“Setiap vaksin punya efektivitas yang berbeda-beda. Namun, vaksin tidak akan mendapat izin penggunaan atau peredaran jika efektivitasnya tidak memenuhi syarat dan standar WHO,” ujarnya.

“Untuk vaksin COVID-19, WHO menetapkan minimal efektivitasnya 50 persen. Harapannya pasti nanti vaksin yang ada efektivitasnya bisa lebih tinggi dari angka yang ditetapkan WHO.”

Ilustrasi. (Foto: MP/Pixabay.com/Alexandra_Koch)
Ilustrasi. (Foto: MP/Pixabay.com/Alexandra_Koch)

Proses pembuatan setiap vaksin harus melewati proses penelitian hingga uji klinis yang panjang. Namun karena kemajuan sains dan teknologi, prosesnya bisa jauh lebih cepat.

Sekalipun lebih cepat, tidak ada kompromi dengan keamanan.

Prof I Gusti Ngurah Mahardika, ahli virologi dan molekuler biologi Universitas Udayana, sekaligus anggota tim pengembangan vaksin Merah Putih menegaskan bahwa sekalipun proses penemuan vaksin harus dilakukan dengan cepat dan segera, keamanan vaksin adalah hal penting yang harus menjadi perhatian semua pihak.

“Selain juga jaminan akses vaksin yang murah, dan equitable untuk seluruh masyarakat. Proses regulasi harus cepat dan soal keamanan vaksin tidak ada kompromi sama sekali. Vaksin benar-benar harus aman sebelum digunakan,” tegasnya.

Untuk menegaskan keamanan, prosesnya pembuatannya juga diawasi oleh berbagai lembaga kompeten. Sebagai contoh, uji klinik vaksin COVID-19 di Bandung dengan standar sama seperti di negara lain, juga diawasi oleh badan pengawas, yaitu Badan POM, Data Safety Monitor Board (DSMB), dan Komite Etik FK Unpad. Betul-betul berlapis.

“Pengawasan ini penting dan perlu dilakukan untuk memastikan keamanan dan efektivitas dari vaksin COVID-19 yang saat ini tengah dikembangkan oleh Bio Farma,” jelas Soedjatmiko, anggota Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional dari ITAGI.

Baca Juga:

Minim Uji Spesimen Bakal Jadi Hambatan Vaksinasi

Badan POM pun tidak main-main dan memiliki standar yang ketat dalam pemberian izin penggunaan vaksin.Mutu vaksin dijamin melalui evaluasi persyaratan mutu dan pemastian pembuatan vaksin sudah sesuai dengan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Setelah proses evaluasi tersebut dilalui dan vaksin dianggap memenuhi syarat dari aspek keamanan dan efektivitas, barulah Badan POM dapat memberikan perizinan penggunaan.

Lebih lanjut dokter Dirga juga menegaskan bahwa berita-berita bahwa vaksin itu tidak efektif mengandung racun adalah informasi yang salah.

“Vaksin apa pun termasuk vaksin COVID-19, saat digunakan luas oleh masyarakat itu harus sudah mendapat persetujuan dari badan POM. Jika ada vaksin yang sudah memperoleh izin untuk digunakan, itu sudah dipastikan aman dan efektif,” tutupnya. (*)

Baca Juga:

Dunia Kesehatan Sambut Positif Kehadiran Vaksin COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
(HOAKS atau FAKTA): Orang Sehat Pakai Masker Sisi Putih Bagian Luar
Indonesia
(HOAKS atau FAKTA): Orang Sehat Pakai Masker Sisi Putih Bagian Luar

Selain menggunakan masker, WHO menyarankan, untuk menangkal diri dari COVID-19, harus melakukan pembatasan jarak minimal satu meter dan rajin mencuci tangan.

Novel Baswedan Beri Sinyal Ngikut Febri Mundur Dari KPK
Indonesia
Novel Baswedan Beri Sinyal Ngikut Febri Mundur Dari KPK

Novel masih menunggu putusan judicial review UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK yang saat ini belum juga diputus oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

Begini Kondisi Korban Penembakan KKB di Intan Jaya
Indonesia
Begini Kondisi Korban Penembakan KKB di Intan Jaya

Ada dua rombongan TGPF yang datang ke Papua

DKI: Rapid Test 106.207, Dinyatakan Positif 3.918 Orang
Indonesia
DKI: Rapid Test 106.207, Dinyatakan Positif 3.918 Orang

Dinkes DKI akan terus menggalakan rapid test di 6 wilayah Kota/Kabupaten Administrasi DKI Jakarta dan Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai (PPKP).

KA Jarak Jauh Hanya untuk Perjalanan Non-Mudik
Indonesia
KA Jarak Jauh Hanya untuk Perjalanan Non-Mudik

PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan mengoperasikan kereta api jarak jauh hanya bagi pelaku perjalanan mendesak dan untuk kepentingan non-mudik, mulai 6-17 Mei 2021

Koalisi Partai Islam 2024 Akan Perkuat Politik Aliran di Indonesia
Indonesia
Koalisi Partai Islam 2024 Akan Perkuat Politik Aliran di Indonesia

Selain itu, harus memikirkan bagaimana agar kita tidak lagi bergantung pada impor pangan

Harapan Novel Baswedan untuk Calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo
Indonesia
Harapan Novel Baswedan untuk Calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo

Presiden Joko Widodo telah mengajukan nama Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri ke DPR pada Rabu (13/1).

Ziarah ke Solo, 6 Pemuda Asal Jombang Tanpa Surat Bebas COVID-19 Terjaring Petugas
Indonesia
Ziarah ke Solo, 6 Pemuda Asal Jombang Tanpa Surat Bebas COVID-19 Terjaring Petugas

"Saya kaget tiba-tiba dihentikan petugas, lalu ditanyakan soal surat sehat bebas corona dan tidak punya," kata dia.

Jika Berbuat Onar di Ruang Sidang, Rizieq Shihab Bisa Diadili di Papua
Indonesia
Jika Berbuat Onar di Ruang Sidang, Rizieq Shihab Bisa Diadili di Papua

"Seperti di Papua atau di Nusa Tenggara Timur dimana jauh dari keramaian masyarakat," tutur Petrus.

[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin Sinovac Mengandung Sel Ginjal Monyet Hijau Afrika
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin Sinovac Mengandung Sel Ginjal Monyet Hijau Afrika

Ramai di media sosial Facebook yang menyatakan vaksin Sinovac dari Tiongkok mengandung vero cell atau sel monyet hijau Afrika.