berita-singlepost-banner-1
Papua Ditutup Sementara karena Khawatir Penyebaran COVID-19 Makin Meluas Halaman parkir Bandara Udara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua nampak lengang setelah pemberlakukan penutupan angkutan penumpang. (ANTARA/Alfian Rumagit)
berita-singlepost-banner-2
berita-singlepost-mobile-banner-7

MerahPutih.com - Wapres Ma'ruf Amin menyatakan bahwa penutupan akses masuk ke Papua bersifat sementara untuk mencegah meluasnya COVID-19. Jumlah pasien positif virus corona di Bumi Cenderawasih sudah mencapai tujuh pasien.

"Untuk menjaga supaya masyarakat di sana tidak bertambah karena mereka tentu akan fokus menangani, mencegah terjadinya yang ada di Papua itu sendiri," kata Wapres Ma'ruf kepada wartawan, Kamis (26/3).

Baca Juga:

Anies Prioritaskan Rapid Test Corona bagi Tenaga Medis

Jika tak kunjung berhenti, penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-20 di Papua bisa saja ditunda. Penyelenggaraan PON Papua sebenarnya masih terbilang lama, yaitu pada Oktober mendatang.

Dia juga tak bisa memastikan, kapan PON 2020 akan digelar jika nantinya benar terjadi penundaan. Hingga saat ini, pemerintah masih memantau situasi yang ada.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Rumah Dinas Wapres Jakarta, Selasa (24/3/2020). (Asdep Komunikasi dan Informasi Publik (KIP) Setwapres)
Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Rumah Dinas Wapres Jakarta, Selasa (24/3/2020). (Asdep Komunikasi dan Informasi Publik (KIP) Setwapres)

"Olimpiade saja seperti di Jepang itu juga ditunda," kata Ma'ruf.

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi Papua membuka opsi pembatasan sementara seluruh pintu masuk ke Papua guna mencegah penyebaran virus corona.

Baca Juga:

Hotel Grand Cempaka Disulap Anies Jadi Tempat Inap Tenaga Medis Tangani Corona

Usai menggelar Rapat Forkompinda di Gedung Negara, Jayapura, Jumat (20/3), Gubernur Papua Lukas Enembe menegaskan, pemerintah perlu segera mengambil keputusan untuk melindungi rakyat Papua.

"Saya tadi beri kesempatan sampai hari Rabu (25/3) hasil keputusan tim yang telah ditunjuk, Rabu saya akan umumkan apakah lockdown, pembatasan atau dalam bentuk apa pun," kata Lukas, Jumat (20/3). (Knu)

Baca Juga:

Banyak Layani Pasien Mengeluh Corona, RSUD Tarakan Kekurangan APD


berita-singlepost-mobile-banner-3
Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


berita-singlepost-banner-4
berita-singlepost-banner-5
berita-singlepost-banner-6