Panser Polisi Istimewa Bikin Repot Pertahanan Sekutu Salah satu panser Polisi Istimewa saat Pertempuran Surabaya. (figurpolisi)

SELURUH badan perjuangan menolak ultimatum Mayor Jendral Hawthorn, Panglima Sekutu Jawa, Madura, Bali, dan Lombok. Pertempuran berkobar di kota Surabaya. Arek Surabaya menggempur seluruh pertahanan Inggris.

Pertahanan Inggris di gedung RRI dikepung pejuang Surabaya. Di dalam, Pasukan Brigade ke-49 terdiri Infanteri Punjab, India, dan tentara Inggris memuntahkan tembakan. Posisi tentara Inggris sedikit menguntungkan. Lantai dua gedung jadi tempat terbaik mereka mengeker pergerakan Arek Surabaya.

Satu pejuang gugur tergeletak di jalan. Pejuang lain hendak merelokasi pun roboh terkena tembakan. Jenazah bergelimpangan. Para pejuang bersembunyi di balik tembok Rumah Sakit Umum Simpang (CBZ). Peluru-peluru terus menghujani. Para pejuang butuh bantuan.

Panser-panser Polisi Istimewa bergerak menuju lokasi. Loewito, Wagimin, dan Soetrisno menghentikan panser sebelum lokasi. Mereka memantau keadaan, kemudian lajut melaju. “Setelah kami melewati gedung untuk melihat situasi, kami mendapat tembakan dari atas,” ujar Loewito dikutip Barlan Setiadijaya pada 10 November 1945, Gelora Kepahlawanan Indonesia.

Panser bergerak ke sisi kiri gedung. Loewito mengarahkan senapan Watermantel 7.7 ke arah jendela lantai dua. Peluru melesat tapi meleset. Strategi berganti. Mereka turun panser. Stelling dipindahkan ke sisi gedung.

Sementara Wagimin kembali ke panser untuk bergerak tepat di bawah gedung. Mereka menembak dinding kaca. Membuka celah. Kemudian melempar dua jeriken tanpa tutup ke dalam gedung. Panser pun menjauh. Seorang pejuang kemudian melempar granat tangan.

Ledakan memicu api di lantai bawah. Gedung terbakar. Tentara Inggris berhamburan. “Mukanya setengah hangus dengan menyandang senjatanya sambil angkat tangan tanda menyerah,” ungkap Loewito.

Setelah gedung RRI terbakar dan pertahanan Inggris berhasil dikuasai pejuangan Surabaya, panser-panser kembali bergerak.

Siang-malam pengepungan para pejuangan Surabaya di pos-pos Inggris tak pernah surut. Baku tembak terus terjadi. Serangan meriam dari kapal perang Inggris pun ikut memansi pertempuran.

Di sekitar kampung-kampung Keputran, panser-panser Polisi Istimewa jadi sasaran tembakan meriam. Satu ledakan terjadi di jarak sekira 20 meter dari panser. Luchtdruk atau tekanan udara sangat kuat menekan pintu koepel panser sehingga menutup mendadak mengenai muka Loewito. “darah mengucur daru mulut, dan 5 buah gigi hampir terlepas dan beberapa bergoyang-goyang”.

Meski luka, panser terus bergerak dan mencari para pejuang di pertempuran lain untuk membantu palagan melawan Inggris. (*)



Yudi Anugrah Nugroho

LAINNYA DARI MERAH PUTIH