Pansel Cari Orang Berintegritas Tinggi untuk Nahkodai KPU dan Bawaslu Ilustrasi Pilkada. (MP/Rizky Fitrianto).

Merahputih.com - Tim Pansel calon komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mulai bekerja mencari siapa yang bakal menahkodai dua lembaga itu jelang Pemipu 2024.

Anggota Pansel, Endang Sulastri harus memilih anggota Bawaslu dan KPU yang memiliki integritas dan kompetensi tinggi.

"Karena apa, karena begitu dia dilantik harus bekerja. Kenapa integritas itu penting karena, 2024 merupakan arena pertarungan yang luar biasa," kata Endang kepada wartawan, Jumat (15/10).

Baca Juga:

Demokrat Kritik Eks Tim Sukses Jokowi Jadi Ketua Seleksi Anggota KPU-Bawaslu

Endang mencontohkan, pada Pilpres 2024 Presiden Joko Widodo dipastikan tak bisa mencalonkan lagi. Sehingga banyak calon pemimpin baru yang bakal mati-matian berebut kursi Presiden.

"Tekanan itu mesti akan banyak buat temen-temen KPU dan Bawaslu kedepan," jelas Endang.

Mendagri Tito Karnavian bersama Ketua Tim Seleksi Calon Anggota KPU dan Bawaslu RI masa jabatan 2022-2027 Juri Ardiantoro dan anggota timsel lainnya pada konferensi pers usai penyerahan Keppres soal timsel di Jakarta, Selasa (12/10/2021). ANTARA/Boyke Ledy Watra/am.
Mendagri Tito Karnavian bersama Ketua Tim Seleksi Calon Anggota KPU dan Bawaslu RI masa jabatan 2022-2027 Juri Ardiantoro dan anggota timsel lainnya pada konferensi pers usai penyerahan Keppres soal timsel di Jakarta, Selasa (12/10/2021). ANTARA/Boyke Ledy Watra/am.

Endang juga mewaspadai adanya potensi kerumitan tahapan Pemilu. "Yang perlu diwaspadai sekarang ini, sistem politik sudah dikuasai oleh oligarki. Ini harus menjadi perhatian bagi penyelenggara pemilu," sebut Endang yang juga seorang akademisi ini.

Endang juga memiliki perhatian dengan adanya mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan yang diproses hukum KPK. Tentu, peristiwa itu tak boleh terulang dengan adanya masukan dari masyarakat.

Baca Juga:

Jaga Marwah KPU-Bawaslu, PKS: Tim Pansel Sebaiknya Diisi Figur Netral

"Kami berharap masyarakat itu turut berpartisipasi seluas-luasnya untuk mendafatarkan diri yang memenuhi syarat," jelas Endang.

Ia hanya berharap, makin banyak masyarakat yang ikut mendaftar. "Kami semakin banyak alteratif, makin banyak pilihan, semakin kemudian kami bisa menjaring mana yang terbaik diantara yang baik," tutup Endang. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Wagub DKI Izinkan Warga Lomba 17 Agustusan Secara Online
Indonesia
Wagub DKI Izinkan Warga Lomba 17 Agustusan Secara Online

Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta ini mempersilahkan masyarakat ibu kota melaksanakan perlombaan 17 Agustusan untuk peringati HUT RI melalui online atau virtual.

WP KPK: Tes Wawasan Kebangsaan Jadi Alat Singkirkan Pegawai Berintegritas
Indonesia
WP KPK: Tes Wawasan Kebangsaan Jadi Alat Singkirkan Pegawai Berintegritas

Tes wawasan kebangsaan tidak terlepas dari konteks pelemahan pemberantasan korupsi yang telah terjadi sejak revisi UU Nomor 19 tahun 2019 tentang KPK berlaku.

Pesawat Rimbun Air Gagal Landing di Kesempatan Pertama, Percobaan Kedua Bablas
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Minum Air Es Membuat Perut Buncit
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Minum Air Es Membuat Perut Buncit

Beredar informasi di media sosial Facebook, bila minum air es atau minuman dingin lainnya setelah makan dapat membuat perut buncit.

Jasa Marga Bantu Lakukan Penyekatan Pemudik di Jalan Tol
Indonesia
Jasa Marga Bantu Lakukan Penyekatan Pemudik di Jalan Tol

Kementerian Perhubungan bakal menerbitkan surat edaran

Polisi Periksa Bos RS Ummi dalam Kasus Dugaan Pidana Rizieq Shihab
Indonesia
Polisi Periksa Bos RS Ummi dalam Kasus Dugaan Pidana Rizieq Shihab

Bareskrim Polri memeriksa Direktur Utama (Dirut) RS Ummi Bogor Andi Tatat.

57 Pegawai KPK Tak Lolos TWK Dipecat 30 September
Indonesia
57 Pegawai KPK Tak Lolos TWK Dipecat 30 September

Sebanyak 57 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) akan dipecat dengan hormat pada 30 September 2021.

Gojek dan Tokopedia Gabung Jadi GoTo
Indonesia
Gojek dan Tokopedia Gabung Jadi GoTo

Valuasi dari Gojek ketika merger dengan Tokopedia tentu akan bertambah signifikan. Paling tidak, diperkirakan valuasi Ketika Gojek dan Tokopedia merger mencapai USD20 miliar.

Dalam 24 Jam, 7.177 Pasien Berhasil Sembuh dari COVID-19
Indonesia
Dalam 24 Jam, 7.177 Pasien Berhasil Sembuh dari COVID-19

Jumlah pasien yang sembuh dari COVID-19 di Indonesia terus bertambah.

Bertemu Firli Cs, Kabareskrim Komjen Agus Bahas Ini
Indonesia
Bertemu Firli Cs, Kabareskrim Komjen Agus Bahas Ini

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mendatangi KPK untuk memperkuat kerja sama dalam penegakan hukum terutama terkait tindak pidana korupsi.