Panglima TNI: Sekarang Ini Bangsa Indonesia Terkotak-Kotakkan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto inspeksi mendadak ke Markas Kopassus Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (19/11/2020). (ANTARA/HO-Puspen TNI)

MerahPutih.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan, beberapa minggu terakhir ini, masyarakat dikotak-kotakkan dengan munculnya narasi provokasi yang tersebar melalui media sosial.

"Isu-isu tersebut bila kita lihat membuat masyarakat menjadi terkotak-kotak, terpolarisasi dan dibenturkan satu sama lain," ujar Hadi Tjahjanto di acara webinar dengan tema "Sinergi Anak Bangsa Dalam Menjaga Keutuhan Bangsa dan Negara dari Aksi Separatisme di Dunia Maya”, Minggu (21/11).

Tersebar juga sebuah narasi yang membangun ketidakpercayaan kepada pemerintah yang sah di media sosial. Namun, Hadi tak menyampaikan secara gamblang pihak mana yang mengungkapkan narasi tersebut.

Baca Juga:

TNI Copoti Baliho Rizieq, Kuasa Hukum FPI: Nanti Bagian Perang Satpol PP

"Tidak percaya kepada berbagai upaya pemerintah untuk kepentingan rakyat," tuturnya.

Kemudian bahasa-bahasa yang ramai di medsos berisi provokasi yang dapat memecah belah bangsa Indonesia. Isu-isu yang dimainkan adalah isu-isu sensitif.

"Semuanya ditujukan untuk membangkitkan emosi masyarakat dan dapat dibakar sehingga dapat terjadi eskalasi yang dapat bermuara pada tindakan anarkis dan kerusuhan sosial," terangnya.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. ANTARA/HO-Puspen TNI/aa. (Handout Puspen TNI)
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. ANTARA/HO-Puspen TNI/aa. (Handout Puspen TNI)

Menurut Hadi, langkah semacam itu merupakan propaganda untuk memecah belah bangsa. Dalam bahasa kerennya, disebut sebagai politik identitas.

"Politik identitas inilah yang sejatinya digunakan oleh penjajah untuk mengadu domba bangsa kita sehingga tidak bersatu dan mudah dijajah di masa lalu," paparnya.

Baca Juga:

Buntut Pencopotan Baliho Rizieq, Fadli Zon Ingatkan TNI Tak Terseret ke Ranah Politik

Politik identitas ini, ungkap Hadi, kembali marak digunakan sejak beberapa tahun belakangan ini seperti kontestasi pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan kepala daerah (pilkada).

"Karena dinilai mudah untuk menggerus kepercayaan masyarakat dan mudah untuk meraih dukungan," tutupnya. (Asp)

Baca Juga:

Kantor TNI dan Polri Diusulkan Jadi Tempat Vaksinasi COVID-19

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ma'ruf Amin Tak Masalah Bertemu Rizieq Shihab
Indonesia
Ma'ruf Amin Tak Masalah Bertemu Rizieq Shihab

Telah ada ormas Islam yang sudah menawarkan diri untuk menyelenggarakan pertemuan tersebut

Jalur Aman, Kereta Api dari dan Menuju Jakarta Sudah Dapat Melintas
Indonesia
Jalur Aman, Kereta Api dari dan Menuju Jakarta Sudah Dapat Melintas

Jalur petak antara Stasiun Kedunggedeh-Stasiun Lemah Abang, Kabupaten Bekasi sudah selesai diperbaiki. Dengan demikian, perjalanan kereta api dari dan menuju DKI Jakarta sudah dapat melintas.

DPR Nilai Israel tak Pernah 'Istiqomah' Caplok Tepi Barat Palestina
Indonesia
DPR Nilai Israel tak Pernah 'Istiqomah' Caplok Tepi Barat Palestina

Politik luar negeri Indonesia terkait Palestina sangat jelas dan konsisten

Tanggapan Pemprov Soal Perdebatan Foto Jakarta Berlatar Belakang Gunung Pangrango
Indonesia
Tanggapan Pemprov Soal Perdebatan Foto Jakarta Berlatar Belakang Gunung Pangrango

Pemprov DKI Jakarta menanggapi isu yang tengah ramai di masyarakat hari ini mengenai foto wilayah Jakarta dengan latar belakang Gunung Gede Pangrango.

Awas, Investasi Bodong Semakin Marak
Indonesia
Awas, Investasi Bodong Semakin Marak

Tercatat sepanjang tahun 2019 OJK telah menutup sebanyak lebih dari 400 praktik investasi bodong dengan total kerugian berkisar antara Rp45 miliar.

Pengelola Mal Wilayah Jakarta Syaratkan Pengunjung Patuhi Protokol Kesehatan
Indonesia
Pengelola Mal Wilayah Jakarta Syaratkan Pengunjung Patuhi Protokol Kesehatan

Pengunjung mal sudah dibuatkan antrian masuk, tempat cuci tangan, wajib memakai masker dan diukur suhu tubuhnya

LBH Jakarta: Omnibus Law Bentuk Kejahatan Konstitusi
Indonesia
LBH Jakarta: Omnibus Law Bentuk Kejahatan Konstitusi

LBH menyesalkan langkah pemerintah dan DPR yang secara kilat melakukan pembahasan Rancangan Undang-Undang Omnibus Law tentang Cipta Kerja.

Kampanye Pilkada Solo, Gibran-Teguh Habiskan Rp3,2 Miliar dan Bajo Rp110 Juta
Indonesia
Kampanye Pilkada Solo, Gibran-Teguh Habiskan Rp3,2 Miliar dan Bajo Rp110 Juta

KPU Kota Solo mengumumkan hasil laporan penerimaan sumbangan dana kampanye (LPSDK) akhir kedua pasangan calon wali kota dan wakil wali kota.

 Makin Ketat, Naik Pesawat dari Bandara Soetta Harus Lewati 4 Pos Pemeriksaan
Indonesia
Makin Ketat, Naik Pesawat dari Bandara Soetta Harus Lewati 4 Pos Pemeriksaan

Selain itu, lanjut Muhammad Awaluddin, saat ini juga sudah diterapkan kebijakan baru dalam memproses keberangkatan, dimana calon penumpang harus melalui 4 pos pemeriksaan (checkpoint) sebelum naik pesawat.

Indonesia Persulit Masuknya Turis dari Tiga Negara Penderita Corona Terbesar
Indonesia
Indonesia Persulit Masuknya Turis dari Tiga Negara Penderita Corona Terbesar

Surat keterangan tersebut harus valid dan masih berlaku