Panglima TNI Pastikan Pembangunan Jalan Trans Papua Segera Dilanjutkan Lokasi pembantaian 31 pekerja oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, Papua.(DOKUMEN KEMENTERIAN PUPR)

Merahputih.com - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menegaskan pembangunan Jembatan Kali Yigi, Distrik Yall, Kabupaten Nduga kembali dilanjutkan pekan depan.

"Insya Allah tidak lama lagi satu minggu ke depan pembangunan jembatan dan jalan akan dilaksanakan kembali," kata Marsekal Hadi saat konferensi pers di Hanggar Helikopter Bandara Mozes Kilangin Timika, Kamis (6/12).

Lokasi Hanggar Helikopter Bandara Timika milik PT Freeport Indonesia yang dikelola PT AVCO itu menjadi Posko Utama evakuasi para korban meninggal maupun selamat dari Nduga.

Panglima mengatakan jajarannya akan membentuk Tim Keamanan Bersama TNI-Polri untuk memperlancar proses pembangunan kembali fasilitas jembatan maupun Jalan Trans Papua di Kabupaten Nduga. Selain itu, Panglima TNI juga akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk segera melanjutkan kembali pembangunan jembatan dan Jalan Trans Papua di Nduga.

Kabupaten Nduga, lokasi pembantaian pekerja oleh KKB dilihat dari Google Maps (ist)

Sebelumnnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menegaskan pembunuhan terhadap puluhan pekerja oleh Kelompok kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Yall, Kabupaten Nduga, Papua, Minggu (2/12) tak menghentikan proyek jalan dan jembatan Trans Papua.

"Pembangunan tetap jalan terus untuk memenuhi rasa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Basuki dalam jumpa pers terkait musibah yang menimpa pekerja pembangunan jembatan di Provinsi Papua di Jakarta, Selasa (4/12).

Menurutnya, jalan sudah tembus pada tahun ini. Jalan itu masih belum sempurna karena masih ada pengerjaan 35 jembatan.

"PT Istaka Karya mengerjakan 14 jembatan, dan 11 jembatan di antaranya dalam pengerjaan. Sedangkan, PT Brantas Abipraya Persero mengerjakan 21 jembatan, lima di antaranya dalam tahap pengerjaan," sambung Basuki Hadimuljono dikutip Antara.

"Kami sedang mengirimkan pasukan mengenai kejadian dan korbannya. Jadi, kami sampaikan benar terjadi di Wamena di ruas Papua, segmen 5," tandasnya. (*)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH