Panglima TNI Marsekal Hadi Tegaskan Komitmen Jaga Toleransi Umat Beragama Menhan Ryamizard Ryacudu (kiri) berdiskusi dengan KSP Moeldoko (tengah) dan Panglima TNI Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto ketika menghadiri pembukaan Zikir Kebangsaan.(ANTARA FOTO/Wahyu Putro)

MerahPutih.Com - Toleransi sejatinya telah termaktub dalam semboyan Indonesia Bhinneka Tunggal Ika. Komitmen menjaga toleransi antarumat beragama kembali ditegaskan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

"Prajurit TNI selalu diberikan pemahaman tentang pentingnya pendidikan mental dan spiritual sebagai landasan keimanan dalam menjalankan tugas pokok menjaga keutuhan NKRI," kata Panglima TNI saat audiensi dengan Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo beserta perwakilan panitia Pemberkatan Gereja Katolik Bunda Maria Fatima, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (21/2).

Terkait penyerangan Gereja Santa Lidwina Yogyakarta beberapa waktu lalu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan semoga kejadian tersebut tidak terulang kembali, karena dapat memecah belah umat beragama di Indonesia.

"Kehadiran saya pasca penyerangan Gereja Santa Lidwina Yogyakarta adalah untuk memberikan keteduhan kepada masyarakat dan dukungan kepada Polri untuk menangani dan menyelesaikan masalah intoleransi tersebut, agar tidak berkepanjangan," ucapnya.

Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo yang juga sebagai Uskup Umat Katolik di lingkungan TNI dan Polri menyampaikan ucapan terima kasih kepada Panglima TNI yang telah menerima kunjungannya.

"Saya mewakili umat Katolik yang ada di Mabes TNI menyampaikan ucapan terima kasih kepada Panglima TNI atas pembangunan Gereja Katolik Bunda Maria Fatima yang berada di Komplek Mabes TNI Cilangkap," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mgr Ignatius Suharyo menyampaikan apresiasi kepada Panglima TNI beserta jajaran Kepolisian dan Ketua DPR RI yang telah mengunjungi Gereja Santa Lidwina Yogyakarta.

"Kehadiran Panglima TNI pasca penyerangan Gereja Santa Lidwina Yogyakarta mendapat apresiasi yang tinggi dari pihak Vatikan, karena kehadiran tersebut dapat meneduhkan dan menyejukkan umat Katolik di Indonesia," tuturnya.

Secara terpisah saat berbicara pada acara Dzikir Kebangsaan, Presiden Jokowi sebagaimana dilansir Antara mengingatkan masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan di sejumlah wilayah yang akan melangsungkan pemilihan kepala daerah.

"Jangan sampai di dalam Pilkada yang ada ini, terutama di media sosial, adalah saling mencela, saling mencemooh, saling menjelekkan, saling fitnah, saling menebar kabar-kabar yang tidak benar, kabar bohong dan yang itu sangat dilarang oleh agama kita," kata Presiden dalam sambutannya saat Dzikir Kebangsaan dan Peresmian Pembukaan Rapat Kerja Nasional I Majelis Dzikir Hubbul Wathon di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.

Menurut Jokowi, pertikaian di negara berkonflik hanya menghasilkan kesengsaraan bagi masyarakat, khususnya wanita dan anak-anak.

Presiden juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan "ukhuwah Islamiyah" dan "ukhuwah wathoniyah".

Kepala Negara mengatakan kerukunan persaudaraan dapat membangun perekonomian, kesejahteraan, serta memakmurkan rakyat.

"Inilah tugas kita semua baik ulama, umara, kita semuanya untuk menjaga agar negara kita tetap sejuk, aman, damai, tidak ada konflik-konflik sekecil apapun sehingga pembangunan kesejahteraan dan kemakmuran negara kita ini terus bisa kita tingkatkan," pungkas Presiden Jokowi.(*)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH