Headline
 Panglima TNI Marsekal Hadi Beberkan 44 Titik Api di Riau Sudah Padam Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (MP/Teresa Ika)

MerahPutih.Com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menegaskan titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau sudah berkurang. Pihaknya bersama kepolisian, Pemerintah dan masyarakat berhasil memadamkan 44 titik api (hotspot).

Dari 44 hotspot tersebut, tinggal 41 titik saja yang masih mengeluarkan asap. Namun api di 41 titik tersebut sudah padam.

Baca Juga:

Pemuda Muhammadiyah Desak Kebakaran Hutan Jadi Bencana Nasional

"Dari 44 hotspot bisa kita dipadamkan. Tinggal 41 yang hanya asap saja. Apinya tidak ada," tegas Marsekal Hadi usai melakukan ziarah di (TMP) Kusumanegara Yogyakarta , Kamis siang (19/9).

Petugas TNI dan Polri memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Riau
Petugas TNI dan Polri berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Riau (Foto: antaranews)

Segala upaya dikerahkan untuk memadamkan titik api tersebut. Diantaranya melakukan water bombing oleh helikopter dari udara, mengerahkan TNI AD untuk memadamkan api dari darat dan melalukan modifikasi cuaca (TMC) bersama pemerintah setempat.

Pihaknya turut menambah pasukan ke lokasi karhutla.

"Personil dan pos kita tambah. Seperti di Riau jadi 5.800. Terdiri dari 2200 TNI, 2.200 dari Polri, dan sisanya masyarakat dari unsur-unsur pecinta lingkungan," katanya.

Pos pemantau dan pemadam kebakaran juga ditambah sebanyak 30 pos. Hingga kini ada 150 pos pemantau dan pemadam kebakaran di Riau.

Sedangkan, untuk Palangkaraya, Panglima TNI menyebut saat ini, tim masih mencari awan-awan aktif untuk bisa disemai agar bisa dijadikan hujan.

"Pasukan darat pun terus bekerja untuk mematikan titik api sesuai hasil monitoring satelit," ucapnya.

Sementara itu Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Letjen Andika Perkasa menambahkan seluruh pasukan pun difokuskan untuk memadamkan api sembari mencegah munculnya titik api baru.

Baca Juga:

Tinjau Langsung Lokasi Kebakaran Hutan, Presiden Jokowi Semprot Pemda Riau

TNI bersama Polri kini tengah memburu pihak-pihak pembakar hutan dan lahan.

"Bagaimana harus ada pelajaran bagi mereka yang terbukti membakar, harus ada proses hukum,"tandas Letjen Andika Perkasa.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Teresa Ika, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Baca Juga:

Khawatir Asap Nyebrang ke Negara Tetangga, Presiden Jokowi Bertolak ke Riau

Penulis : Eddy Flo Eddy Flo
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Peringati Harlah Pancasila, Jokowi: Bangsa Indonesia Harus Menang Lawan Corona
Indonesia
Peringati Harlah Pancasila, Jokowi: Bangsa Indonesia Harus Menang Lawan Corona

Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa Indonesia harus tampil sebagai bangsa pemenang di tengah pandemi COVID-19.

Eks Aspri Imam Nahrawi Beberkan Aliran Uang ke Anggota BPK Acshanul Qosasih
Indonesia
Eks Aspri Imam Nahrawi Beberkan Aliran Uang ke Anggota BPK Acshanul Qosasih

Ulum menyebut uang tersebut untuk mengamankan temuan BPK di Kemenpora.

Terbitkan Protokol Kesehatan, Kemenag: Panduan Umat Beribadah dan Aman dari COVID-19
Indonesia
Terbitkan Protokol Kesehatan, Kemenag: Panduan Umat Beribadah dan Aman dari COVID-19

kini pemerintah ingin membangun kesadaran masyarakat bahwa pandemi global COVID-19 yang telah melanda dunia termasuk Indonesia bukanlah suatu hal yang dapat dilalui dalam waktu singkat.

MUI DKI: Salat Id di Rumah tidak Kurangi Pahala
Indonesia
MUI DKI: Salat Id di Rumah tidak Kurangi Pahala

Meskipun situasi penyebaran COVID-19 di DKI sedang dalam kondisi baik karena adanya penurunan kasus.

Pengemudi Bus AKAP Asal Majalengka Diisolasi
Indonesia
Pengemudi Bus AKAP Asal Majalengka Diisolasi

Sopir bus tersebut memeriksakan kesehatannya di RS Mitra Plumbon Cirebon

Wakapolri Instruksikan Anak Buahnya Sikat Penyebar Hoaks COVID-19
Indonesia
Wakapolri Instruksikan Anak Buahnya Sikat Penyebar Hoaks COVID-19

Kepolisian akan turun tangan dalam merespons regulasi ini

 Kebutuhan Hand Sanitizer Tinggi Akibat KLB Corona, Pemkot Solo Ajukan Bebas Cukai Alkohol
Indonesia
Kebutuhan Hand Sanitizer Tinggi Akibat KLB Corona, Pemkot Solo Ajukan Bebas Cukai Alkohol

"Kami berencana membeli alkohol dalam jumlah banyak untuk dibagikan kembali ke masyarakat supaya mereka bisa membuat hand sanitizer sendiri," ujar Rudy

Kerusuhan di Madina, Enam Personel Kepolisian Luka-luka
Indonesia
Kerusuhan di Madina, Enam Personel Kepolisian Luka-luka

Kerusuhan ini disebabkan adanya masyarakat yang tidak mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp600 ribu.

Ahli Hukum: Pemakzulan Presiden Sudah Diatur
Indonesia
Ahli Hukum: Pemakzulan Presiden Sudah Diatur

Mungkin ini dilakukan oleh barisan sakit hati

Update Kasus COVID-19 DKI Senin (24/8): 34.295 Positif, 25.463 Orang Sembuh
Indonesia
Update Kasus COVID-19 DKI Senin (24/8): 34.295 Positif, 25.463 Orang Sembuh

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 10 persen