Panglima TNI dan Kapolri Sambangi Surabaya, Ada Apa? Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jendral Polisi Idham Aziz saat melakukan kunjungan ke Mall Tangguh Semeru, Transmart MX Mall, Malang, Jawa Timur, Jumat (19/6). ANTARA/HO-Peneranga

MerahPutih.com - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Idham Azis, memimpin rapat dan mendengarkan penjelasan dari Gugus tugas daerah terkait COVID-19 di Jawa Timur, Jumat (19/6)

Dalam kesempatan itu, Jenderal Idham Azis menyampaikan semua pihak untuk bekerjasama mengajak masyarakat selalu menjalankan disiplin protokol kesehatan.

Baca Juga

Update COVID-19 Jumat (19/6): 43.803 Positif, 17.349 Sembuh

“Harus diingat bahwa kedisiplinan masyarakat menjalankan protokol kesehatan menjadi kunci keberhasilan mengendalikan pandemi,” ujar Idham.

Sementara Panglima TNI menyampaikan bahwa Jawa Timur khususnya Surabaya harus serius dalam menangani tantangan Pandemi COVID-19, perlunya sosialisasi yang masif terhadap masyarakat terkait disiplin protokol kesehatan.

“Jangan sampai karena PSBB telah berakhir, masyarakat berfikir bahwa COVID-19 telah selesai. Ini yang harus selalu diingatkan kepada masyarakat agar selalu menjalankan disiplin protokol kesehatan dalam masa transisi menuju normal baru,” tegas Hadi.

Hadi dan Idham berharap agar seluruh satuan kewilayahan TNI dan Polri, Kodam, Koarmada, Koops dan Polda beserta jajarannya, saling sinergi dan mampu berkolaborasi bersama Pemda, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, termasuk pihak swasta untuk bersama-sama mencari solusi terbaik bagi penanganan pandemi COVID-19 di Jawa Timur.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Idham Azis di Surabaya. Foto: Istimewa

Hadi menyampaikan bahwa para tokoh masyarakat, tokoh masyarakat adalah panutan dan menjadi rujukan dari masyarakat luas. Oleh karena itu, Panglima TNI meminta agar para tokoh juga memberi pemahaman kepada masyarakat luas.

“Jaga jarak aman, gunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun, jangan menyentuh mata, hidung, dan muka sebelum mencuci tangan. Gencarkan sosialisasi protokol kesehatan menggunakan kearifan lokal khas jawatimuran, agar pesan dapat sampai kepada masyarakat,” terang Hadi.

Hadi mengucapkan terima kasih dan Panglima TNI berharap agar Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Jawa Timur dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, tentunya dengan dukungan semua pihak.

“Karena dengan upaya bersama yang tidak mengenal lelah, kita akan mampu mengendalikan pandemi, dengan semangat berkorban sebagaimana telah dicontohkan oleh para pendahulu kita, arek-arek Suroboyo,” tegas Hadi.

Provinsi Jawa Timur menyumbang kasus positif COVID-19 tertinggi di Indonesia dibandingkan provinsi lain selama tiga hari berturut-turut atau sejak Selasa (16/6) hingga Kamis (18/6).

Berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19, kasus positif virus corona Jawa Timur hari ini lebih tinggi dibanding dua hari lalu.

Pada Selasa (16/6), kasus positif virus corona di Jawa Timur sebanyak 245 orang. Sementara pada Rabu (17/6), kasus positif di provinsi yang kini dipimpin Khofifah Indar Pariwansa sebanyak 225 orang.

Jumlah kumulatif kasus positif corona di Jawa Timur juga hampir menyalip angka kasus positif di DKI Jakarta. Per Rabu (17/6), kasus positif virus corona di Jawa Timur mencapai 8.917 orang. Sementara itu, kasus positif corona di Jakarta sebanyak 9.343 orang.

Namun, berdasarkan data resmi Pemprov Jawa Timur dan Jakarta, jumlah kasus positif yang masih aktif atau dalam perawatan di Jawa Timur lebih tinggi.

Baca Juga

TNI-AL Siagakan 4 KRI di Laut Natuna Utara, Ada Apa?

Merujuk situs resmi infocovid19.jatimprov.go.id, per Rabu (17/6) kasus positif corona sebanyak 8.436 orang. Dari jumlah itu, pasien yang dirawat berjumlah 5.175 (61,34 persen).

Pada hari yang sama, berdasarkan situs resmi https://corona.jakarta.go.id/id, kasus positif virus corona di Ibu Kota mencapai 9.209 kasus. Dari jumlah itu pasien positif corona aktif atau masih dirawat mencapai 4.177 (45,3 persen). (Knu)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH