Panglima TNI dan Kapolri Perintahkan Kejar Perusahaan Pelaku Pembakaran Hutan Kapolri Jenderal Tito Karnavian (kedua kanan) dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kedua kiri) (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

MerahPutih.Com - Kasus pembakaran hutan dan lahan di Riau membuat geram Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Panglima TNI dan Kapolri kompak menginstruksikan jajarannya untuk mengejar serta menindak tegas perusahaan yang terlibat pembakaran hutan dan lahan.

Kababpenum Divhumas Polri Kombes Syahar Diantoro mengungkapkan, perintah penindakan itu disampaikan Panglima dan Kapolri setelah meninjau langsung lokasi kebakaran hutan di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian (MP/Mauritz)

"Tadi sudah disampaikan oleh Pak Panglima dan Kapolri. Penegakan hukum jangan ragu-ragu," kata Kabagpenum Divhumas Polri, Kombes Syahar Diantono di Pekanbaru, Rabu (13/3).

Dia mengatakan penegasan penegakan hukum tersebut langsung disampaikan kepada Kapolda Riau Irjen Widodo Eko Prihastopo yang turut mendampingi Panglima TNI dan Kapolri ke lahan bekas lahan terbakar di Pulau Rupat.

Perintah tegas dari Kapolri dan Panglima TNI diambil lantaran selama ini penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan hanya kepada masyarakat biasa, sementara perusahaan yang diduga kuat melakukan pembakaran untuk keperluan perluasan lahan maupun lali menjaga lahan selalu lolos dari jerat hukum.

"Iya (tidak ada tebang pilih). Sudah komitmen Pak Panglima dan Pak Kapolri, Polda maupun tim semuanya. Semua diperintahkan penegakan hukum jalan, manakala ditemukan pembakaran hutan tanpa prosedur yang benar ditindak. Semua pihak, yang melanggar aturan ditindak," jelas Kombes Syahar.

Organisasi lingkungan hidup, Greenpeace, mengungkap ada indikasi kuat kebakaran lahan gambut sedang terjadi secara massif di dalam area konsesi perusahaan kelapa sawit di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, pada tahun ini.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau
Kebakaran hutan di Riau. (FOTO Antara/FB Anggoro)

Sebagaimana dilansir Antara, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Rusmadya Maharuddin mengatakan indikasi kuat itu didapatkan dari hasil analisis titik koordinat dari foto dokumentasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait pemadaman kebakaran lahan di daerah Pangkalan Terap Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan.

Pada foto yang diambil pada tanggal 12 Maret 2019 itu, didapatkan lokasi kebakaran pada titik koordinat 0 11 43 , 102 18 36 dan 0 11 54 , 102 18 48 . Ketika dicek melalui citra satelit dan dipadukan dengan data peta Hak Guna Usaha (HGU) kelapa sawit yang dimiliki Greenpeace, lokasinya berada di dalam konsesi PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS).

"Memang benar lokasi koordinat itu di PT. Sumber Sawit Sejahtera, PT. SSS itu. Dari hasil `fire monitrong yang kita lakukan juga, itu ternyata di PT. SSS ini pada tahun 2014, 2015 itu terjadi kebakaran juga. Kemudian di tahun 2018 sama 2019 sekarang ini juga kita temukan kebakaran juga," kata Rusmadya.

"Lokasinya di dalam konsesi yang sama, ada juga di beberapa titik itu di lokasi atau di sekitar lokasi yang sebelumnya (kebakaran) juga," lanjutnya.

Selain itu, Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) menyebut terdapat 223 titik api atau indikasi kuat adanya Karhutla di belasan lahan konsesi perusahaan di Provinsi Riau sepanjang Agustus 2018 hingga Maret 2019 ini.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Kabulkan Banding Ahmad Dhani



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH