Pangeran MBS Tegaskan Arab akan Terlibat dalam Aksi Militer di Suriah Pangeran Mohammed bin Salman bersama Uskup Agung Canterburry Justin Welby (ANTARA FOTO/REUTERS/Yui Mok/Pool)

MerahPutih.Com - Konflik Suriah terus melebar dan melibatkan banyak pihak yang berkepentingan di wilayah tersebut. Selain Turki, Rusia, Amerika Serikat dan sekutu yang selama ini berperang menopang faksi-faksi yang bertikai, kini giliran Arab Saudi ikut ambil bagian dalam aksi militer.

Keterlibatan Arab Saudi dalam aksi militer di Suriah sudah mendapat lampu hijau dari sang Putra Mahkota Pangeran Muhammed bin Salman. Dalam pernyataan terbarunya, Pangeran MBS menegaskan Arab Saudi akan mengambil bagian dalam operasi militer di Suriah karena serangan senjata kimia yang digunakan kelompok-kelompok bertikai.

Serangan itu menewaskan setidaknya 60 orang di wilayah Ghouta Timur pada akhir pekan lalu.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin menjanjikan akan bertindak cepat dan keras sebagai tanggapan atas serangan kimia tersebut. Trump tampaknya akan mengambil langkah militer sebagai balasan terhadap penggunaan senjata kimia.

Pangeran MBS
Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menghadiri rapat kabinet di Riyadh, Arab Saudi (ANTARA FOTO/Saudi Press Agency/Handout via REUTERS)

"Kalau persekutuan dengan mitra-mitra kami membutuhkannya, kami akan ikut (bergabung dalam tanggapan militer, red)," kata Pangeran Mohammed dalam acara jumpa pers bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron pada akhir lawatan tiga harinya di Paris. Selasa (10/4).

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir sebagaimana dilansir Antara dari Reuters mengatakan kepada para wartawan bahwa sejumlah negara sedang melakukan pembahasan soal langkah yang akan ditempuh untuk menanggapi serangan senjata kimia di Suriah. Ia mendesak agar pihak yang bersalah dalam serangan itu diadili.

"Sikap kami adalah bahwa mereka yang bertanggung jawab harus diadili dan dibawa ke pengadilan," katanya.

Serangan pada Sabtu malam itu menewaskan setidaknya 60 orang dan mencederai lebih dari 1.000 lainnya di beberapa lokasi di Douma, kota di dekat ibu kota negara Suriah, Damaskus, menurut Persatuan Organisasi Layanan Medis.

Ketika ditanya apakah Arab Saudi akan mengambil bagian dalam tanggapan seperti itu, al-Jubeir menolak berkomentar.

"Saya tidak ingin berandai-andai soal apa yang akan terjadi dan tidak terjadi. Yang bisa saya katakan hanyalah bahwa pembahasan sedang berlangsung menyangkut pilihan-pilihan yang ada untuk menangani masalah ini," katanya.(*)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH