Pangeran MBS Janji Kembalikan Arab Saudi pada Islam Moderat dan Toleran Archbishop of Canterbury Justin Welby menyambut Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman saat ia tiba di Lambeth Palace, London (ANTARA FOTO/REUTERS/Yui Mok/Pool)

MerahPutih.Com - Kunjungan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman ke Inggris memiliki sejumlah agenda penting dan jadwal yang padat.

Mulai dari pertemuan dengan Ratu Elizabeth II dan Perdana Menteri Inggris Theresa May, Pangeran MBS juga menyempatkan diri dengan pemimpin tertinggi gereja Anglikan yakni Uskup Agung Canterbury Justin Welby.

Pertemuan dengan Uskup Agung Canterbury berlangsung di Istana Lambeth pusat kota London. Sekitar satu jam Pangeran MBS berbicara dengan Uskup Agung Anglikan. Sebagaimana diketahui Uskup Agung Canterbury merupakan kepala gereja Anglikan yang jumlah umatnya mencapai ratusan juta di seluruh dunia.

"Putra Mahkota membuat komitmen kuat untuk mengenalkan tradisi perbedaan yang tumbuh dengan maju, serta dialog antar keyakinan dengan kerajaan dan seterusnya," tulis sebuah pernyataan dari Istana Lambeth, dikutip dari Arabnews.com.

Pada kesempatan yang sama berdasarkan keterangan pihak Kedutaan Arab Saudi dan Kementerian Luar Negeri Inggris, Pangeran MBS juga mengundang Uskup Agung Canterbury Justin Welby berkunjung ke Arab Saudi.

Dalam pertemuan dengan kepala gereja Anglikan, Pangeran MBS menyatakan komitmennya ingin mengembalikan Arab Saudi pada Islam moderat yang terbuka pada dunia dan toleran pada semua keyakinan.

Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman dan Uskup Agung Anglikan menyaksikan sebuah tulisan awal dari Kristiani, Muslim, dan Yahudi, termasuk bagian Alquran yang ditemukan di perpustakaan Universitas Birmingham pada tahun 2015, yang diperkirakan menjadi salah satu yang tertua di dunia.

"Uskup Agung berbagi perhatiannya tentang tempat beribadah Kristiani yang terbatas di Arab Saudi, dan menekankan pentingnya bagi para pemimpin agama untuk mendukung kebebasan beragama atau berkeyakinan, berdasar pengalaman di Inggris, tulis sebuah pernyataan.

Welby juga menyerukan keprihatinannya pada situasi kemanusiaan di Yaman, di mana kelompok milisi Houthi menyerang pemerintahan resmi pada tahun 2014 yang menyebabkan konflik.

Sebelumnya pada awal pekan ini, Pangeran MBS dalam kunjungannya ke Kairo, Mesir sempat bertemu dengan Paus Koptik Tawadros II. Dalam pertemuan dengan pemimpin tertinggi gereja di Mesir itu, Pangeran MBS mengundang umat Kristiani di negara tersebut untuk berkunjung ke Arab Saudi.

Dalam jadwal yang padat, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman bertemu pemimpin politik dan agama pada kunjungan penting hari kedua di Inggris, Kamis (8/3).

Melanjutkan hari pertama, saat ia makan siang bersama Ratu Elizabeth II dan bertemu Perdana Menteri Inggris Theresa May, putra mahkota juga bertemu anggota parlemen dan menteri saat ketua bisnis dari kedua negara bertemu di ibu kota.

Pada Rabu malam, Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson sebagaimana dilansir Antara dari Reuters mengatakan bahwa Iran memainkan peran yang merusak dan berbahaya di Yaman serta mengacaukan kestabilan kawasan.

Berbicara dalam konferensi pers dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel Al-Jubeir, ia mengatakan bahwa sudah ada perjanjian Inggris-Saudi untuk mengendalikan pelayaran pada rencana pembukaan pelabuhan di Yaman.

Al-Jubeir mengatakan bahwa negaranya sepakat dengan Inggris untuk menggentarkan Iran dan menghentikan dukungannya kepada kelompok teroris.

"Kami mendukung proses transisi dan dialog politik di Yaman. Perang di sana membebani kita," katanya menambahkan.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi menegaskan bahwa negaranya tetap melanjutkan bantuan kemanusiaan kepada Yaman usai perang.

Kemarin, Putra Mahkota uga bertemu Menteri Keuangan Philip Hammond dan mendiskusikan cara-cara untuk meningkatkan kerja sama ekonomi kedua negara sebagaimana meningkatnya kemungkinan peluang dari implementasi "Vision 2030" untuk menggeser ekonomi Arab Saudi dari minyak.(*)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH