Pangeran MBS Akui Israel, Raja Salman Tegaskan Tetap Dukung Palestina Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz bersama Putra Mahkota Mohammed bin Salman. (Twitter/hrhpsauds)

MerahPutih.Com - Dalam sebuah wawancara dengan media baru-baru ini, Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman menyatakan bahwa Israel berhak atas tanah mereka.

Kontan saja pernyataan sang Putra Mahkota memicu dampak politik yang luar biasa bagi konflik Palestina dan Israel. Media-media barat mensinyalir pernyataan Pangeran MBS sebagai tanda pengakuan Arab Saudi atas Israel. Tak ingin pernyataan putranya menjadi polemik dan alat politik kelompok tertentu, Raja Salman angkat bicara.

Raja Salman kembali menegasikan dukungan Arab Saudi untuk negara Palestina.

Raja juga menekankan perlunya memajukan proses perdamaian dalam panggilan telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin malam, yang dilakukan setelah pasukan keamanan Israel menewaskan 16 warga Palestina pekan lalu selama unjuk rasa di sepanjang perbatasan Israel-Gaza. Jumlahnya meningkat menjadi 17 orang sampai Selasa kemarin.

Raja Salman menegaskan kembali "sikap teguh kerajaan terhadap masalah Palestina dan hak sah rakyat Palestina untuk sebuah negara merdeka dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya", demikian kantor berita SPA Rabu.

Raja Salman

Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud. (Foto: theeventchronicle.com)

Presiden Palestina Mahmoud Abbas memuji Raja Salman, berterima kasih atas dukungannya.

"Presiden Abbas menyatakan rasa terima kasih dan penghargaannya ... atas posisinya yang mendukung rakyat Palestina, perkara Palestina dan perkara Yerusalem serta tempat-tempat sakralnya," demikian pernyataan Abbas yang diterbitkan kantor berita resmi Palestina, WAFA.

Abbas juga memuji Arab Saudi karena terus mendukung hak rakyat Palestina mendirikan negara merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, demikian dalam pernyataan itu.

Laporan tersebut tidak merujuk pernyataan Putra Mahkota Mohammed bin Salman dalam wawancara yang dipublikasikan pada Senin oleh majalah Amerika Serikat "The Atlantic," yang merupakan pertanda publik terbaru bahwa hubungan antara Arab Saudi dan Israel kemungkinan berkembang menjadi semakin dekat.

Ketika ditanya apakah dia percaya orang-orang Yahudi memiliki hak untuk bangsa-negara di setidaknya bagian dari tanah air leluhur mereka, Pangeran Mohammed, sebagaimana dikutip dalam wawancara tersebut, menyatakan demikian.

"Saya yakin orang Palestina dan Israel mempunyai hak untuk memiliki tanah mereka sendiri. Tetapi, kita harus memiliki perjanjian damai untuk menjamin stabilitas bagi semua orang dan memiliki hubungan yang normal," jawabnya sebagaimana dilansir Antara dari Reuters.

Arab Saudi, tempat kelahiran Islam dan rumah bagi tempat-tempat tersuci, tidak mengakui Israel. Pihaknya telah bertahun-tahun bertahan bahwa normalisasi hubungan bergantung pada mundurnya Israel dari tanah Arab yang direbut dalam perang Timur Tengah 1967, wilayah yang diinginkan Palestina untuk menjadi negara di masa depan.

Ketegangan yang meningkat antara Riyadh dan Teheran telah memicu spekulasi bahwa kepentingan bersama kemungkinan dapat mendorong Arab Saudi dan Israel untuk bekerja bersama melawan apa yang mereka lihat sebagai ancaman laten Iran.(*)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH