Pangdam Jaya Siap Tumpas Premanisme Berkedok Debt Collector Hingga Geng Motor Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman berpose dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mohammad Fadil Imran. (ANTARA/Andi Firdaus).

Merahputih.com - Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman tegas akan menumpas perilaku premanisme debt collector yang berulah di wilayah Jabodetabek.

Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran untuk tidak memberikan toleransi terhadap aksi premanisme debt collector.

"Premanisme yang lain seperti geng motor dan sebagainya, rencana kita akan tumpas," kata Dudung di Kodam Jaya, Cawang, Jakarta Timur, Senin (10/5).

Baca Juga:

TNI AD Jawab Isu Kerahkan Tank untuk Penyekatan Mudik

Hal itu disampaikan Dudung merespons ulah para debt collector yang hendak merampas mobil yang dikendarai anggota TNI ketika hendak mengantar orang sakit.

Tidak ada lagi kegiatan premanisme yang membuat masyarakat resah. Dudung meminta agar semua pihak menciptakan wilayah Jabodetabek yang tentram, damai, dan masyarakat bisa bebas melaksanakan kegiatan tanpa rasa takut.

Ia juga meminta masyarakat untuk segera melapor kepada TNI-Polri apabila terjadi tindak premanisme.

"Laporkan ke TNI-Polri, maka kami akan bantu secepat mungkin untuk membantu masyarakat," kata dia.

Dudung juga mengimbau kepada pihak kreditur untuk memberikan toleransi dan tidak lagi melakukan aksi premanisme saat melakukan penagihan.

Tangkapan layar perampasan mobil yang dikendarai anggota TNI oleh debt collector. (Foto: MP/Twitter)
Tangkapan layar perampasan mobil yang dikendarai anggota TNI oleh debt collector. (Foto: MP/Twitter)

Pasalnya, pemerintah sudah memberikan restrukturisasi kredit untuk meringankan beban debitur di tengah pandemi COVID-19.

"Dari OJK ini sudah resmi memperpanjang restrukturisasi kredit hingga Maret 2022. Kebijakan ini diharapkan meringankan debitur di masa pandemi COVID-19," kata Dudung.

Dudung juga meminta masyarakat melaporkan tindakan-tindakan premanisme yang terjadi. Dia memastikan TNI-Polri akan menindaklanjuti laporan tersebut.

"Jangan pernah takut kepada kelompok-kelompok premanisme yang ada di DKI ini," terang dia.

Sebelumnya, anggota Kodam Jaya Serda Nurhadi dikepung debt collector di Jakarta Utara (Jakut). Serda Nurhadi saat itu hanya ingin menolong warga.

Baca Juga:

Tes Novel dan Para Pegawai KPK Libatkan BAIS, BIN, BNPT dan Psikologi TNI AD

Belasan debt collector mengadang sebuah mobil yang dikemudikan oleh anggota Badan Pembina Desa (Babinsa) itu diduga karena kendaraan itu menunggak cicilan selama delapan bulan.

Aksi pengadangan di Tol Koja Barat-Jakarta Utara tersebut diketahui terjadi pada Kamis (6/5) lalu.

"Didapatkan informasi bahwa mobil jenis Honda Mobilio B 2638 BZK tersebut ada tunggakan kredit leasing Clipan selama delapan bulan," kata Wakapolres Metro Jakut AKBP Nasriadi dalam keterangannya, Senin (10/5). (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Cuaca Ekstrem, BMKG Ingatkan Warga di 21 Wilayah Indonesia tidak Keluar Rumah
Indonesia
Cuaca Ekstrem, BMKG Ingatkan Warga di 21 Wilayah Indonesia tidak Keluar Rumah

Warga diminta agar mewaspadai cuaca ekstrem untuk curah hujan sedang hingga lebat yang diperkirakan terjadi di 21 wilayah di Tanah Air pada Jumat (15/10).

Dewas KPK Sebut Penyidik Robin Terima Duit Rp 1,6 Miliar
Indonesia
Dewas KPK Sebut Penyidik Robin Terima Duit Rp 1,6 Miliar

Dewas KPK telah memberhantikan penyidik Ajun Komisaris Polisi (AKP) Stepanus Robin Pattuju dengan tidak hormat melalui sidang etik.

 Kepsek Banten Diinstruksikan Jadi Relawan COVID, Guru Diimbau Jaga Semangat
Indonesia
Kepsek Banten Diinstruksikan Jadi Relawan COVID, Guru Diimbau Jaga Semangat

COVID-19 telah banyak meminta korban termasuk para guru.

Kasus COVID-19 Jabar Melonjak, Layanan Ambulans Kewalahan
Indonesia
Kasus COVID-19 Jabar Melonjak, Layanan Ambulans Kewalahan

Melonjaknya kasus diduga karena mulai meningkatnya paparan kasus COVID-19 oleh varian Delta, yaitu virus mutan yang pertama kali diidentifikasi di India.

[HOAKS atau FAKTA] : Luhut dan Mahfud Tak Divaksin Karena Alasan Usia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Luhut dan Mahfud Tak Divaksin Karena Alasan Usia

Akun Facebook Farross Arkan pada 24 Januari 2022 mengunggah gambar tangkapan layar artikel CNN Indonesia yang berjudul “Daftar Menteri Gagal Syarat Usia Vaksin: Mahfud hingga Luhut” dengan narasi

Dewas KPK Nyatakan Firli Cs Tidak Cukup Bukti Langgar Etik dalam Polemik TWK
Indonesia
Dewas KPK Nyatakan Firli Cs Tidak Cukup Bukti Langgar Etik dalam Polemik TWK

Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) menyatakan, Firli Bahuri Cs tidak cukup bukti melanggar etik terkait polemik tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai syarat alih status pegawai menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Warga Dilarang Bepergian Selama Perayaan Imlek
Indonesia
Warga Dilarang Bepergian Selama Perayaan Imlek

Kemenag mengimbau agar selama Tahun Baru Imlek 2573 Kongzili masyarakat tidak mudik dan melakukan kumpul bersama keluarga besar.

Azis Syamsuddin dan Kader Golkar Disebut Setor Rp 3,6 Miliar ke AKP Robin
Indonesia
Azis Syamsuddin dan Kader Golkar Disebut Setor Rp 3,6 Miliar ke AKP Robin

Dalam surat dakwaan disebut pada awalnya sekitar Agustus 2020, Robin dimintai tolong Azis Syamsudin berdiskusi dengan Maskur Husain apakah bersedia mengurus kasus yang melibatkan Azis Syamsudin dan Aliza Gunado terkait penyelidikan KPK di Lampung Tengah.

Kini, Waktu Tempuh Kereta Api Bandung Solo Lebih Cepat 45 Menit
Indonesia
Kini, Waktu Tempuh Kereta Api Bandung Solo Lebih Cepat 45 Menit

Berbagai inovasi dihadirkan guna menciptakan customer experience yang lebih baik dan memberi nilai tambah kepada para penumpang.

Cegah Penyebaran Omicron, Penonton MotoGP Dikurangi 40 Ribu Orang
Indonesia
Cegah Penyebaran Omicron, Penonton MotoGP Dikurangi 40 Ribu Orang

Peningkatan vaksinasi di NTB dibanding minggu lalu pada dosis-1, 2, dan 3 masih berkisar antara 0,5 persen sampai 2 persen.