Kesehatan

Jangan Paksakan Anak Berolahraga

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 20 Juni 2018
Jangan Paksakan Anak Berolahraga
Doronglah anak-anak untuk berolahraga. (Foto: Pexels/Lukas)

OLAHRAGA tak dibatasi oleh usia. Namun memang harus disesuaikan antara usia dengan aktivitas olahraganya. Olahraga merupakan salah satu cara untuk mengembangkan kemampuan fisik anak agar ia dapat beraktivitas dengan lincah dan ceria. Sebagai orang tua, sudah menjadi kewajiban kita untuk memilihkan jenis olahraga yang tepat bagi anak.

Bagi orangtua yang berencana berolahraga bersama keluarga, perlu diingat adalah tak semua jenis olahraga yang biasa kamu lakukan dapat dilakukan juga oleh anak. Ada beberapa jenis olahraga terlalu berat untuk rentang usia tertentu sehingga dapat menyebabkan cedera. Agar lebih jelas, yuk kita simak beberapa panduan yang ditulis dalam laman Go Dok, dalam memilih olahraga yang tepat untuk si kecil!

1. Jenis Olahraga

anak-anak
Pilihlah olahraga sesuai dengan usianya. (Foto: Pexels/Juan Salamanca)


Pertama, berikanlah anak kebebasan untuk memilih sendiri olahraga yang disenanginya. Jangan paksakan jenis olahraga yang kamu inginkan pada anak. Karena segala sesuatu yang dipaksakan membuat prosesnya menjadi membosankan dan melelahkan. Agar semangatnya terpacu, lebih baik biarkan sang anak memilih olahraga favoritnya.

Jika jenis olahrga sudah ditentukan, sudah menjadi tugas orangtua untuk mendukung buah hati dengan berbagai cara. Seperti menyediakan kelengkapan alat olahraga yang dibutuhkan. Kemudian mencari tempat berlatih terdekat. Bersiap mengantar dan menjemput anak setiap latihan.

Ini dia beberapa panduan dalam memilih jenis olahraga sesuai dengan rentang usia:

2-3 tahun

Anak mulai bisa berjalan dan berlari. Karenanya, pilih olahraga ringan, seperti jalan-jalan sore di taman. Ingat, lakukan kegiatan tadi serutin mungkin untuk memacu tumbuh kembang motorik anak.

4-5 tahun

Dalam rentang usia ini, anak mulai menggunakan objek dalam aktivitasnya, seperti melempar dan menangkap bola. Olahraga futsal, kasti, atau sepak bola dapat menjadi alternatif yang dapat dicoba.

5-6 tahun

Di usia ini, anak mampu melakukan berbagai macam keterampilan, seperti, latihan keseimbangan, memanjat, berbaris atau berenang. Karenanya, pilihan olahraga yang dapat dicoba pun semakin beragam.


2. Konsultasi dengan Dokter

anak-anak
Sebaiknya mengonsultasikan ke dokter bila ingin mengajak anak berolahraga tertentu. (Foto: Pexels/pixabay)


Untuk mengetahui apakah kondisi tubuh anak sesuai dengan jenis olahraga yang dipilih. Orangtua dapat berkonsultasi langsung dengan dokter. Disarankan untuk melakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Jika ternyata anak mengidap penyakit tertentu, konsultasikan jenis olahraga apa yang aman untuk dilakukan agar tetap aman tapi tetap aktif tanpa membahayakan kesehatannya.


3. Bimbingan dan Dukungan Orangtua

anak-anak
Berikanlah bimbingan dan dukungan moral. (Foto: Pexels/Lukas)


Hal yang seringkali dilupakan oleh orang tua adalah memberikan bimbingan dan dukungan moral untuk setiap kegiatan anak. Dua hal tadi sangat penting dalam membangun rasa percaya diri anak karena ia akan merasa lebih dihargai sebagai individu. Berikan dukungan seperti hadir pada setiap pertandingan tanpa memaksakan anak untuk menjadi juara. Selain itu, jangan salahkan anak jika ia membuat kesalahan, tapi beri ia pengertian tentang apa yang sebaiknya dilakukan. (psr)

#Anak #Anak-anak #Olahraga
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love
Bagikan