Pandemi COVID-19, Penyelamatan Jiwa Manusia Harus Jadi Prioritas Anggota Komisi XI DPR RI Ahmad Najib Qordatullah (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Anggota Komisi XI DPR RI Ahmad Najib Qordatullah meminta pemerintah menjadikan penyelamatan jiwa manusia dalam penanganan pandemi COVID-19 sebagai prioritas utama.

Hal tersebut disampaikan Najib merespon hasil rapat Komisi XI DPR RI dengan Menteri Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjaminan Simpanan guna melakukan mitigasi dampak COVID-19.

Baca Juga:

Pengamat Pertanyakan Kewibawaan Presiden Jokowi Dalam Penanganan COVID-19

"Yang saya ingin sampaikan sebenernya dalam hal prioritas anggaran. dimana penanganan wabah dalam arti menyelamatkan jiwa manusia haruslah menjadi urutan pertama diatas segalanya," kata Najib kepada wartawan, Selasa, (7/4).

Politisi PAN Ahmad Najib minta pemerintah perhatikan nasib rakyat di tengah pandemi corona
Politisi PAN Ahmad Najib (Foto: antaranews)

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengaku hingga saat ini masih mendapat laporan dari lapangan tentang kelangkaan alat kesehatan.

"Ini harus segera di selesaikan denhan harga berapa pun," tegas Najib.

Ketua DPW PAN Jawa Barat ini juga meminta pemerintah dapat memastikan ketahanan pangan dalam menghadapi situasi terburuk akibat virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok tersebut.

"Tidak terjadi kekuranngan pangan di masyarakat. baru kemudian prioritas- prioritas lainya. Urusan kemanusiaan tidak bisa menunggu berbeda dengan masalah lainya," kata Najib.

Sebagaimana diwartakan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ketika rapat kerja bersama BI, OJK dan LPS dengan Komisi XI DPR RI secara virtual di Jakarta, Senin (6/4/2020) optimistis proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih akan tumbuh di zona positif meski melambat di tengah pandemik COVID-19 yang melanda hampir seluruh negara.

Menurut Menkeu, pertumbuhan itu sesuai dengan proyeksi lembaga keuangan internasional seperti Bank Pembangunan Asia (ADB) pada April 2020 yang menyebut pertumbuhan ekonomi RI tahun ini mencapai 2,5 persen.

Baca Juga:

Menkeu Sri Mulyani Ungkap Skema Penyaluran Stimulus Rp150 Triliun untuk Dunia Usaha

Sedangkan Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi RI berkisar negatif 3,5 persen hingga 2,1 persen. Sementara itu, lembaga pemeringkat Moody’s memproyeksi pertumbuhan ekonomi RI tahun ini mencapai tiga persen dan akan kembali naik pada tahun 2021 sebesar 4,3 persen.

Dengan proyeksi itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih lebih baik dibandingkan beberapa negara besar di kawasan. China, lanjut dia, berdasarkan proyeksi Bank Dunia tahun ini diperkirakan akan tumbuh melambat namun masih di zona positif kisaran 0,1 hingga 2,3 persen dan ADB mencapai 2,3 persen. Sedangkan India, oleh ADB diproyeksi tumbuh 4,0 persen.(Pon)

Baca Juga:

MPR Soroti Perbedaan Data Korban COVID-19 antara BNPB dan Kemenkes

Kredit : ponco


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH