Pandemi COVID-19, Kasus Narkoba di Jateng Naik hingga Rutan Over Kapasitas Ilustrasi - narapidana (Antara/Istimewa)

MerahPutih.com - Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah mencatat adanya kenaikan jumlah kasus penyalahgunaan narkoba selama pandemi COVID-19. Kondisi tersebut mengakibatkan sejumlah rumah tahanan (rutan) di Jawa Tengah mengalami over kapasitas.

Demikian diungkapkan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Priyanto di sela kegiatan sosial membagikan 5.000 paket sembako bagi masyarakat kurang mampu terdampak COVID-19, Lapangan Banyuanyar, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Rabu (15/7).

Baca Juga:

Nusakambangan Siap Bikin Sipir Terlibat Narkoba Kapok

"Selama pandemi COVID-19, jumlah kasus penyalahgunaan narkoba di Jawa Tengah naik cukup signifikan. Banyaknya kasus tersebut berdampak pada over kapasitas di sejumlah rutan di Jawa Tengah," ujar Priyanto.

Dikatakannya, rutan Solo salah satu tempat penahanan di Jawa Tengah yang dipenuhi napi narkoba. Bahkan, ada sejumlah rutan yang terpaksa menolak napi baru karena memang kondisinya sudah over kapasitas.

"Disetopnya napi atau tersangka masuk rutan karena ada yang positif COVID-19, membuat pihak kejaksaan kewalahan. Tersangka kemudian dititipkan pada penyidik-penyidik, polsek dan lainnya," papar dia.

 Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Priyanto (kiri) saat membagikan 5.000 paket sembako di Solo, Jawa Tengah, Rabu (15/7). (MP/Ismail)
Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Priyanto (kiri) saat membagikan 5.000 paket sembako di Solo, Jawa Tengah, Rabu (15/7). (MP/Ismail)

Priyanto mengusulkan agar tidak semua kasus masuk ke pengadilan. Di mana untuk perkara-perkara yang ringan atau tipiring serta kasus korupsi dengan kerugian rendah, bisa diselesaikan melalui mediasi.

"Jangan semua dibawa pengadilan semua. Kondisi rutan sudah over kapasitas. Ini bisa jadi bahan evaluasi serta masukan bagi pemerintah daerah untuk mengeluarkan perda (peraturan daerah) terkait itu," katanya.

Baca Juga:

BNN Telusuri Aset Rp142 Miliar Milik Bandar Narkoba Aceh Yang Sebagian Raib

Ia mencontohkan di Sumatera Barat ada istilah jaksa masuk balai adat. Kalau ada persoalan di tengah masyarakat berkaitan dengan pelanggaran hukum adat-adat, penipuan adat, penipuan yang berkaitan dengan harta waris, bisa diselesaikan melalui adat.

"Kalau itu diterapkan di daerah lain sangat baik dengan menyesuikan adat masing-masing atau aturan aturan daerah (perda)," tutup Priyanto. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Puluhan Bandar Narkoba Dijebloskan ke Lapas Super Maximum Security Nusakambangan


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH