Pandemi COVID-19 Diprediksi Berakhir Paling Lambat Pertengahan 2023 Petugas menguburkan peti berisi jenazah COVID-19 di TPU Rorotan, Jakarta Utara, Senin, (28/6/2021). (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

MerahPutih.com - Hingga kini pandemi COVID-19 masih belum usai setelah kurang lebih melanda dunia selama 2,5 tahun. Virus corona baru penyebab COVID-19 pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Tiongkok pada Desember 2019 dan WHO menyatakan pandemi global pada Maret 2020.

Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman memprediksi, status pandemi COVID-19 di dunia berakhir paling lambat pada pertengahan 2023.

"Saya prediksi, kalau semua indikator terpenuhi, setidaknya bisa akhir tahun ini, atau awal tahun depan, atau bahkan paling lambat pertengahan tahun depan itu sudah bisa dicabut status Public Health Emergency International Concern (PHEIC). Itu artinya secara tidak langsung, mengakhiri pandemi," kata Dicky Budiman yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (20/9).

Baca Juga:

Pandemi Terkendali, Masyarakat Masih Penting Gunakan Masker

Ia mengatakan, indikator yang dimaksud di antaranya angka kematian yang rendah, angka kasus orang dirawat di rumah sakit yang rendah, serta angka konfirmasi positif yang rendah.

Menurut Dicky hal itu bisa dicapai melalui intervensi kesehatan masyarakat dengan protokol kesehatan menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan (3M) serta tracing, testing, dan treatment (3T).

Selain itu, vaksinasi COVID-19 menjadi bagian terpenting dalam upaya menekan laju kasus agar mata rantai penularan pada penduduk rentan seperti lansia maupun mereka yang berkomorbid bisa diputus.

"Ini yang disebut bisa menjadi dasar bahwa endemi sudah on the track, bahwa akhir dari pandemi sudah kelihatan," katanya, seperti dikutip Antara.

Dilansir dari laporan analisis Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes RI per 17 September 2022 diinformasikan terjadi penurunan laju kasus COVID-19 dalam dua pekan terakhir.

Tren kasus konfirmasi pada dua pekan terakhir mengalami penurunan dari 3.815 menjadi 2.367 kasus. Kasus aktif menurun dari 44.568 menjadi 30.525 kasus.

Dalam periode yang sama angka kematian mengalami penurunan dari 2,48 menjadi 2,47 persen. Jumlah pasien dirawat menurun dari 3.898 menjadi 3.341 orang.

Baca Juga:

Jokowi Belum Tetapkan Pandemi di RI Berakhir, 2.518 Orang Terinfeksi COVID-19 Hari Ini

Pun pada tren keterisian rumah sakit pada dua pekan terakhir turun dari 6,10 persen menjadi 5,34 persen dengan jumlah spesimen yang diperiksa menurun dari 79.083 menjadi 63.827 sampel.

Tren positivity rate dalam kurun waktu yang sama mengalami penurunan dari 10,28 persen menjadi 8,00 persen. Rasio kontak erat meningkat dari 7,5 menjadi 8,0 persen dari yang seharusnya di atas 15 persen.

Persentase cakupan vaksinasi COVID-19 primer dosis 1 sebesar 86,93 persen, persentase cakupan vaksinasi COVID-19 primer dosis 2 sebesar 72,70 persen, dan persentase cakupan vaksinasi booster 1 sebesar 26,59 persen dari total target sasaran 234,66 juta jiwa.

"Artinya, daya upaya yang dilakukan berbagai negara, termasuk Indonesia itu sudah benar, dan makanya ini adalah momentum untuk terus dipercepat, jangan sampai kita keduluan oleh mutasi virus ini," ujarnya.

Secara terpisah, Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono mengatakan, posisi Indonesia pada akhir 2022 sangat tepat untuk mulai mengakhiri pandemi.

"Lakukan secara bertahap dengan menghapus pembatasan kegiatan masyarakat dan tetap mengejar cakupan vaksinasi," ujarnya.

Ia mengatakan, September 2022 menjadi waktu transisi bagi Indonesia ke pemulihan sosial ekonomi dengan memperhatikan kelompok yang paling terdampak.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan endemi di depan mata berdasarkan indikator perkembangan kasus COVID-19 terkini di berbagai belahan dunia. (*)

Baca Juga:

Jokowi Tunggu Keputusan WHO Soal Berakhirnya Pandemi COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
DInkes DKI Minta Masyarakat Tidak Pilih-Pilih Vaksin Booster
Indonesia
DInkes DKI Minta Masyarakat Tidak Pilih-Pilih Vaksin Booster

Untuk itu, bagi seluruh masyarakat Jakarta, mari manfaatkan kesempatan dan ketersediaan vaksin saat ini

Menkominfo dan Dewan Pers Bahas Regulasi Hak Penerbit
Indonesia
Menkominfo dan Dewan Pers Bahas Regulasi Hak Penerbit

Dalam pertemuan itu, Menkominfo Johnny G. Plate mengajak semua pihak untuk meningkatkan kerja sama penyiapan regulasi hak penerbit untuk menghadirkan konvergensi industri media di Indonesia.

Pemkot Bandung Pasang CCTV di Kawasan Rawan Aksi Begal
Indonesia
Pemkot Bandung Pasang CCTV di Kawasan Rawan Aksi Begal

Kejadian begal terjadi di Jalan Sudirman, Kota Bandung, Jawa Barat, yang menewaskan dua orang pada Rabu (16/11) dini hari.

30 Bus Listrik TransJakarta Resmi Beroperasi, Anies: Solusi Hadapi Polusi Udara
Indonesia
30 Bus Listrik TransJakarta Resmi Beroperasi, Anies: Solusi Hadapi Polusi Udara

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara resmi meluncurkan 30 armada bus bebas emisi berbasis listrik. Armada tersebut dihadirkan di guna menekan polusi udara di Ibu Kota.

Presiden Filipina Ingin Lihat Produk Asli Indonesia, Jokowi Ajak Jalan ke Sarinah
Indonesia
Presiden Filipina Ingin Lihat Produk Asli Indonesia, Jokowi Ajak Jalan ke Sarinah

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dengan antusias mengajak Presiden Ferdinand Romualdez Marcos Jr dan Ibu Negara Filipina Louise Araneta Marcos melihat produk-produk asli Indonesia.

Bank DKI Raup Laba Bersih Rp 726 Miliar di Kuartal III-2022
Indonesia
Bank DKI Raup Laba Bersih Rp 726 Miliar di Kuartal III-2022

Perolehan laba ini naik 28,8 persen dibanding periode sama tahun lalu yang hanya Rp 564 miliar.

AHY Minta Insan Pers Tetap Jadi Mitra Partai Politik
Indonesia
AHY Minta Insan Pers Tetap Jadi Mitra Partai Politik

Bagi Partai Demokrat, pers tidak saja berperan sebagai penggerak demokrasi

[HOAKS atau FAKTA]: Enzim Luciferase Dalam Vaksin Bisa Jadi Alat Pelacak
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Enzim Luciferase Dalam Vaksin Bisa Jadi Alat Pelacak

Dlam klaim video menyebutkan untuk melancarkan kode mRNA maka harus mengubah sistem kekebalan agar tubuh tidak menganggap mRNA palsu.

Polri Ungkap Penyebab Kebakaran di Ruangan Baintelkam
Indonesia
Polri Ungkap Penyebab Kebakaran di Ruangan Baintelkam

Penyebab kebakaran di ruang Baintelkam itu diakibatkan oleh gangguan yang dialami dua baterai UPS (uninterruptible power supply).

Jaminan FIFA, Piala Dunia U-20 Tetap di Indonesia
Indonesia
Jaminan FIFA, Piala Dunia U-20 Tetap di Indonesia

Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menjamin Indonesia tak kehilangan hak menggelar Piala Dunia U-20 2023 usai tragedi Kanjuruhan.