Pandemi Corona, Ekonom Senior Sarankan Lockdown untuk Selamatkan Ekonomi Negara Ekonom Senior INDEF Dradjad Wibowo sarankan lockdown untuk cegah corona (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Ekonom senior Indef Dradjad Wibowo mendesak pemerintah harus lebih tegas untuk melakukan pencegahan penyebaran virus corona dibanding mempertimbangkan perekonomian.

Penyelamatan terbaiknya adalah dengan mencegah wabah ini meluas.

Baca Juga:

Pimpinan DPRD Minta Pemerintah Pikirkan Rakyat Kecil di Tengah Pandemi Corona

"Justru penyelamatan ekonomi paling bagus dan terbaik adalah mencegah wabahnya, salah satunya lockdown," ungkap Dradjad lewat diskusi teleconference Indef, Selasa (24/3).

Dradjad Wibowo desak pemerintah segera lakukan lockdown untuk cegah corona
Dradjad Wibowo desak pemerintah segera lakukan lockdown untuk cegah corona (Foto: antaranews)

Ia mengkhawatirkan, kalau tidak bisa mencegah wabah ini terus meluas, justru perekonomian akan makin anjlok, skenario terburuk tidak akan bisa diselamatkan.

"Pelajaran yang bisa diambil adalah kalau gagal mencegah wabah ini, ekonomi otomatis akan jauh merosot dan justru tidak ada lagi yang bisa diselamatkan," kata politikus senior PAN ini.

Dradjad pun menolak anggapan bahwa tak perlu melakukan hal ekstrim macam lockdown Indonesia bisa selamat dari corona. Dia tidak ingin pemerintah lambat dan membiarkan perekonomian terlanjur merosot sangat dalam.

"Melihat pengalaman Iran dan, Italia, ketika wabah mereka besar ekonomi praktis berhenti," jelas Dradjad.

Dradjad melihat seperti ada dua mata sisi antara mempertahankan ekonomi atau mencegah penyebaran virus.

Justru, jika tidak diambil langkah ekstrem, maka virus corona ini akan sulit dihilangkan. Sebaliknya, dengan lockdown, ekonomi akan berhenti sementara, namun setelah warganya pulih, maka ekonomi bisa ikut bangkit.

Ia berujar, keputusan lockdown suatu daerah harus berdasarkan permintaan ahli kesehatan. Politisi maupun ekonom, tidak boleh memberikan rekomendasi lockdown.

Baca Juga:

Rapid Test Diprioritaskan untuk Tenaga Medis dan Masyarakat di Zona Rawan

"Jangan memasukkan pertimbangan politik dan ekonomi untuk menentukan lockdown atau tidak. itu prinsip yang sangat kunci yang harus kita lakukan," ujar Dradjad.

Pencegahan penyebaran virus corona ini dianggap sangat penting mengingat kapasitas pelayanan kesehatan negara yang tidak mumpuni.

Oleh karenanya, Dradjad berharap pemerintah bisa menekan laju penyebaran virus corona dengan sebaik mungkin.(Knu)

Baca Juga:

DPD Sarankan Pemerintah Geser Anggaran PUPR dan Alutsista untuk Tangani COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
RUU Minuman Beralkohol Dipastikan Belum Masuk Prolegnas 2021
Indonesia
RUU Minuman Beralkohol Dipastikan Belum Masuk Prolegnas 2021

RUU Larangan Minuman Beralkohol kembali dibahas di Baleg usai diusulkan oleh 21 anggota DPR RI dari fraksi PPP, PKS, dan Gerindra.

KPU-Bawaslu Didorong Bikin Aturan Kampanye Daring
Indonesia
KPU-Bawaslu Didorong Bikin Aturan Kampanye Daring

KPU-Bawaslu Didorong Bikin Aturan Kampanye Daring

Vaksin Corona Bukan untuk Mengobati Penyakit
Indonesia
Vaksin Corona Bukan untuk Mengobati Penyakit

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga menegaskan, vaksin COVID-19 hanya untuk mencegah.

Cara Ciptakan Anak Cerdas Meski Hanya di Rumah Ala Kak Seto
Indonesia
Cara Ciptakan Anak Cerdas Meski Hanya di Rumah Ala Kak Seto

Kesempatan sedang di rumah saja saat ini merupakan momen yang berharga

Jokowi Disebut Bakal Disuntik Vaksin Rabu Depan, Ini Kata Sekjen PDIP
Indonesia
Jokowi Disebut Bakal Disuntik Vaksin Rabu Depan, Ini Kata Sekjen PDIP

Jokowi akan menjadi orang pertama yang divaksin Sinovac.

Wagub DKI Berharap Pilkada Digelar Tahun 2022
Indonesia
Wagub DKI Berharap Pilkada Digelar Tahun 2022

DPR saat ini tengah mengkaji undang-undang tentang penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada).

Komunitas Sepeda Padati Tempat Wisata Saat Libur Idul Adha
Indonesia
Komunitas Sepeda Padati Tempat Wisata Saat Libur Idul Adha

"Mayoritas komunitas persepedaan dan warga yang ingin keliling-keliling naik sepeda," ujar Kabag Humas TMII Sahda Silalahi.

RS UMMI Tegaskan Rizieq Shihab Minta Pulang Meski Hasil Tes Usap Belum Keluar
Indonesia
RS UMMI Tegaskan Rizieq Shihab Minta Pulang Meski Hasil Tes Usap Belum Keluar

"Keluarga tetap memilih opsi untuk pulang," ucap Andi

 Sebagian Penghuni Pilih Bertahan di Wisma Karantina Pademangan
Indonesia
Sebagian Penghuni Pilih Bertahan di Wisma Karantina Pademangan

Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) melaporkan bahwa sebagian penghuni betah tinggal di wisma dan tidak mau pulang. Mereka yang bertahan enggan untuk meninggalkan Jakarta.