Pandemi Corona Belum Berakhir, Omset Penjualan Batik di Pasar Klewer Solo Turun Drastis Hari Batik Nasional di Solo, Jawa Tengah tak mampu mendongkrak penjualan batik di Pasar Klewer akibat COVID-19, Jumat (2/10). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Kemeriahan Hari Batik Nasional (HBN) ke-12 atau 2 Oktober 2020 di Solo tidak nampak sama sekali di Solo, Jawa Tengah, Jumat (2/10). Tidak ada seremonial event besar untuk memperingati Hari Batik Nasional tahun ini.

Pemandangan ini tampak berbalik 100 persen pada peringatan Hari Batik Nasional Ke-11 pada 2019 lalu. Di mana, Presiden Jokowi bersama Ibu Negara, Iriana Jokowi datang khusus di Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah, untuk membuka acara peringatan Hari Batik Nasional.

Hal tersebut yang kemudian membuat geliat pengrajin batik dan penjual batik ikut terdongrak penjualannya. Namun, tidak berlaku pada tahun ini. Lesunya ekonomi nasional akibat dihantam wabah COVID-19 berkepanjagan sejak Maret lalu sampai sekarang membuat banyak pengrajin batik dan penjual terpukul.

Baca Juga

Pandemi COVID-19 Ancam Keberadaan Badak Afrika

Omset penjualan pedagang batik turun drastis. Pembatik dan pengrajin mengalami sepi orderan akibat banyak warga memilih mengencangkan ikat pinggangnya.

Kondisi itu dirasakan salah seorang pedagang batik di Pasar Klewer Solo, Ariyati (45). Ia mengaku sejak dihantam pagebluk corona Pasar Klewer yang merupakan sentra batik terbesar di Solo lesu dan limpung.

"Jumlah pembeli batik dari luar kota yang biasanya kulaan (membeli barang untuk dijual lagi) di Pasar Klewer sekarang menyusut drastis," kata Ariyati pada MerahPutih.com, Jumat (2/10).

Hari Batik Nasional di Solo, Jawa Tengah tak mampu mendongkrak penjualan batik di Pasar Klewer akibat COVID-19, Jumat (2/10). (MP/Ismail)
Hari Batik Nasional di Solo, Jawa Tengah tak mampu mendongkrak penjualan batik di Pasar Klewer akibat COVID-19, Jumat (2/10). (MP/Ismail)

Ia mengakui dampak COVID-19 sangat dirasakan hampir semua pedagang di Pasar Klewer. Dengan kondisi seperti sekarang orang pasti mengutamakan kesehatan dan mengeluarkan uang untuk membeli makan dibandingkan sandang atau pakaian batik.

"Kondisi normal, saya bisa mendapatkan untung sekitar Rp4 juta sampai Rp5 juta per hari. Sekarang uang Rp1 juta selama sepekan saja sangat sulit," kata dia.

Dampak sepinya pembeli, ia pun harus mengajukan restrukturisasi kredit di bank karena tidak mampu membayar utang bank akibat sepinya pembeli. Ia tidak mengetahui sampai kapan kondisi lesunya Pasar Klewer berakhir.

"Peringatan Hari Batik Nasional tahun ini juga tidak mampu mendongkrak penjualan. Berbeda dengan tahun lalu ramai pembeli," tutur dia.

Keluhan sama dirasakan Widi Suratno (51). Ia mengaku harus merumahkan beberapa karyawannya di toko karena tidak mampu lagi mengaji mereka akibat sepinya penjualan di Pasar Klewer Solo. Hari Batik Nasional tahun ini juga tidak berpihak pada pedagang batik di Pasar Klewer.

"Saya tidak tahu sampai kapan seperti ini. Saya berharap wanah corona ini segera hilang supaya pembeli dari luar kota mau belanja lagi di Solo," kata Widi.

Hari Batik Nasional di Solo, Jawa Tengah tak mampu mendongkrak penjualan batik di Pasar Klewer akibat COVID-19, Jumat (2/10). (MP/Ismail)
Hari Batik Nasional di Solo, Jawa Tengah tak mampu mendongkrak penjualan batik di Pasar Klewer akibat COVID-19, Jumat (2/10). (MP/Ismail)

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Solo, Heru Sunardi mengatakan penurunan omset terjadi di seluruh pasar tradisional di Solo. Hanya saja tingkat penurunan bervariasi tergantung jenis komoditas yang diperdagangkan.

“Untuk pasar-pasar yang jenis komoditasnya kebutuhan sehari-hari kira-kira turun sampai 30 persen. Tapi untuk pasar dengan jenis komoditas yang tidak harus dibeli setiap hari seperti pakaian di Pasar Klewer penurunan penjualan bisa 70 sampai 90 persen,” kata Heru.

Baca Juga

Cara Stylish Pakai Batik

Ia mengakui Pasar Klewer memang mengalami penurunan yang sangat signifikan. Pasar itu, terangnya, mengandalkan penjualan grosir. Sementara Pemerintah melarang kegiatan yang melibatkan orang banyak.

“Mereka ini kan mengandalkan orang beli seragam untuk acara nikahan, seragam seminar. Kalau kegiatan-kegiatan itu dilarang, otomatis tidak ada yang beli. Sekarang mereka hanya mengandalkan pembeli eceran," tutup dia. (Ismail/Jawa Tengah)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
ST Burhanuddin Tunjuk Setia Untung Arimuladi Sebagai Wakil Jaksa Agung
Indonesia
ST Burhanuddin Tunjuk Setia Untung Arimuladi Sebagai Wakil Jaksa Agung

Pelantikan akan digelar pada Senin (4/5) pukul 09.00 WIB

Mendagri Tito Prediksi Corona Berakhir 2022
Indonesia
Mendagri Tito Prediksi Corona Berakhir 2022

"Itu skenario yang paling cepat," kata Tito

Suap 'Ketuk Palu', Pejabat hingga Eks Legislator Jambi Diperiksa KPK
Indonesia
Suap 'Ketuk Palu', Pejabat hingga Eks Legislator Jambi Diperiksa KPK

"Mereka akan diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Tadjudin Hasan (TH)," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri

Ini Kata Polda Metro Soal Rencana Anies Buka Bioskop
Indonesia
Ini Kata Polda Metro Soal Rencana Anies Buka Bioskop

Pembicaraan antarinstansi bakal dilakukan untuk mengetahui untung dan rugi atas pembukaan bioskop.

Vaksin Sinovac Didaftarkan ke LPPOM MUI
Indonesia
Vaksin Sinovac Didaftarkan ke LPPOM MUI

Uji klinis vaksin Sinovac dilakukan BUMN produsen vaksin PT Bio Farma bersama peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad).

PSBB Diperpanjang, Ganjil-Genap Tidak Berlaku
Indonesia
PSBB Diperpanjang, Ganjil-Genap Tidak Berlaku

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan memperpanjang PSBB. PSBB diperpanjang sampai 11 Oktober 2020. Selama PSBB jilid 2 ini, Anies menyebut ada tanda-tanda pelandaian kasus positif dan kasus aktif di Jakarta.

Anies Dengar Cerita Penggali Kubur yang Bekerja di Bawah Terik Matahari dan Lampu Sorot
Indonesia
Anies Dengar Cerita Penggali Kubur yang Bekerja di Bawah Terik Matahari dan Lampu Sorot

Mereka menggali dan memakamkan jenazah dengan protokol COVID-19

Update COVID-19 DKI Sabtu (13/6): 8.748 Orang Positif, 3.840 Pasien Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 DKI Sabtu (13/6): 8.748 Orang Positif, 3.840 Pasien Sembuh

Terdapat penambahan jumlah kasus positif sebanyak 120 kasus.

Saksi Beberkan Skema Penyerahan Uang dari Djoko Tjandra ke Tommy Sumardi
Indonesia
Saksi Beberkan Skema Penyerahan Uang dari Djoko Tjandra ke Tommy Sumardi

Dua pegawai Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra di Mulia Group, Nurmawan Fransisca dan Nurdin membenarkan ada penyerahan uang atas perintah bosnya.

Tanpa Rieke Diah Pitaloka, PDIP Yakin Kinerja Baleg Makin Kuat
Indonesia
Tanpa Rieke Diah Pitaloka, PDIP Yakin Kinerja Baleg Makin Kuat

Pimpinan F-PDIP telah mengirimkan surat kepada Kesetjenan DPR