Pandangan Jokowi di KTT ke-11 ASEAN-PBB Presiden Jokowi menghadiri KTT ASEAN-PBB secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/11). (Foto: Biro Pers Setpres/Lukas)

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpidato di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-11 ASEAN-PBB yang digelar secara virtual, Minggu (15/11). Pada kesempatan itu, Kepala Negara menyampikan sejumlah pandangan.

Sebagaimana dalam keterangan tertulis yang diterima dari Biro Pers Sekretariat Presiden, Jokowi menyuarakan peran PBB dalam multilateralisme, pemenuhan akses obat dan vaksin, hingga menjaga kemajemukan dan toleransi.

“Pertama, PBB harus mengembalikan kepercayaan terhadap multilateralisme. Kepercayaan akan tumbuh jika multilateralisme dapat memenuhi harapan masyarakat dunia khususnya dalam melawan pandemik," kata Jokowi.

Baca Juga

Politisi PDIP Kritik Ketidaktegasan Pemerintah soal Kerumunan Penyambutan Rizieq Shihab

Dalam jangka pendek, lanjut Presiden, PBB harus berperan memenuhi akses terhadap obat-obatan dan vaksin bagi semua. Dalam jangka panjang, PBB dan ASEAN dapat berkolaborasi memastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan pandemi baru di masa mendatang.

“Di kawasan Asia Tenggara, belajar dari pandemi ini, kita berusaha bangun sistem dan mekanisme kawasan seperti ASEAN Response Fund for COVID-19, ASEAN Regional Reserve of Medical Supplies, ASEAN Comprehensive Recovery Framework, ASEAN Framework on Public Health Emergencies, dan ASEAN Travel Corridor Arrangement Framework,” terangnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta yakin perbaikan pada sistem kesehatan nasional dan regional dapat menjadi fondasi yang kuat bagi perbaikan tatanan kesehatan global

Presiden Joko Widodo menghadiri rangkaian KTT ke-37 ASEAN secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. (Foto: Biro Pers Setpres/Muchlis Jr)T
Presiden Joko Widodo menghadiri rangkaian KTT ke-37 ASEAN secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. (Foto: Biro Pers Setpres/Muchlis Jr)T

Kedua, Presiden Jokowi mendorong PBB untuk menjaga kemajemukan dan toleransi. Di tengah pandemi saat ini, Presiden mengaku prihatin menyaksikan kembali intoleransi beragama dan kekerasan atas nama agama.

“Kalau ini dibiarkan, maka akan mencabik harmoni dan menyuburkan radikalisme dan ekstremisme. Ini tidak boleh terjadi,” ungkapnya.

Menurut Presiden, saat ini dunia membutuhkan persatuan, persaudaraan dan kerja sama untuk mengatasi COVID-19 dan tantangan global lainnya. Sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, Indonesia berpandangan bahwa kebebasan berekspresi tidak bersifat absolut. Nilai, lambang, dan sensitivitas agama harus selalu dihormati.

“Di saat yang sama, Indonesia mengutuk segala bentuk kekerasan dengan alasan apapun. Terorisme tidak ada kaitannya dengan agama. Terorisme adalah terorisme,” tegasnya.

Di penghujung pidatonya, Presiden Jokowi mengajak Sekretaris Jenderal PBB untuk menggerakkan dunia agar terus bekerja sama memperkuat toleransi, mencegah ujaran kebencian, dan menolak kekerasan atas alasan apapun.

“Keberagaman, toleransi, dan solidaritas merupakan fondasi yang kokoh bagi dunia yang damai, aman, dan stabil,” pungkasnya.

Baca Juga

PAN Tegaskan Stabilitas Pemerintahan Tak Didasari Jumlah Partai Politik

Turut mendampingi Presiden saat menghadiri KTT ke-11 ASEAN-PBB yaitu Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Wakil Tetap RI untuk ASEAN Ade Padmo Sarwono. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polda Metro Jaya: Kartu SIKM Tak Bisa Dipalsukan
Indonesia
Polda Metro Jaya: Kartu SIKM Tak Bisa Dipalsukan

SIKM dilengkapi quick responds (QR) code yang dapat melacak identitas pemilik SIKM.

MK Tolak Gugatan Amien Rais Cs Soal Perppu COVID-19
Indonesia
MK Tolak Gugatan Amien Rais Cs Soal Perppu COVID-19

Para pemohon kehilangan objek permohonan

DPR Siap Bahas RUU PKS Tahun Depan
Indonesia
DPR Siap Bahas RUU PKS Tahun Depan

Yang tidak selesai sebenarnya terkait dengan undang-undang lain

PDIP Kembali Batal Umumkan Duet Jagoan untuk Pilkada Surabaya, Ada Apa?
Indonesia
PDIP Kembali Batal Umumkan Duet Jagoan untuk Pilkada Surabaya, Ada Apa?

Pasangan yang diusung PDIP dalam Pilkada Surabaya bakal diumumkan mendekati batas waktu KPU.

231 Ulama dan Tokoh Jabar Terima Vaksin COVID-19 di Gedung Pakuan
Indonesia
231 Ulama dan Tokoh Jabar Terima Vaksin COVID-19 di Gedung Pakuan

Sebanyak 231 ulama dan tokoh masyarakat Jawa Barat, menerima vaksinasi COVID-19 di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (10/3)

DKI Jakarta Rajai Penambahan Kasus Per 18 Juli
Indonesia
DKI Jakarta Rajai Penambahan Kasus Per 18 Juli

Total kasus corona per 18 Juli secara nasional sebanyak 84.882 pasien.

Tes Cepat COVID-19 di Lokasi Wisata Jabar, Ratusan Orang Reaktif
Indonesia
Tes Cepat COVID-19 di Lokasi Wisata Jabar, Ratusan Orang Reaktif

Sekitar 14 ribu orang yang berwisata pada saat cuti bersama Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjalani rapid test COVID-19.

Kapolda Metro Bakal Berkantor di Polsek Zona Merah Corona
Indonesia
Kapolda Metro Bakal Berkantor di Polsek Zona Merah Corona

Kapolda Metro Jaya berencana bakal berkantor di polsek-polsek titik zona merah.

Begini Dampak Pandemi COVID-19 Versi Dirjen Pajak
Indonesia
Begini Dampak Pandemi COVID-19 Versi Dirjen Pajak

Pemulihan ekonomi akan mulai terjadi pada triwulan III dan IV, salah satunya melalui peningkatan sinergi antara pemerintah dan para Wajib Pajak (WP).