Pandangan Hidayat Nur Wahid soal Isu Jokowi jadi Cawapres 2024 Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (Foto: antaranews)

MerahPutih.com - Wacana memajukan Presiden Joko Widodo sebagai calon wakil presiden (cawapres) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 tengah ramai dibahas.

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid berpandangan diperbolehkannya Jokowi yang sudah menjabat dua periode untuk bisa maju lagi sebagai calon wakil presiden tidak sesuai dengan spirit reformasi.

Baca Juga

Pasangan Prabowo-Jokowi Dinilai Diembuskan Pihak Tak Ingin Kehilangan Kekuasaan

Ia mengatakan, dalam spirit reformasi dan amandemen konstitusi adalah membatasi masa jabatan Presiden. Tujuannya agar tak terulang dampak berkepanjangannya masa jabatan Presiden pada era orde lama maupun orde baru.

"Jadi, spirit dan komitmen itu yang seharusnya dipahami dan dipegang bersama-sama,” ujar Hidayat, Senin (19/8).

Hidayat berharap agar wacana yang tidak sesuai dengan teks konstitusi dan spirit reformasi ini segera ditutup dan diakhiri. Yakni dengan pernyataan Jokowi yang tegas menolaknya.

“Agar tidak semakin membuat gaduh masyarakat, dan agar semuanya fokus untuk berkontribusi sukseskan persiapan Pemilu serentak 2024,” terang Hidayat.

Baca Juga

Eks Ketua MK Tegaskan Jokowi tidak Bisa jadi Cawapres di Pilpres 2024

Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera ini mengatakan bahwa daripada membiarkan isu ini terus bergulir, Jokowi lebih baik fokus bekerja bersama menteri-menterinya untuk menyukseskan program pembangunan.

Seperti isu krusial yang menyangkut amanat konstitusi dan mengatasi masalah kesejahteraan masyarakat yang terdampak akibat kenaikan BBM dan lainnya.

"Lalu hal-hal itu lebih prioritas dan lebih penting untuk ditangani saat ini, dan bukan membiarkan masyarakat makin resah akibat kontroversi isu tak konstitusional itu,” pungkasnya.

Sekedar informasi, munculnya wacana Jokowi bisa kembali maju di Pilpres 2024 menjadi calon wakil presiden berawal dari pernyataan Juru bicara Mahkamah Konstitusi (MK) Fajar Laksono yang menyebut presiden dua periode bisa menjadi cawapres.

Pernyataan tersebut kemudian viral di media sosial. MK pun lantas mengklarifikasi. MK menekankan bahwa pernyataan itu adalah pernyataan pribadi Jubir MK Fajar Laksono, bukan sikap resmi lembaga/putusan MK.

"Pernyataan mengenai isu dimaksud bukan merupakan pernyataan resmi dan tidak berkaitan dengan pelaksanaan kewenangan Mahkamah Konstitusi RI," demikian siaran pers Humas MK. (Knu)

Baca Juga

Jokowi Buka Suara soal Isu jadi Cawapres 2024

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polisi Belum Terima Permohonan Penangguhan Penahanan Ferdinand Hutahaean
Indonesia
Polisi Belum Terima Permohonan Penangguhan Penahanan Ferdinand Hutahaean

Hingga saat ini, Mabes Polri belum menerima permohonan penangguhan penahanan dari tersangka maupun pengacaranya.

Mahfud MD Sebut Status Tersangka Nurhayati Tidak Dilanjutkan
Indonesia
Mahfud MD Sebut Status Tersangka Nurhayati Tidak Dilanjutkan

Mahfud MD setelah jajarannya berkoordinasi dengan kepolisian dan kejaksaan terkait kasus Nurhayati.

[HOAKS atau FAKTA]: Presiden Soekarno Bersama Ayah Rizieq Shihab
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Presiden Soekarno Bersama Ayah Rizieq Shihab

Akun Facebook dengan nama pengguna “Khalimo Cokro” mengunggah sebuah foto yang menunjukkan Presiden Soekarno bersama dengan Jenderal Soedirman dan satu pria lainnya.

Imbas Pelecehan Seksual, Dishub DKI Pisahkan Penumpang Pria dan Wanita di Angkot
Indonesia
Imbas Pelecehan Seksual, Dishub DKI Pisahkan Penumpang Pria dan Wanita di Angkot

Penumpang pria dan wanita akan dipisahkan di dalam angkutan kota (angkot) wilayah Jakarta.

Anak dan Istri Tolak jadi Saksi Lukas Enembe
Indonesia
Anak dan Istri Tolak jadi Saksi Lukas Enembe

Menurut Petrus hal tersebut diatur dalam Pasal 35 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Jokowi Serahkan Bansos ke Warga Pasar Sukamandi Subang
Indonesia
Jokowi Serahkan Bansos ke Warga Pasar Sukamandi Subang

Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke Pasar Sukamandi, Subang, Jawa Barat, Selasa (12/7).

Turun 1.098, Pasien Aktif COVID-19 di DKI Jakarta Kini 12.328 Kasus
Indonesia
Turun 1.098, Pasien Aktif COVID-19 di DKI Jakarta Kini 12.328 Kasus

Berdasarkan data per Minggu (20/3) jumlah kasus COVID-19 di Ibu Kota dilaporkan turun 1.098 kasus. Sehingga, jumlah kasus aktif kini sebanyak 12.328 (orang yang masih dirawat/isolasi).

Respons Putin Terhadap Misi Perdamaian Jokowi
Dunia
Respons Putin Terhadap Misi Perdamaian Jokowi

.Putin mendukung upaya Indonesia untuk mempersiapkan dan menyelenggarakan KTT G20 yang berlangsung di Indonesia tahun ini.

KPK Minta Bantuan TNI AU Hadirkan Eks KSAU Agus Supriatna
Indonesia
KPK Minta Bantuan TNI AU Hadirkan Eks KSAU Agus Supriatna

KPK meminta bantuan TNI AU untuk menghadirkan eks Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Agus Supriatna di persidangan.

Pemerintah Tetapkan Arak bali Jadi Warisan Budaya Tak Benda 2022
Indonesia
Pemerintah Tetapkan Arak bali Jadi Warisan Budaya Tak Benda 2022

Arak Bali dan delapan (8) warisan budaya Bali lainnya ditetapkan menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI.