PAN Minta Anies Kurangi Kapasitas Pengunjung Tempat Wisata Jadi 25 Persen Pengunjung menikmati wahana permainan saat berwisata di Dunia Fantasi, Ancol, Jakarta, Jumat (12/2/2021). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj

MerahPutih.com - Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta meminta Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk memberlakukan pembatasan yang lebih ketat dengan mengurangi kapasitas pengunjung wisata di ibu kota hingga di bawah 50 persen.

Farazandi Fidinansyah menuturkan pelarangan mudik Lebaran juga harus dibarengi dengan pengetatan tempat pariwisata yang diperkirakan akan ramai pengunjung.

Baca Juga

Normalisasi Pariwisata di Bandung Ditargetkan Tahun 2022

"Dinas Pariwisata bisa tetap membuka tempat wisata tetapi kapasitas pengujungnya dikurangi menjadi 25-30 persen agar kawasan wisata tetap nyaman," ujar Farazandi di Jakarta.

Pasalnya, lanjut dia, selama aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro, kapasitas pariwisata baru dibatasi hingga 50 persen.

"Karena di momen-momen tertentu pemberlakuan kapasitas 50 persen masih menimbulkan keramaian dan kerumunan," jelasnya.

Pintu gerbang utama Taman Margasatwa Ragunan masih ditutup menjelang pembukaan kembali layanan kunjungan wisata di era normal baru pada tanggal 20 Juni 2020, Kamis (11/6/2020). (ANTARA/Laily Rahmawaty
Pintu gerbang utama Taman Margasatwa Ragunan masih ditutup menjelang pembukaan kembali layanan kunjungan wisata di era normal baru pada tanggal 20 Juni 2020, Kamis (11/6/2020). (ANTARA/Laily Rahmawaty

Pengurangan jumlah kapasitas pengunjung itu, sebab kata Farazandi, masyarakat yang tidak bisa mudik, dan berpergian ke luar kota di kawasan Jabodetabek akan bepergian ke lokasi wisata terdekat.

"Ancol, Ragunan, TMII akan menjadi tujuan utama masyarakat dalam menghabiskan libur lebaran," paparnya.

Anggota Komisi B DPRD DKI ini juga meminta agar Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta segera mengeluarkan regulasi untuk pariwisata selama masa libur lebaran.

"Bisa memaksimalkan protokol kesehatan soal jaga jarak," pungkas Farazandi. (Asp)

Baca Juga

Polda Metro Minta Tempat Wisata di Jakarta Ditutup

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Menkumham Yasonna Sebut Berkas KLB Demokrat Belum Sempurna
Indonesia
Menkumham Yasonna Sebut Berkas KLB Demokrat Belum Sempurna

Hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat (PD) sudah didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Pemanggilan BEM UI Sarat Konflik Kepentingan Karena Rektor Rangkap Jabatan
Indonesia
Pemanggilan BEM UI Sarat Konflik Kepentingan Karena Rektor Rangkap Jabatan

Kajian itu bukan hanya terkait Ari Kuncoro saja

Kasus COVID-19 di Jateng Melonjak, Gibran: Kita siap PTM
Indonesia
Kasus COVID-19 di Jateng Melonjak, Gibran: Kita siap PTM

Gibran mengatakan Solo saat ini zona kuning

Catridge Rokok Elektrik Kini Harus Bayar Cukai
Indonesia
Catridge Rokok Elektrik Kini Harus Bayar Cukai

Melalui PMK baru, definisi kemasan ditambahkan menjadi kemasan yang bersentuhan langsung dengan barang kena cukai dan hanya dapat dibuka pada satu sisi.

Keluarga Ini Nekat Menumpang Ambulans Demi Bisa Mudik
Indonesia
Keluarga Ini Nekat Menumpang Ambulans Demi Bisa Mudik

Setelah dicek ternyata ambulans ini dijadikan modus operandi

357 Ribu Warga Berhasil Sembuh dari Corona
Indonesia
357 Ribu Warga Berhasil Sembuh dari Corona

Jumlah pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Indonesia kembali bertambah sebanyak 3.778 orang pada Jumat (6/11).

Mall di Jakarta 100 Persen Tutup, Banyak Warga Bingung Cari Makanan
Indonesia
Mall di Jakarta 100 Persen Tutup, Banyak Warga Bingung Cari Makanan

Tak jarang ada masyarakat yang menyempatkan diri mampir ke mall meski sudah ditutup

Djoko Tjandra Digarap Kejaksaan, Polri Fokus Bongkar Dugaan Keterlibatan Jenderal
Indonesia
Djoko Tjandra Digarap Kejaksaan, Polri Fokus Bongkar Dugaan Keterlibatan Jenderal

"Proses untuk saudara Djoko di Kejaksaan yang tentunya akan menindaklanjuti," kata Listyo

DPR Puji SKB Menteri Terkait Seragam dan Atribut Sekolah
Indonesia
DPR Puji SKB Menteri Terkait Seragam dan Atribut Sekolah

Azis yang juga politisi Partai Golkar ini berharap, SKB 3 Menteri segera dijalankan di seluruh sekolah yang berada di Indonesia.