PAN Angkat Suara Jadi 'Partai Nasakom' Berdasarkan Survei Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi. Foto ANTARA/Widodo S. Jusuf

MerahPutih.com - Hasil survei Saiful Mudjani Research and Consulting (SMRC) menyebutkan elektabilitas Partai Amanat Nasional (PAN) sebesar 1,8 persen. Sehingga, PAN diprediksi tidak lolos ambang batas parlemen.

Menanggapi itu, Wakil Ketua Umum DPP PAN, Viva Yoga Mauladi menegaskan bahwa sejak 2004 hingga 2021, elektabilitas PAN saat dilakukan survei persentasenya sekitar 1-2 persen.

"Meskipun PAN masif membuat program dan kegiatan masyarakat, tetapi ketika di survei hasilnya selalu konstan yaitu menjadi 'Partai Nasakom' atau partai yang nasibnya satu koma saja," ujar Viva Yoga di Jakarta, Rabu (29/12).

Baca Juga

Survei Capres SMRC: Prabowo Menurun, Ganjar dan Anies Menguat

Apabila berdasarkan survei yang dilakukan lembaga survei tersebut, maka PAN sejak Pemilu 2004 seharusnya tidak lolos ambang batas parlemen.

Namun, pada kenyataannya hasil perolehan suara PAN di setiap pelaksanaan pemilu ternyata berbeda 500 persen dengan hasil survei.

"PAN memperoleh suara 6,44 persen di Pemilu 2004, di Pemilu 2009 sebesar 6,01 persen, Pemilu 2014 sebesar 7,59 persen, dan Pemilu 2019 sebesar 6,84 persen," ujarnya.

Karena itu, dia menilai ada perbedaan sebesar 500 persen antara prediksi melalui hasil survei yang dilakukan lembaga survei dengan hasil resmi pemilu yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Viva Yoga menilai hal itu sangat aneh, karena hasil survei berbeda 500 persen dengan hasil perolehan suara resmi yang ditetapkan KPU.

"Aneh kan? Masa hasilnya berbeda 500 persen ketika PAN di survei. Apakah lembaga survei itu tidak kredibel? Tidak berlandaskan pada kaidah ilmiah? Atau karena faktor lain?," katanya pula.

Dia mengatakan, partainya pernah menanyakan kepada "surveyor" terkait mengapa hasil survei selalu berbeda dengan hasil pemilu.

Menurut dia, para "surveyor" tersebut menjawab karena yang berperan penting adalah pergerakan para calon anggota legislatif PAN, sehingga hasil pemilu berbeda dengan hasil survei.

"Lalu yang menjadi pertanyaan, para caleg dari partai politik lain saat kampanye pemilu apakah tidur? Kan sama-sama bergerak berkompetisi mencari suara di daerah pemilihan masing-masing," bebernya.

Baca Juga

Survei SMRC: Elektabilitas PDIP-Gerindra Melorot, Demokrat Masuk Lima Besar

Viva Yoga menjelaskan, beberapa kali "hasil survei aneh untuk PAN" sudah ditanyakan kepada "surveyor", tetapi mereka tidak dapat memberi penjelasan secara saintifik dan ilmiah.

Karena itu, menurut dia, apa pun hasil survei yang dilakukan lembaga survei tersebut tetap akan menjadi cermin evaluasi diri, sebagai input data bagi PAN untuk memperkaya informasi dalam membuat perencanaan strategis pemenangan Pemilu 2024.

Sebelumnya, salah satu temuan survei SMRC menyebutkan bahwa dukungan pemilih pada Partai Nasdem, PPP, dan PAN belum meyakinkan karena belum mendapat dukungan publik di atas ambang batas parlemen 4 persen.

Direktur Eksekutif SMRC Sirojudin Abbas menjelaskan hasil surveinya menunjukkan Partai NasDem mendapat dukungan publik sebesar 3,4 persen, PPP 2,7 persen, dan PAN 1,8 persen.

"Ketiga partai ini tidak mengalami perubahan berarti dalam dua tahun terakhir. Pada survei Maret 2020, NasDem didukung 3 persen, PPP dan PAN mendapatkan suara sekitar 2,4 dan 2,3 persen suara," jelas dia.

Baca Juga

SMRC Sebut Capres Ikut Menentukan Hasil Pileg

Survei SMRC tersebut dilakukan pada 8-16 Desember 2021 melalui tatap muka dengan jumlah sampel awal 2420 yang dipilih secara acak dari seluruh populasi Indonesia yang berumur minimal 17 tahun atau sudah menikah.

Responden yang dapat diwawancarai secara valid sebesar 2.062 atau 85 persen, "margin of error" survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 2,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen (asumsi simple random sampling). (Pon)

Viva Yoga menilai hal itu sangat aneh
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pendatang dari Negara dengan Kasus Omicron Tinggi Wajib Karantina 10 Hari
Indonesia
Pendatang dari Negara dengan Kasus Omicron Tinggi Wajib Karantina 10 Hari

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menerbitkan ketentuan terbaru terkait masa karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri maksimal menjadi sepuluh hari.

Adam Deni Ngaku Ditawari Uang Miliaran Rupiah untuk Cabut Laporan Terhadap Jerinx
Indonesia
Adam Deni Ngaku Ditawari Uang Miliaran Rupiah untuk Cabut Laporan Terhadap Jerinx

Ia mengaku sempat ditawari uang hingga miliaran rupiah untuk mencabut laporan dugaan pengancaman yang dilakukan drummer Superman is Dead (SID), I Gede Aryastina alias Jerinx itu.

Empat Strategi Pemerintah Atasi Penularan Omicron di Tanah Air
Indonesia
Empat Strategi Pemerintah Atasi Penularan Omicron di Tanah Air

Pemerintah terus mengantisipasi penyebaran varian baru COVID-19 Omicron di tanah air.

Syarat Naik Kereta Api di KAI Daop 3 Saat PPKM Darurat
Indonesia
Syarat Naik Kereta Api di KAI Daop 3 Saat PPKM Darurat

Aturan tersebut mengacu pada SE Kemenhub No 42 Tahun 2021

Indonesia akan Dorong Industri Lokal Manfaatkan Metaverse
Indonesia
Indonesia akan Dorong Industri Lokal Manfaatkan Metaverse

“Sinergi ini akan mendorong industri lokal memanfaatkan teknologi metaverse dan masyarakat Indonesia akan bisa memanfaatkan metaverse,” ungkapnya.

LRT Jabodebek Tabrakan, PT INKA Indikasikan Langsiran Terlalu Cepat
Indonesia
LRT Jabodebek Tabrakan, PT INKA Indikasikan Langsiran Terlalu Cepat

Kecelakaan ini berdampak pada Trainset lainnya

Jelang Lebaran, Penukaran Uang Pecahan Baru Telah Capai Rp 172 Triliun
Indonesia
Jelang Lebaran, Penukaran Uang Pecahan Baru Telah Capai Rp 172 Triliun

Untuk pertama kalinya pada momentum Lebaran 2022, Bank Indonesia membuat terobosan baru dengan memanfaatkan platform digital bernama "pintar"

Gibran Pergoki SMP Al-Irsyad Gelar PTM, Siswa dan Guru Langsung Dites Swab
Indonesia
Gibran Pergoki SMP Al-Irsyad Gelar PTM, Siswa dan Guru Langsung Dites Swab

Pemerintah Kota Solo kembali mendapati sekolah swasta nekat menggelar pembelajaran tatap muka di tengah PPKM Level 4.

Buwas Tegaskan Pramuka Terus Bertekad dan Berbakti Tanpa Pamrih
Indonesia
Buwas Tegaskan Pramuka Terus Bertekad dan Berbakti Tanpa Pamrih

Peringatan Hari Pramuka Tahun 2021 mengangkat tema "Pramuka Berbakti Tanpa Henti Dalam Memasuki Adaptasi Kebiasaan Baru Dengan Kedisiplinan dan Kepedulian Nasional"

Warga Terpapar COVID-19 di Perumahan Griya Melati Bogor Terus Bertambah
Indonesia
Warga Terpapar COVID-19 di Perumahan Griya Melati Bogor Terus Bertambah

Satgas Penanganan COVID-19 Kota Bogor telah menyimpulkan ada kegiatan utama yang menyebabkan penularan disana