PAM Jaya Bangun Gedung Sentra Pelayanan, Gubernur Pramono: Fondasi Layanan Air Jakarta Kian Kuat

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Januari 2026
PAM Jaya Bangun Gedung Sentra Pelayanan, Gubernur Pramono: Fondasi Layanan Air Jakarta Kian Kuat

PAM Jaya memulai pembangunan Gedung Sentra Pelayanan, yang ditandai dengan acara groundbreaking, di kawasan IPA Pejompongan I, Jakarta Pusat, Kamis (8/1). (foto: dok PAM Jaya)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan dukungan penuh terhadap langkah transformasi yang dilakukan PAM Jaya. Ia mendorong perusahaan daerah tersebut untuk terus berkembang sebagai badan usaha yang adaptif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Menurut Pramono, PAM Jaya saat ini berada dalam kondisi perusahaan yang sehat dan memiliki fondasi kuat untuk meningkatkan kualitas layanan air bersih bagi masyarakat Jakarta. Selain itu, PAM Jaya juga dinilai memiliki peran strategis dalam mengedukasi masyarakat terkait pengelolaan air yang berkelanjutan.

Sebagai bagian dari upaya penguatan perusahaan, PAM Jaya memulai pembangunan Gedung Sentra Pelayanan, yang ditandai dengan acara groundbreaking pada Kamis (8/1) di kawasan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pejompongan I, Jakarta Pusat. Acara tersebut diresmikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Pembangunan gedung ini sejalan dengan implementasi Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 48 Tahun 2025, yang menargetkan 100 persen cakupan layanan air minum perpipaan pada tahun 2029. Gedung Sentra Pelayanan ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi PAM Jaya sebagai operator tunggal layanan air minum di Jakarta.

Salah satu fungsi utama gedung tersebut adalah sebagai Pusat Edukasi Air, yang dirancang sebagai sarana pembelajaran bagi masyarakat mengenai siklus air, manfaat air minum perpipaan, konservasi air, serta pentingnya mengurangi penggunaan air tanah demi keberlanjutan lingkungan perkotaan.

Melalui Pusat Edukasi Air, PAM Jaya ingin menghadirkan pendekatan edukasi yang informatif sekaligus menarik. Fasilitas ini diharapkan menjadi destinasi pembelajaran bagi pelajar, komunitas, hingga masyarakat umum. Edukasi ini bertujuan membangun kesadaran kolektif bahwa keberlanjutan layanan air tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada perilaku dan partisipasi aktif masyarakat.

Baca juga:

2026 Jakarta akan Macet, PAM Jaya Minta Maaf karena Proyek Pipa 1.000 Km

Selain fungsi edukasi, Gedung Sentra Pelayanan PAM Jaya juga dirancang sebagai sentral layanan terpadu. Gedung ini akan mengintegrasikan sistem pelayanan pelanggan, call center dalam satu lokasi, koordinasi antar divisi, hingga fungsi pengawasan dan pengendalian kualitas layanan.

Keberadaan War Room dan Command Center akan memperkuat pemantauan operasional secara terpusat. Sementara itu, berbagai fasilitas pendukung seperti ruang kerja terpadu, function room, hingga sport center disiapkan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih kondusif dan produktif.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, PAM Jaya menegaskan bahwa kehadiran pusat layanan fisik tetap relevan untuk mendukung sistem pelayanan hybrid, baik secara online maupun offline. Gedung ini juga akan menjadi ruang tatap muka bagi masyarakat untuk memperoleh informasi, edukasi, serta konsultasi langsung terkait layanan air minum perpipaan.

Secara arsitektural, Gedung Sentra Pelayanan PAM Jaya mengusung konsep “Urban Water Falling”, yang merepresentasikan aliran air layaknya air terjun di alam terbuka. Konsep ini memaksimalkan pemanfaatan cahaya alami melalui penggunaan kaca secara optimal, sekaligus mencerminkan transparansi, kejernihan layanan, dan efisiensi energi.

Gedung ini direncanakan dibangun setinggi 11 lantai dengan 1 basement, memiliki luas bangunan sekitar 18.853,80 meter persegi, dan ditargetkan rampung dalam waktu kurang lebih 590 hari.

Baca juga:

Pramono Anung Dorong PAM Jaya IPO 2027, Saham Publik Maksimal 30 Persen

Seiring pembangunan infrastruktur fisik, PAM Jaya juga terus memperkuat transformasi digital sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan. Per 1 Januari 2026, Call Center PAM Jaya telah go live dengan dukungan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mempercepat respons terhadap pelanggan.

Selanjutnya, PAM Jaya dijadwalkan melakukan go live sistem ERP pada 15 Januari 2026, serta meluncurkan Aplikasi C2M pada Juni 2026 sebagai bagian dari penguatan ekosistem digital perusahaan.

“Kami ingin warga Jakarta tumbuh bersama PAM Jaya dalam menjaga keberlanjutan air, seiring dengan transformasi dan digitalisasi layanan yang terus kami lakukan,” ujar Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin.

Melalui pembangunan Gedung Sentra Pelayanan yang dilengkapi Pusat Edukasi Air ini, PAM Jaya menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan air yang tidak hanya andal secara teknis, tetapi juga kuat dari sisi kesadaran publik. Dengan kolaborasi antara infrastruktur, teknologi, dan edukasi, PAM Jaya optimistis mampu menyediakan layanan air minum perpipaan yang berkelanjutan dan berpihak pada kebutuhan warga Jakarta. (Asp)

#PAM Jaya #Pramono Anung #Air Bersih #Gubernur DKI Jakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Serapan Belanja APBD DKI 2026 Baru 54,39 Persen, Perangkat Daerah Diminta Gercep Selesaikan Kegiatan
Perangkat daerah diminta mempercepat penyelesaian kegiatan agar realisasi anggaran tidak menumpuk pada November dan Desember.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Serapan Belanja APBD DKI 2026 Baru 54,39 Persen, Perangkat Daerah Diminta Gercep Selesaikan Kegiatan
Indonesia
Penumpang Transportasi Publik Jakarta Tembus 368,4 Juta, Naik 10,8 Persen
Penumpang Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta mencapai 368,4 juta pada triwulan III 2026, naik 10,8 persen dibandingkan 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Oktober 2026
Penumpang Transportasi Publik Jakarta Tembus 368,4 Juta, Naik 10,8 Persen
Berita Foto
Kalahkan Amsterdam, Sistem Transportasi Publik Jakarta Peringkat 15 Dunia
Bus Transjakarta melintasi jalur bebas hambatan di Jalan Sudirman-Thamrin, Kawasan bendungan Hilir, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 21 Oktober 2026
Kalahkan Amsterdam, Sistem Transportasi Publik Jakarta Peringkat 15 Dunia
Indonesia
Tekan Polusi Udara, Pemprov DKI Gelar Modifikasi Cuaca Jelang Running Festival dan Konser Ye
Pemprov DKI menggelar modifikasi cuaca menjelang Jakarta Running Festival dan konser Ye.
Soffi Amira - Rabu, 21 Oktober 2026
Tekan Polusi Udara, Pemprov DKI Gelar Modifikasi Cuaca Jelang Running Festival dan Konser Ye
Indonesia
Warga Naik Transortasi Umum di Jakarta Melonjak 10,8 Persen
Konektivitas transportasi di Jakarta, lanjut Pramono, semakin baik setelah beberapa waktu lalu LRT rute Kelapa Gading-Manggarai diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Oktober 2026
Warga Naik Transortasi Umum di Jakarta Melonjak 10,8 Persen
Indonesia
Gubernur Pramono Berharap Demo 2 Tahun Pemerintah Prabowo Gibran Berlangsung Aman
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengerahkan 60 petugas untuk membantu mengatur lalu lintas selama aksi unjuk rasa di enam kawasan Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026
Gubernur Pramono Berharap Demo 2 Tahun Pemerintah Prabowo Gibran Berlangsung Aman
Indonesia
Pramono Buka Suara soal Spanduk Raksasa Greenpeace di Bundaran HI, Ingatkan Ketertiban
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, merespons spanduk raksasa Greenpeace Indonesia di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (20/10).
Soffi Amira - Selasa, 20 Oktober 2026
Pramono Buka Suara soal Spanduk Raksasa Greenpeace di Bundaran HI, Ingatkan Ketertiban
Indonesia
DKI Lakukan Pemantauan Real Time Hadapi Dampak Asap Karhutla Masuk Jakarta
Pemprov DKI menyiapkan dan mengaktifkan penyemprotan water must (kabut air) yang terpasang di 179 perangkat pada 145 gedung di berbagai lokasi.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
DKI Lakukan Pemantauan Real Time Hadapi Dampak Asap Karhutla Masuk Jakarta
Indonesia
IPO PAM JAYA dan Bank Jakarta Masih Dibahas, Belum Ada Keputusan Final
Adapun rencana IPO PAM Jaya dan Bank Jakarta menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta dalam mendorong pengembangan kedua perusahaan daerah tersebut melalui pasar modal.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
IPO PAM JAYA dan Bank Jakarta Masih Dibahas, Belum Ada Keputusan Final
Indonesia
Terpapar Asap Karhutla, Warga Non DKI Bisa Gunakan Fasilitas Kesehatan Jakarta
31 rumah sakit yang dimiliki Pemda DKI, 44 Puskesmas, serta 292 Puskesmas Pembantu untuk disiagakan bagi warga yang membutuhkan pertolongan.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Terpapar Asap Karhutla, Warga Non DKI Bisa Gunakan Fasilitas Kesehatan Jakarta
Bagikan