berita-singlepost-banner-1
 Pakar Sejarah Berharap Media Tak Latah Promosikan Munculnya Kerajaan-Kerajaan Aneh Pengamat sejarah dari Unsri Palembang Syafrudin Yusuf (Foto: antaranews)
berita-singlepost-banner-2
berita-singlepost-mobile-banner-7

MerahPutih.Com - Kemunculan kerajaan-kerajaan aneh belakangan ini sontak mengejutkan khayalak ramai. Perhatian publik kontan teralihkan kepada tokoh-tokoh dibalik kerajan atau keraton dadakan tersebut.

Bagi para kalangan sejarawan atau pengamat sejarah, sebetulnya geger keraton atau kerajaan baru tersebut sebetulnya tidak akan menarik atensi publik seandainya tidak diberi ruang oleh media massa.

Baca Juga:

Dituduh Lakukan Kebohongan Publik, Kelompok Sunda Empire Dipolisikan

Pakar sejarah dari Universitas Sriwijaya Palembang Syafrudin Yusuf berharap media massa tidak memberikan panggung dengan pemberitaan yang berlebih (over expose) terhadap kerajan-kerajaan aneh itu.

Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat yang sempat hebohkan masyarakat
Raja dan Ratu dari Keraton Agung Sejagat kini sudah dalam tahanan polisi (Foto: Screenshot youtube)

"Nanti kalau diberitakan terus mereka 'melunjak' sehingga merasa seolah-olah sudah dikenal masyarakat luas dan bisa jadi itu malah bagian strategi mereka (diberitakan terus-menerus)," kata Syafrudin Yusuf di Palembang, Minggu (26/1).

Menurutnya, kemunculan Kerajaan Ratu Agung Sejagad dan Sunda Empire yang memicu kontroversi belakangan ini harus ditanggapi dengan cepat lewat penanganan dari sisi hukum agar ada efek jera.

Lebih lanjut Syafrudin memaparkan untuk memastikan kerajaan tersebut benar-benar asli maka diperlukan fakta pendukung seperti catatan sejarah ataupun tinggalan bangunan-bangunan, ia menilai Kerajaan Ratu Agung Sejagad dan Sunda Empire tidak memiliki keduanya sehingga besar kemungkinan hanya rekayasa.

Perlu juga digali terkait akar masalah munculnya kerajaan-kerajaan aneh, kata dia, sebab dua kerajaan tersebut punya gejala yang hampir sama yakni muncul dari keresahan suatu kelompok masyarakat yang memimpikan tatanan politik baru yang dapat memberikan mereka kenyamanan.

"Ada keinginan dari oknum masyarakat yang merindukan kebesaran suatu kerajaan, mungkin mereka menganggap kekuasaan saat ini kurang memuaskan," ujar Syafrudin.

Munculnya kerajaan tersebut juga tidak lepas dari konsep Ratu Adil yang cukup kuat di Pulau Jawa, hal itu dapat dilihat dari sumbangan-sumbangan pengikut kerajaan dengan iming-iming janji kesuksesan.

Baca Juga:

Polisi Belum Temukan Unsur Pidana Dalam Kasus Kekaisaran 'Sunda Empire'

Agar kasus tersebut tak terulang, Syafrudin Yusuf sebagaimana dilansir Antara meminta pemerintah memiliki acuan yang jelas terkait kerajaan dan aturan-aturannya.

"Definisi kerajaan itu apa, kemudian kerajaan yang diakui negara ada berapa, supaya masyarakat juga tahu dan tidak hanya tahu kerajaan yang besar-besar saja," pungkasnya.(*)

Baca Juga:

Kepala BIN Komentari Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire


berita-singlepost-mobile-banner-3

Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


berita-singlepost-banner-4
berita-singlepost-banner-5
berita-singlepost-banner-6