Pakar Sebut Varian Mu Tak Seganas Varian Delta Tes COVID-19. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Varian SARS-CoV-2 bernama Mu atau B.1621 mulai menghatui berbagai wilayah di dunia setelah varian delta. Namun, mutasi virus ini diyakini tidak seganas varian Delta.

Pakar dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Gunadi mengatakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah menyebutkan varian Mu sebagai kategori variant of Interest (VoI) atau yang perlu mendapat perhatian. Sementara Varian Delta diklasifikasikan oleh WHO masuk dalam kategori Variant of Concern (VoC) atau yang perlu diwaspadai.

Baca Juga:

[Hoaks atau Fakta]: Mutasi COVID-19 Tidak Terdeteksi Tes PCR

"VoC merujuk pada varian yang dianggap lebih mengancam dalam hal penularan atau mematikan serta lebih resisten terhadap vaksin serta pengobatan. Sementara VoI merujuk pada varian yang harus diteliti lebih lanjut agar karakteristiknya dipahami," jelas Gunadi dalam keterangan pers di Yogyakarta, Rabu (08/09).

Gunadi melanjutkan selain varian Mu, sejumlah varian virus yang kini masuk dalam kriteria VoI di antaranya Eta (B.1.525) yang terdeteksi pertama kali di beberapa negara sejak Desember 2020. Ada juga Lota (B.1.526) terdeteksi pertama kali di Amerika Serikat pada November 2020. Juga Kappa (B.1617.1) terdeteksi pertama kali di India Oktober 2020, dan Lambda (C.37) terdeteksi pertama kali di Peru pada Desember 2020.

Sedangkan varian virus yang masuk dalam kriteria VoC di antaranya Alpha (B.117) terdeteksi pertama kali di Inggris September 2020, Beta (B.1.351, B.1.351.2, B.1.351.3) terdeteksi pertama kali di Afrika Selatan Mei 2020, Gamma (P.1, P1.1, P.1.2) terdeteksi pertama kali di Braziil November 2020 dan Delta (B.1617.2, AY.1, AY.2, AY.3) terdeteksi pertama kali di India pada Oktober 2020.

Meskipun varian baru Mu belum terdeteksi di Indonesia, kata Gunadi, namun diperlukan upaya antisipsi karena varian yang pertama kali diidentifikasi di Kolombia pada 11 Januari 2021 itu dilaporkan menyebabkan penurunan kadar antibodi saat seseorang terinfeksi.

"Hasil riset awal menunjukkan varian Mu menyebabkan penurunan kadar antibodi netralisasi baik karena infeksi alamiah maupun vaksinasi, serupa dengan varian Beta. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut," kata pria yang menjabat sebagai ketua Pokja Genetik FKKMK UGM ini.

Menurutnya virus COVID-19 terus bermutasi dengan memunculkan varian- varian baru yang memiliki tingkat keganasan dan keparahan yang berbeda apabila terinfeksi. Meski demikian, vaksin masih mampu meminimalkan tingkat keparahan apabila terpapar virus covid-19 dengan berbagai varian yang ada.

Vaksinasi
Vaksinasi pelajar. (Foto: Antara)

Peneliti dari Indonesian Research Institute for Biotechnology and Bioindustry (IRIBB) Riza Arief Putranto mengatakan, virus Mu ditetapkan WHO sebagai VoI pada 30 Agustus 2021.

"VoI artinya teridentifikasi menyebabkan penularan di komunitas dan terdeteksi di banyak negara. Per 1 September 2021, Mu ditemukan di setidaknya 39 negara," katanya.

Varian Mu, membawa sedikitnya 21 titik mutasi di materi genetik SARS-CoV-2 di mana sembilan di antaranya berada di spike virus. Mutasi kunci varian Mu adalah N501Y seperti varian Alpha, E484K seperti varian Beta dan P681H seperti varian Delta.

"Kombinasi mutasi tersebut yang kemudian mengakibatkan Mu memiliki kemampuan netralisasi antibodi. Para ilmuwan dari Virus Evolution Working Group setuju perlu diperdalam kembali penelitiannya," katanya. (Teresa Ika/ Yogyakarta)

Baca Juga:

Pemerintah Belum Temukan Virus Corona Varian Mu di Indonesia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Erupsi Gunung Semeru, Hari Ini Kepala BNPB Terbang ke Lumajang
Indonesia
Erupsi Gunung Semeru, Hari Ini Kepala BNPB Terbang ke Lumajang

Jokowi telah memerintahkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto untuk ke lokasi erupsi Gunung Semeru pada Minggu (5/12).

MA Korting Hukuman Rizieq Shihab Jadi 2 Tahun Penjara
Indonesia
MA Korting Hukuman Rizieq Shihab Jadi 2 Tahun Penjara

Mahkamah Agung (MA) mengkorting hukuman Rizieq Shihab menjadi 2 tahun penjara terkait kasus penyebaran kabar bohong tes swab COVID-19 RS Ummi

Ridwan Kamil dan Jenazah Eril dalam Perjalanan ke Indonesia, Tiba Sore Ini
Indonesia
Ridwan Kamil dan Jenazah Eril dalam Perjalanan ke Indonesia, Tiba Sore Ini

Gubernur abar Ridwan Kamil dalam perjalanan dari Swiss menuju Indonesia bersama jenazah anaknya Emmeril Kahn Mumtadz

Es Doger Dapat Modal Rp 71 Miliar Disoal, Gibran: Tidak Ada Habisnya
Indonesia
Es Doger Dapat Modal Rp 71 Miliar Disoal, Gibran: Tidak Ada Habisnya

Nilai investasi Es Doger sebesar USD 5 juta atau sekitar Rp 71 miliar.

Polisi Musnahkan Bom 'The Mother of Satan' di Ciremai, Begini Efek Dahsyat Ledakannya
Indonesia
Polisi Musnahkan Bom 'The Mother of Satan' di Ciremai, Begini Efek Dahsyat Ledakannya

Hasil ledakan menimbulkan efek dahsyat, seperti lubang di permukaan tanah, pecahan batu, hingga tanah longsor di sekitar kawasan Gunung itu.

Krisis Diplomasi Berbagai Negara Eropa dan Rusia Kian di Titik Terendah
Dunia
Krisis Diplomasi Berbagai Negara Eropa dan Rusia Kian di Titik Terendah

Serangan Rusia di Ukraina telah menyebabkan ribuan orang kehilangan nyawa atau terluka, hampir empat juta orang mengungsi ke luar negeri.

KPK Pisahkan Rutan Bupati Probolinggo dan Suami Tersangka Suap
Indonesia
KPK Pisahkan Rutan Bupati Probolinggo dan Suami Tersangka Suap

Selain Puput dan Hasan, KPK juga menetapkan 20 orang lainnya sebagai tersangka kasus suap ini. Namun, dari jumlah itu, baru lima tersangka yang dijebloskan ke sel tahanan, termasuk Puput dan Hasan.

Survei IndEX: Tingkat Kepuasan Publik Atas Kinerja Jokowi Lebih dari 80 Persen
Indonesia
Survei IndEX: Tingkat Kepuasan Publik Atas Kinerja Jokowi Lebih dari 80 Persen

Pemerintah juga sedang mempersiapkan program vaksinasi booster yang diyakini bisa meningkatkan kekebalan imunitas

Empat Indikator untuk Ubah Pandemi Jadi Endemi COVID-19
Indonesia
Empat Indikator untuk Ubah Pandemi Jadi Endemi COVID-19

Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro mengungkap empat indikator yang harus dipenuhi jika ingin menurunkan status pandemi COVID-19 menjadi endemi.

Airlangga Dinilai Beri Harapan Semu soal 3 Manfaat JHT Cair di Usia 56 Tahun
Indonesia
Airlangga Dinilai Beri Harapan Semu soal 3 Manfaat JHT Cair di Usia 56 Tahun

"Itu justru mengaburkan substansi persoalan, dan memberikan harapan-harapan semu karena masih abu-abu, belum kelihatan, dan 'pemanis'," kata Presiden DPP Aspek Indonesia, Mirah Sumirah, saat dihubungi di Jakarta, Senin (21/2).