Pakar Sebut Indonesia Belum Saatnya Berubah dari Pandemi ke Endemi Anggota Tim Pakar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk Percepatan Penanganan COVID-19 Prof Dr dr Syamsul Arifin MPd. ANTARA/Firman

MerahPutih.com - Pandemi COVID-19 sudah berlangsung dua tahun sejak pertama terdeteksi Maret 2020. Saat ini, Indonesia tengah bersiap menghadapi perubahan status pandemi ke endemi seiring penurunan kasus dan terpenuhinya target vaksinasi.

Anggota Tim Pakar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk Percepatan Penanganan COVID-19 Syamsul Arifin mengatakan, secara epidemiologis belum semua indikator terpenuhi agar Indonesia yang kini terbelenggu pandemi menjadi endemi.

"Diharapkan pemerintah jangan gegabah dan harus memprioritaskan pendekatan epidemiologis," kata Syamsul, di Banjarmasin, Rabu (9/3).

Baca Juga:

Masa Pandemi, UMKM Indonesia Ditantang Beradaptasi terhadap Perkembangan Teknologi

Dia menjelaskan, penetapan status pandemi menjadi endemi masih diperlukan waktu transisi untuk memonitor perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia. Hal ini penting menjadi pertimbangan agar dampaknya nanti tidak merugikan semua rakyat.

Secara epidemiologis, kata Syamsul, COVID-19 akan berubah menjadi endemi tatkala tingkat penularan terkendali dan telah terbentuk kekebalan kelompok (herd immunity) di tengah masyarakat yang bisa terwujud melalui program vaksinasi.

Ia menjelaskan, penularan sudah terkendali dalam suatu wilayah menurut WHO di antaranya penurunan insidensi kasus konfirmasi dan probable yang berkelanjutan minimal 50 persen selama 3 minggu terakhir.

Dia menyebutkan jika pada 8 Maret 2022 ada 30.148 kasus, sementara data kasus COVID pada 3 minggu sebelum (13 Februari 2022) 44.526 kasus menunjukkan bahwa penurunan kasus konfirmasi baru 32,29 persen.

Kemudian positivity rate yaitu perbandingan antara jumlah kasus positif dengan jumlah tes yang dilakukan kurang dari 5 persen minimal selama 2 minggu terakhir.

Baca Juga:

Harus Ada Standar Ubah Pandemi jadi Endemi

Menurutnya lagi, jika memerhatikan hari terakhir 8 Maret 2022 sebesar 13,26 persen dan 2 minggu yang lalu (21 Februari 2022) sebesar 14,2 persen. Data tersebut menunjukkan bahwa dalam 2 minggu terakhir positivity rate belum ada yang berada di bawah 5 persen.

Adapun penurunan jumlah kematian pada kasus terkonfirmasi selama 3 minggu terakhir. Pada 8 Maret 2022 jumlah kematian 401 jiwa, dan pada 13 Februari 2022 jumlah kematian 111 jiwa.

"Data ini menunjukkan bahwa jumlah kematian menurut angka absolut malah meningkat. Meskipun jika kita analisis dari CFR menurun dari 3,02 persen menjadi 2,60 persen," ujar Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran ULM itu, dikutp Antara.

Sementara penurunan jumlah kasus terkonfirmasi dan probable yang dirawat di rumah sakit dan kasus yang masuk ICU selama minimal 2 minggu terakhir yaitu 8 Maret 2022, jumlahnya 28 persen.

"Angka ini memang telah mengalami penurunan dibandingkan 2 minggu sebelumnya yaitu 31 persen. Kondisi baik yang wajib dipertahankan terus dalam upaya menuju endemi," kata Syamsul.

Adapun untuk vaksinasi lengkap pada 8 Maret 2022 tercatat 148.587.718 orang dengan sasaran nasional 208.265.720 jiwa, sehingga cakupan telah mencapai 71,34 persen.

"Akan tetapi jika kita hitung dengan jumlah penduduk Indonesia tahun 2022, maka cakupan vaksinasi dosis lengkap baru 54,25 persen," ujarnya lagi. (*)

Baca Juga:

Kapolri Beberkan Langkah Indonesia Beralih dari Pandemi ke Endemi COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Lapas Anyar Dengan Penjagaan Super Maksimum Dibangun di Nusakambangan
Indonesia
Lapas Anyar Dengan Penjagaan Super Maksimum Dibangun di Nusakambangan

Telah terbangun Lapas Khusus Kelas IIA Karanganyar Nusakambangan dengan kategori supermaximum security sebagai tempat pembinaan bagi narapidana risiko tinggi.

Jadi Epicentrum COVID-19, Pemprov Minta Penerapan PPKM Level 3 di Jakarta
Indonesia
Jadi Epicentrum COVID-19, Pemprov Minta Penerapan PPKM Level 3 di Jakarta

Kasus COVID-19 di Jakarta per 2 Februari 2022 mencapai 928.875 kasus dengan rincian 41.974 kasus aktif, 13.689 kasus meninggal dunia dan 873.212 sembuh.

5 Provinsi Miliki Kasus Positif COVID-19 di Bawah 10 Pasien
Indonesia
5 Provinsi Miliki Kasus Positif COVID-19 di Bawah 10 Pasien

Dibandingkan dengan kenaikan kasus positifnya, Satgas COVID-19 mencatat kasus aktif menurun sebanyak 16.343 orang.

Pemkot Surabaya Pasang Ratusan CCTV Jelang Kualifikasi Piala AFC U-20
Indonesia
Pemkot Surabaya Pasang Ratusan CCTV Jelang Kualifikasi Piala AFC U-20

Seluruh CCTV itu akan dapat dilihat di ruang kontrol atau VOC. Di ruangan tersebut akan dipasang 15 unit televisi ukuran 55 inch

Perwakilan KAHMI Sampaikan Langsung Undangan Munas ke Jokowi
Indonesia
Perwakilan KAHMI Sampaikan Langsung Undangan Munas ke Jokowi

KAHMI mengundang Jokowi hadir dalam musyawarah nasional (munas) pada November 2022 di Palu, Sulawesi Tengah.

Menpora Tindak Lanjuti Usulan KOI soal Diskresi Pelaku Olahraga dari Luar Negeri
Indonesia
Menpora Tindak Lanjuti Usulan KOI soal Diskresi Pelaku Olahraga dari Luar Negeri

Menanggapi usulan tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali akan menindaklanjuti usulan KOI agar bisa dibahas di Rapat Terbatas, pekan depan.

Soal Dewan Kopral, Ganjar: Saya Minta Semua Tahan Diri
Indonesia
Soal Dewan Kopral, Ganjar: Saya Minta Semua Tahan Diri

Gubernur Jawa Tengah yang merupakan kader PDIP Ganjar Pranowo, meminta para relawan atau pendukungnya menahan diri.

Gubernur DKI Jakarta Klaim Balapan Formula E akan Disiarkan Langsung oleh 150 Negara
Indonesia
Gubernur DKI Jakarta Klaim Balapan Formula E akan Disiarkan Langsung oleh 150 Negara

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyebutkan 150 negara akan menayangkan secara langsung (live) ajang balapan Formula E ini.

PKS Minta Pemprov DKI Serius Pencegahan Hepatitis Akut di Sekolah
Indonesia
PKS Minta Pemprov DKI Serius Pencegahan Hepatitis Akut di Sekolah

Ibu Kota Jakarta tengah dihantui dengan penyebaran hepatitis akut misterius yang banyak menyerang anak-anak dan orang dewasa. Data terkini, kasus hepatitis akut di DKI sudah mencapai 21 kasus.

Wagub Jabar: Mang Oded Wafat di Hari Baik
Indonesia
Wagub Jabar: Mang Oded Wafat di Hari Baik

Uu Ruzhanul Ulum mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya pria yang akrab disapa Mang Oded tersebut.