Pakar Sebut Geopark Sukabumi Keindahan yang Berbahaya, Ada Apa? Pantai Cibangban, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. (Foto: Instagram/@tresnadwik)

MerahPutih.Com - Sukabumi memiliki sejumlah destinasi wisata menarik mulai dari lanskap alam hingga pantai yang selalu memikat wisatawan.

Geopark Ciletuh dan Pantai Palabuhanratu tercatat sebagai dua nama yang begitu identik dengan Sukabumi, sebelum Pantai Ujung Genteng menyeruak lewat media sosial.

Tapi tahukah anda, jika Geopark Sukabumi berdasarkan penelitian ahli tsunami dari Institut Teknologi Bandung justru menyimpan keindahan yang berbahaya.

Doktor Eng Hamzah Latief mengungkapkan dari hasil penelitian timnya, wilayah Geopark Ciletuh Palabuhan Ratu merupakan daerah rawan gempa dan tsunami.

Pemandangan Geopark Ciletuh
Puncak Darma di Geopark Ciletuh (Foto: Instagram/ridwanabdulraup)

"Di lokasi geopark ini terdapat lempeng bumi yakni Cimandiri, jika terjadi gempa longsor maka akan terjadi tsunami lokal," kata Hamzah dalam seminar ruangan bertema Potensi Tsunami Palabuhanratu di Sukabumi, Minggu (9/12) kemarin.

Meski berpotensi terjadinya bencana alam, Hamzah Latief menyebutkan, gempa dan tsunami tidak bisa diprediksi kapan akan terjadinya tetapi tetap saja harus diwaspadai karena potensi itu ada.

Bahkan, lanjut dia, dirinya pun sudah lama melakukan penelitian tersebut, jika terjadi tsunami imbasnya pun akan dirasakan sampai ke beberapa daerah. Selain Sukabumi, DKI Jakarta pun ternyata rawan terjadi tsunami namun dari hasil penelitian tinggi gelombang tsunaminya hanya 1,2 meter, tapi yang harus diwaspadai adalah kekuatan arusnya.

Kawasan Geopark Ciletuh
Kawasan Geopark Ciletuh, Sukabumi, Jawa Barat (Instagram/ThisIsIndonesian)

Untuk wilayah perairan laut Sukabumi tinggi gelombang jika terjadi tsunami memang cukup tinggi, karena wilayah Palabuhanratu persis berada di atas patahan Cimandiri. Sehingga, jika terjadi gempa berpotensi hampir seluruh pantai terkena dampaknya mulai dari Pantai Ujung Genteng di Kecamatan Ciracap.

"Diperkirakan jika terjadi tsunami yang terkena dampaknya mencapai 890 gedung pemerintah dan sekitar 5 ribu rumah dan fasilitas lainnya," tambahnya.

Hamzah Latief sebagaimana dilansir Antara membuat peta evakuasi di wilayah perairan laut Sukabumi dan shelter sehingga jika terjadi bencana tersebut masyarakat harus lari ke lokasi jalur evakuasi dan tentunya harus menjauh dari bibir pantai.

Tidak kalah penting, masyarakat pun harus tahu ciri-ciri akan terjadinya tsunami, pertama terjadi gempa, air di pantai surut dan biasanya ada suara gemuruh dan berkabut di tengah laut.

"Yang harus dilakukan jika terjadi tsunami agar segera lari ke dataran tinggi atau bangunan yang memang tahan terhadap gelombang tersebut," tandas Hamzah Latief.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Selamat, Persija Juara Liga 1 2018



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH