Pakar: Pandemi COVID-19 Munculkan Sejumlah Persoalan Kesehatan Mental Ilustrasi. (Foto: MP/Pixabay.com/vperemencom)

MerahPutih.com - Pakar kesehatan jiwa Universitas Gadjah Mada (UGM) Ronny Tri Wirasto menyebutkan bahwa pandemi COVID-19 memunculkan sejumlah persoalan kesehatan mental masyarakat.

"Pertama, pembatasan sosial atau social distancing dan kecenderungan mental yang rentan hingga rentan terjadi kekerasan dalam keluarga," kata Ronny melalui keterangan tertulis dari humas UGM di Yogyakarta, Rabu (14/10).

Ronny menjelaskan, pembatasan sosial berpengaruh pada kesehatan mental sebab manusia harus beradaptasi dengan kebiasaan baru.

Baca Juga:

Dampak Pilkada di Tengah Pandemi Versi Guru Besar UI

Menurut dia, jika sebelum pandemi terbiasa berinteraksi langsung dengan orang lain, tetapi situasi saat ini menyebabkan seseorang tiba-tiba harus membatasi melakukan interaksi secara langsung.

Situasi tersebut, menurut dia, bukan hal yang mudah, terlebih di tengah suasana yang penuh dengan ketidakpastian sehingga dapat memunculkan rasa cemas, khawatir, ketakutan, stres, hingga depresi.

"Dengan kata lain kondisi mental menjadi lebih rentan atau labil. Keadaan itu tak jarang memicu perilaku kekerasan di dalam keluarga," kata dia.

Pakar Kesehatan Jiwa Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr. dr. Ronny Tri Wirasto (ANTARA/HO/Humas UGM)
Pakar Kesehatan Jiwa Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr. dr. Ronny Tri Wirasto (ANTARA/HO/Humas UGM)

Persoalan kedua, lanjut Ronny, pandemi COVID-19 menjadikan penggunaan internet meningkat sehingga menimbulkan adiksi atau kecanduan di kalangan masyarakat. Perilaku adiksi internet ini salah satunya karena seseorang mencari informasi terkait COVID-19.

Selain kecanduan terhadap internet, menurut dia, masalah ketiga di masa pandemi ini juga memunculkan fenomena kecanduan pada game online. Sebab kondisi yang memaksa harus banyak beraktivitas di rumah menjadikan waktu untuk menyalurkan hobi bermain game online menjadi lebih banyak.

"Kalau ini berlangsung terus-menerus bisa mengakibatkan kelelahan, over atensi atau perhatian berlebihan terhadap sesuatu, dan menurunnya kesadaran terhadap stimulasi sekitar," kata Ketua Prodi Pendidikan Spesialis Ilmu Kedokteran Jiwa FKKMK UGM ini.

Baca Juga:

Pandemi Memotivasi Wanita Ini Wujudkan Cita-cita Jadi Pengusaha Pakaian hingga Kuliner

Ronny melanjutkan, selain ketiga masalah yang muncul tersebut, kerentanan mental pada pasien yang telah sembuh dari COVID-19 juga menjadi persoalan besar dalam kesehatan mental di tengah pendemi ini.

Menurut dia, hal tersebut terjadi karena masih adanya stigma atau pelabelan pada pasien di masyarakat. Stigma di masyarakat ini menjadikan pasien yang sembuh dari COVID-19 memiliki kekhawatiran yang lebih tinggi dibanding saat belum terpapar COVID-19.

Melihat masih banyaknya persoalan kesehatan mental di masyarakat, Ronny mengimbau setiap individu atau masyarakat untuk menciptakan suasana yang ramah dan penuh kasih bagi sekitar. (*)

Baca Juga:

Aplikasi Belajar Online, Solusi Sukses SBMPTN di Masa Pandemi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kasus COVID-19 Lebih Tinggi Dibanding Kesembuhan, Satgas: Waspada
Indonesia
Kasus COVID-19 Lebih Tinggi Dibanding Kesembuhan, Satgas: Waspada

Dia menjelaskan kenaikan kasus positif ini sudah sepatutnya menjadi alasan kuat untuk bersama mengevaluasi kebijakan pengendalian.

SKD Dimulai, 18.000 Peserta Berebut 540 Posisi CPNS di Jabar
Indonesia
SKD Dimulai, 18.000 Peserta Berebut 540 Posisi CPNS di Jabar

SKD CPNS Pemprov Jabar menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Berkas Perkara Rampung, Djoko Tjandra cs Segera Duduk di Kursi Pesakitan
Indonesia
Berkas Perkara Rampung, Djoko Tjandra cs Segera Duduk di Kursi Pesakitan

Kejaksaan Agung memastikan berkas perkara 4 tersangka kasus penghapusan red notice terpidana hak tagih (cessie) Bank Bali Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra sudah lengkap.

Langkah Kapolri Copot Kapolres hingga Kapolda Dinilai Tepat
Indonesia
Langkah Kapolri Copot Kapolres hingga Kapolda Dinilai Tepat

Rotasi yang dilakukan Kapolri Jenderal Idham Azis dinilai tepat oleh Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane IPW.

KPK Tetapkan Bupati Banggai Laut Tersangka Suap
Indonesia
KPK Tetapkan Bupati Banggai Laut Tersangka Suap

KPK menetapkan Bupati Banggai Laut, Wenny Bukamo sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banggai Laut tahun 2020.

Karantina Pemudik di Solo Ditunda, Gibran Tidak Mau Persulit Aktivitas Warga
Indonesia
Karantina Pemudik di Solo Ditunda, Gibran Tidak Mau Persulit Aktivitas Warga

"Yang jelas saya tidak mau mempersulit aktivitas warga, itu saja," kata dia.

Mayoritas Ibadah Natal di Jakarta Diadakan Virtual
Indonesia
Mayoritas Ibadah Natal di Jakarta Diadakan Virtual

Ibadah Natal 2020 akan dipimpin Uskup Ignasius Kardinal Suharyo dari Gereja St. Maria Diangkat ke Surga-Paroki Katedral Jakarta.

PNS Kemensos Akui Karaoke di Club Raia dengan Penyuap Juliari Batubara
Indonesia
PNS Kemensos Akui Karaoke di Club Raia dengan Penyuap Juliari Batubara

PNS Kementerian Sosial (Kemensos) Robin Saputra mengakui pernah pergi bersama mantan pejabat pembuat komitmen (PPK) Kemensos Matheus Joko Santoso dan sopirnya Sanjaya ke Karaoke Raia di SCBD, Jakarta Selatan.

Polisi Siapkan 10 Iso Tank Antisipasi Kelangkaan Oksigen
Indonesia
Polisi Siapkan 10 Iso Tank Antisipasi Kelangkaan Oksigen

pada bulan Juli lalu, angka COVID-19 tinggi. Hingga berdampak kepada kenaikan BOR rumah sakit sampai dengan 90 persen.

Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk ke Empat Mal di Kota Yogyakarta, Ini Daftarnya
Indonesia
Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk ke Empat Mal di Kota Yogyakarta, Ini Daftarnya

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mengizinkan anak usia di bawah 12 tahun masuk ke dalam kawasan pusat perbelanjaan mal.