Pakar Medsos Beberkan Resiko Besar di Balik Penggunaan VPN Ilustrasi media jejaring sosial. (Flickr)

Merahputih.com - Pakar media sosial Indonesia, Ismail Fahmi menilai pembatasan akses media sosial yang terlalu lama mendorong para pengguna Internet seluler di Tanah Air untuk memanfaatkan jaringan pribadi virtual (VPN). Namun, pemanfaatan VPN justru menimbulkan persoalan baru berupa pencurian data.

"Jika para pengguna beralih ke aplikasi lain yang masih bisa diakses mungkin tidak ada masalah. Tapi, penggunaan VPN itu memunculkan masalah besar yang semakin lama dipakai akan semakin kontra-produktif," kata Fahmi di Jakarta, Kamis (23/5) malam.

BACA JUGA: 3 Resiko Penggunaan VPN Untuk Komputer dan Smartphone

Penggunaan VPN untuk mengakses media sosial, menurut Fahmi, telah menjadi edukasi massal secara nasional yang justru merugikan program Internet Positif Kominfo.

"Setiap saat, para pengguna akan mengakses konten yang dilarang dengan mengaktifkan VPN. Masyarakat sudah pintar mengatasi pemblokiran itu," ucapnya.

VPN dapat digunakan sebagai medium untuk menyusupkan spyware (Foto: Pexels/Pixabay)

Pria yang juga mengembangkan jaringan perpustakaan digital itu mengatakan P menyusul eskalasi informasi tidak akan sebesar ketika aksi sedang berlangsung.

BACA JUGA: Awas, VPN Bisa Mencuri Data Pribadimu

"Dalam kondisi saat ini ketika kericuhan sudah mereda, pembatasan akses semestinya sudah dihentikan. Mungkin masih ada hoaks tapi itu dapat ditangani. Kondisi saat ini berbeda ketika terjadi kericuhan yang memungkinkan informasi hoaks dapat menyebar sangat cepat bahkan ke luar kota," jelas dia. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH