Pakar Kesehatan: Rendah Disiplin Bikin Indonesia Hadapi Wabah Corona Lebih Lama Penumpang TransJakarta mengantre masuk ke kabin Bus TransJakarta di Halte Cawang UKI pada hari keempat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). (ANTARA/Andi Firdaus)

MerahPutih.com - Pakar kesehatan masyarakat Prof Hasbullah Thabrany menilai rendahnya disiplin masyarakat dalam menjalankan serta mematuhi pembatasan sosial dapat menambah atau menaikkan kasus-kasus virus corona (COVID-19) dalam waktu yang lebih lama.

"Tantangannya bagi kita adalah karena COVID-19 ini seperti saya sampaikan menular dari manusia kepada manusia, tetapi kita punya masalah besar di Indonesia bahwa disIplin masyarakat kita sangat rendah," ujar Prof Hasbullah Thabrany dalam seminar daring di Jakarta, Selasa (14/4) malam, dikutip Antara.

Baca Juga:

JHL Group Kembali Beri Bantuan APD untuk 5 Rumah Sakit di Tangerang Raya

Dia mengatakan bahwa masyarakat Indonesia tidak memiliki disiplin tinggi seperti rakyat Korea Selatan, Jepang dan Tiongkok. Selain itu rakyat Indonesia juga bukan termasuk rakyat yang patuh pada aturan atau patuh pada anjuran pemerintah.

Sayangnya masyarakat kita, lanjut dia, juga belum mematuhi pemimpin ulama atau tokoh agamanya, masyarakat kita belum sampai pada level ketaatan yang cukup kepada ulama.

"Dengan demikian kasus-kasus vCOVID-19 ini akan terus berlangsung untuk waktu yang mungkin akan lebih lama dibandingkan negara-negara lainnya dimana kasus COVID-19 mengalami penurunan," kata Prof. Hasbullah Thabrany.

Imbauan Bupati PPU Abdul Gafur Mas'ud dalam usaha mencegah penyebaran pandemi COVID-19. ANTARA/HO
Imbauan Bupati PPU Abdul Gafur Mas'ud dalam usaha mencegah penyebaran pandemi COVID-19. ANTARA/HO

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa negara-negara yang pernah menjadi episentrum COVID-19 seperti Iran, Korea Selatan, Tiongkok dan Jepang sudah mengalami penurunan kasus, namun di Indonesia masih mengalami peningkatan.

"Apa yang bisa dilakukan? saya kira kalau pemerintah terlalu diandalkan maka tidak akan mungkin, maka kita semua harus berperan sebagai komplementer atau suplementer dimana kita mengisi apa yang kurang supaya kita bisa mencegah keluarga, tetangga dan teman agar tidak terinfeksi COVID-19," ujarnya.

Baca Juga:

Sebanyak 81 Pasien Corona di Jawa Timur Dinyatakan Sembuh

Selain itu, publik juga diminta untuk menyebarkan berita benar bukan hoaks dalam upaya penanggulangan COVID-19 ini. Prof. Hasbullah Thabrany juga mengimbau publik harus bersabar hingga pandemi tersebut berakhir, setelah berakhir barulah masyarakat bisa pulang kampung atau melakukan pertemuan seperti halal bi halal dan sebagainya.

Sebelumnya Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya disiplin kolektif dalam mengatasi wabah COVID-19.

Ia mengatakan bahwa semua harus disiplin mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah untuk mencegah dan menanggulangi penularan virus corona penyebab COVID-19. (*)

Baca Juga:

Hemat dan Jangan Buang Makananmu Saat #DirumahAja

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
INTI Berencana Bangun Perkebunan Terpadu di Belitung
Indonesia
INTI Berencana Bangun Perkebunan Terpadu di Belitung

"INTI akan memasok bibit buah-buahan, pupuk serta vitamin untuk mengembangkan perkebunan buah-buahan berbasis masyarakat. Hal ini agar Belitung bisa melakukan ekspor buah," kata Lexy

Bos Ciputra Terseret-seret Kasus Dugaan Suap Bupati Sidoarjo
Indonesia
Bos Ciputra Terseret-seret Kasus Dugaan Suap Bupati Sidoarjo

Kasus dugaan suap terkait pengaadaan proyek infrastruktur di Kabupaten Sidoarjo.

  Negara Jangan Diam Saja Terkait Nasib Ratusan Simpatisan ISIS yang Berstatus WNI
Indonesia
Negara Jangan Diam Saja Terkait Nasib Ratusan Simpatisan ISIS yang Berstatus WNI

"Nah itu undang-undang konstitusi kita juga menyatakan begitu, undang-undang wanita juga begitu, perlindungan maksimal ya. Tapi memang negara harus bertindak, bersikap gitu," ujar Bonar

Seribu Narapidana di Banten Siap Jadi Relawan Vaksin Corona
Indonesia
Seribu Narapidana di Banten Siap Jadi Relawan Vaksin Corona

Saat ini, vaksin Sinovac telah lolos uji klinis fase 2 dan siap untuk pengujian fase 3

LPSK Persilakan Wahyu Setiawan Mengajukan Diri Sebagai JC
Indonesia
LPSK Persilakan Wahyu Setiawan Mengajukan Diri Sebagai JC

Ketentuan tentang Saksi Pelaku atau JC diatur dalam UU 31 Tahun 2014

Pansus Banjir DPRD DKI Baru Kerja Setelah Bahas Calon Duet Baru Anies
Indonesia
Pansus Banjir DPRD DKI Baru Kerja Setelah Bahas Calon Duet Baru Anies

Pansus ini nantinya akan mengusut terkait sistem drainase di DKI Jakarta

Kasus Corona Melonjak, PAN DKI: Bioskop Jangan Buka Dulu
Indonesia
Kasus Corona Melonjak, PAN DKI: Bioskop Jangan Buka Dulu

Hakim pun meminta Pemprov DKI untuk menimbang ulang lagi keputusan memberi lampu hijau dibukanya hiburan bioskop.

 LockVid 2020, Loket Virtual Gerbang Pelindungan Ciptaan Anak Negeri
Indonesia
LockVid 2020, Loket Virtual Gerbang Pelindungan Ciptaan Anak Negeri

“Virtual Loket itu bagian dari keinginan DJKI harus bisa menanggulangi dan memberikan pelayanan publik yang cepat, tepat, dan murah tentunya,” kata Sucipto

 [HOAKS atau FAKTA]: Juni Menko Perekonomian Buka Kembali Aktivitas Ekonomi Pasca COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Juni Menko Perekonomian Buka Kembali Aktivitas Ekonomi Pasca COVID-19

"Kajian awal yang beredar sebagai antisipasi untuk melakukan upaya-upaya yang diperlukan pasca pandemi COVID-19 mereda," terang dia.

Pinangki dan Djoko Tjandra Dijerat Pasal TPPU, Kejagung Gandeng PPATK
Indonesia
Pinangki dan Djoko Tjandra Dijerat Pasal TPPU, Kejagung Gandeng PPATK

Selain itu, jaksa penyidik pun telah menggeledah beberapa lokasi