Pakar Kesehatan Minta Pemda Berani Tolak Pemudik Mudik. (Foto: Antara)

Merahputih.com - Pakar kesehatan masyarakat Universitas Indonesia (UI) Hasbullah Thabrany meminta pemerintah daerah harus berani bilang tidak mau menerima pemudik.

"Sehingga masyarakat akan berpikir dua kali untuk mudik. Kalau itu sinkron, insya Allah masyarakat bisa dipaksa disiplin," ujar Hasbullah dalam keterangannya, Jumat (23/4).

Baca Juga:

Mudik Dilarang, DPR Minta Tempat Wisata Ditutup Selama Lebaran

Thabrany mengatakan Pemerintah DKI Jakarta juga harus menegaskan kepada masyarakat yang ingin kembali dari kampung halaman agar isolasi selama 14 hari.

Dia melihat sebagian masyarakat tidak bisa diajak kompromi. Ada masyarakat yang wataknya begitu melekat pada kebiasaan-kebiasaan masa lalu. Sehingga perlu memaksa mereka agar disiplin.

"Jangan anggap enteng, karena mutasi virus semakin ganas dimungkinkan," kata Thabrany.

Thabrany pun menilai kesadaran masyarakat menggunakan masker untuk mencegah penularan COVID-19 harus kembali ditingkatkan.

Penumpang menunggu kereta api di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Minggu (18/4/2021). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Kalau ada masalah pada ketersediaan masker, pemerintah harus menyediakan agar tidak ada alasan masyarakat tidak disiplin protokol kesehatan.

Selain itu, tokoh berpengaruh perlu dilibatkan untuk membuat masyarakat menjadi disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

Mengedukasi masyarakat agar silaturahmi dengan keluarga di kampung bisa dilakukan tanpa mudik, misal menggunakan perangkat elektronik. "Kalau mau memberikan uang, bisa ditransfer melalui bank," jelas dia.

Mengenai adanya beberapa kepala daerah yang tidak secara tegas melarang mudik, perlu sanksi dari pemerintah pusat. Misal, beban biaya penanggulangan kasus COVID-19 menjadi tanggung jawab daerah yang tidak melarang mudik.

"Harus ada sanksi begitu. Kalau enggak, pemda seenaknya saja," ujar Thabrany.

Baca Juga:

Jokowi: Mudik Tidak Dilarang Lonjakan COVID-19 Bisa 140 Ribu Kasus Per Hari

Hasbullah Thabrany mengatakan mutasi virus COVID-19 bisa semakin menular jika masyarakat mudik. Beberapa mutasi virus bisa jadi lebih ganas dan mematikan, di sisi lain, masyarakat ngotot ingin pulang kampung alias mudik lebaran.

"Ini memang bagian yang berpotensi menimbulkan makin banyaknya kasus. Bisa jadi makin banyaknya kematian," kata Thabrany. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Total 52.350 Anak di Jabar Terjangkit COVID-19, 132 Nakes Meninggal Dunia
Indonesia
Total 52.350 Anak di Jabar Terjangkit COVID-19, 132 Nakes Meninggal Dunia

Jumlah anak di Jawa Barat yang terjangkit COVID-19, sejak awal pandemi hingga kini, sebanyak 52.350 orang.

Vaksinasi Corona Massal Lansia di Solo Dimulai, 6.826 orang Disuntik Sinovac
Indonesia
Vaksinasi Corona Massal Lansia di Solo Dimulai, 6.826 orang Disuntik Sinovac

Vaksinasi corona massal tahap kedua dengan menyasar lansia di Solo, Jawa Tengah dimulai serentak, Senin (1/3). Total ada sebanyak 6.826 orang lansia disuntik vaksin Sinovac.

Patroli Siber Polri Sebelum Bui Terduga Pelanggar UU ITE
Indonesia
Patroli Siber Polri Sebelum Bui Terduga Pelanggar UU ITE

Argo menepis anggapan dengan adanya virtual police bisa mempersempit ruang kebebasan masyarakat di dunia maya.

KPK Sita Dokumen Usai Geledah Kantor dan Rumah Azis Syamsuddin
Indonesia
KPK Sita Dokumen Usai Geledah Kantor dan Rumah Azis Syamsuddin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung melakukan penggeledahan di empat lokasi pada Rabu (28/4).

Polda Metro dan Satpol PP DKI Gerebek Kafe Holywings di Tebet
Indonesia
Polda Metro dan Satpol PP DKI Gerebek Kafe Holywings di Tebet

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) dan Satpol PP DKI menggerebek kafe Holywings di Jalan Gatot Subroto, Tebet, Jakarta Selatan pada Sabtu (16/10) dini hari tadi.

Pengunjung Mal Belum Divaksin Wajib Bawa Surat PCR dan Swab Antigen
Indonesia
Pengunjung Mal Belum Divaksin Wajib Bawa Surat PCR dan Swab Antigen

Pemerintah melakukan uji coba pembukaan 138 pusat perbelanjaan atau mal.

Cuaca Jakarta Hari Ini Cerah dan Berawan
Indonesia
Cuaca Jakarta Hari Ini Cerah dan Berawan

BMKG memprakirakan cuaca di berbagai wilayah di DKI Jakarta sepanjang Selasa, 2 Maret 2021 mayoritas cerah berawan dan berawan.

Eks Penyidik KPK AKP Robin Gunakan Safe House untuk Transaksi Suap
Indonesia
Eks Penyidik KPK AKP Robin Gunakan Safe House untuk Transaksi Suap

Eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi AKP Stepanus Robin Pattuju disebut menggunakan safe house untuk melancarkan transaksi suapnya.

KPK Cecar Bupati Bandung Barat Terkait Aliran Uang dari Kontraktor Bansos
Indonesia
KPK Cecar Bupati Bandung Barat Terkait Aliran Uang dari Kontraktor Bansos

Pemberian itu agar jatah paket pengadaan bansos yang diterima Tersangka MTG bertambah

Kapolda Metro Janji Transparan Terkait Kasus Kematian Laskar FPI
Indonesia
Kapolda Metro Janji Transparan Terkait Kasus Kematian Laskar FPI

“Polda Metro Jaya akan transparan dan memberikan ruang kepada komnas HAM, agar hasil investigasi ini menjadi akuntabel di mata publik,” katanya