Pakar Hukum: Polemik Kompol Rossa akibat Firli Sepelekan Polri dan KPK Pakar hukum pidana, Abdul Fickar Hadjar (Foto: fh.trisakti.ac.id)

MerahPutih.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kompol Rossa Purbo Bekti akhirnya membuat surat keberatan kepada pimpinan lembaga antirasuah lantaran tak terima dimutasi ke institusi asalnya Polri.

Surat keberatan itu dilayangkan Kompol Rossa setelah mengetahui bahwa mutasi yang dilakukan Firli Bahuri Cs dilakukan secara sepihak tanpa sepengetahuan Kapolri Jenderal Idham Azis.

Baca Juga:

KPK Kukuh Kembalikan Kompol Rosa ke Polri, Ada Apa?

Pakar hukum pidana Abdul Fickar Hadjar menilai, polemik pengembalian Kompol Rossa ke Korps Bhayangkara akibat Firli menyepelekan peran Polri dan KPK. Firli, meski menjabat Ketua KPK masih berstatus perwira tinggi Polri aktif berpangkat jenderal bintang tiga.

"Inilah akibatnya jika pejabat negara aktif di polisi yang juga menjabat Ketua KPK. Ada kecenderungan menganggap enteng bahkan bisa mengecilkan peran lembaga," kata Fickar saat dikonfirmasi, Selasa (18/2).

Logo KPK. Foto: ANTARA
Logo KPK. Foto: ANTARA

Menurut Fickar, hal tersebut menimbulkan konflik kepentingan sehingga Filri bertindak sewenang-wenang mencatut nama Kapolri

"Sadar atau tidak sudah bertindak sewenang-wenang mencatut nama atasan yakni Kapolri," ujarnya.

Baca Juga:

Kompol Rossa Enggan Gunakan Gaji dari KPK Karena Statusnya Belum Jelas

Fickar mengapresiasi langkah yang diambil Kompol Rossa. Merujuk UU ASN, kata Fickar, seseorang bisa mengajukan keberatan melalui proses administrasi baik kepada pejabat yang mengeluarkan keputusan maupun kepada atasannya.

"Ini langkah bagus dan elegan dalam konteks negara demokratis yang memang menyediakan forum untuk ini melalui Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN)," tutup Fickar. (Pon)

Baca Juga:

Masih Berstatus Penyidik KPK, Mabes Polri Kembalikan Kompol Rossa ke KPK


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH