Pakar Gunung Api ITB Jelaskan Tiga Sebab Erupsi Gunung Semeru Aktivitas Gunung Semeru dari kawasan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Sabtu (4/12/2021). (ANTARA/HO-Medsos)

MerahPutih.com - Gunung Semeru mengalami erupsi pada Sabtu (4/12) sekitar pukul 14:50 WIB. Mengutip dari Magma Indonesia, visual letusan tidak teramati akan tetapi erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi 5160 detik.

Ahli Vulkanologi Institut Teknologi Bandung (ITB), Mirzam Abdurrachman, mengatakan saat terjadi erupsi, warga cenderung tidak merasakan adanya gempa. Akan tetapi gempa tersebut tetap terekam oleh seismograf. Hal ini disebabkan oleh sedikitnya material yang berada di dalam dapur magma.

Material aliran lahar yang terjadi di Gunung Semeru merupakan akumulasi dari letusan sebelumnya yang menutupi kawah gunung tersebut.

“Terkikisnya material abu vulkanik yang berada di tudung gunung tersebut membuat beban yang menutup Semeru hilang sehingga membuat gunung mengalami erupsi,” kata Mirzam, Minggu (5/12).

Baca Juga:

Gunung Semeru Erupsi, Dua Kecamatan Gelap Gulita

Menurutnya, ada tiga hal yang menyebabkan kenapa Gunung Semeru bisa erupsi. Pertama karena volume di dapur magmanya sudah penuh. Kedua, karena ada longsoran di dapur magma yang disebabkan terjadinya pengkristalan magma, dan yang ketiga di atas dapur magma.

“Faktor yang ketiga ini sepertinya yang terjadi di Semeru,"

Ketika curah hujannya cukup tinggi, abu vulkanik yang menahan di puncaknya baik dari akumulasi letusan sebelumnya, terkikis oleh air. Sehingga gunung api kehilangan beban.

"Meskipun isi dapur magmanya sedikit yang bisa dilihat dari aktivitas kegempaan, Semeru tetap bisa erupsi,” jelasnya.

Baca Juga:

Kondisi Terkini Gunung Semeru Usai Erupsi

Mirzam mengatakan, Gunung Semeru merupakan salah satu gunung api aktif tipe A. Berdasarkan data dan pengamatan yang dilakukan, Mirzam berkesimpulan bahwa Gunung Semeru memiliki interval letusan jangka pendek 1-2 tahun. Terakhir tercatat pernah juga mengalami erupsi di tahun 2020 juga di bulan Desember.

“Letusan kali ini, volume magmanya sebetulnya tidak banyak, tetapi abu vulkaniknya banyak sebab akumulasi dari letusan sebelumnya,” jelasnya.

Namun menurutnya, arah letusan gunung Semeru bisa diprediksi yaitu mengarah ke tenggara. Hal ini karena mengacu pada peta Geologi Semeru, bidang tempat lahirnya gunung ini tidak horizontal tetapi miring ke arah selatan.

Mengacu pada letusan 2020, arah abu vulkaniknya itu cenderung ke arah tenggara dan selatan karena anginnya berhembus ke arah tersebut. Begitu juga dengan aliran laharnya.

"Karena semua sungai yang berhulu ke puncak Semeru semua merngalir ke arah selatan dan tenggara,” ujar dosen pada Kelompok Keahlian Petrologi, Vulkanologi, dan Geokimia, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) itu.

Baca Juga

Erupsi Gunung Semeru, Aktivitas Penerbangan Tak Terganggu

Mirzam mengindikasikan abu vulkanik gunung semeru cenderung berat yang ditandai dengan warnanya yang abu-abu pekat. Hal tersebut terlihat dari visual di puncak Gunung Semeru. Sehingga ketika letusan-letusan sebelumnya terjadi, abu vulkaniknya jatuh menumpuk di hanya di sekitar area puncak gunung semeru, ini yang menjadi cikal bakal melimpahnya material lahar letusan 2021.

Ia juga mengingatkan bahaya dari gunung api secara umum ada dua. Yaitu primer dan sekunder. Bahaya primer berkaitan dengan saat gunung meletus dan bahaya sekunder setelah gunung api tersebut meletus. Bahaya primer dari letusan ialah aliran lava, wedus gembel, dan abu vulkanik.

Sementara bahaya sekunder salah satunya terjadinya banjir bandang atau pun lahar. “Dua-duanya sama-sama berbahaya,” ujarnya. (Imanha/Jawa Barat)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Hadapi Pemilu, BNPT Gelar Deklarasi Kesiapsiagaan Nasional
Indonesia
Hadapi Pemilu, BNPT Gelar Deklarasi Kesiapsiagaan Nasional

Indonesia mesti mengikikis habis paham radikalisme karena bakal menghadapi agenda nasional seperti Pemilu dan Pemilukada di tahun 2024.

KIB Masih Berharap Koalisi Bertambah
Indonesia
KIB Masih Berharap Koalisi Bertambah

Sehingga KIB semakin kuat dan mantap untuk ikut dalam pertarungan Pemilu 2024.

Putra Sulung Hilang, Ridwan Kamil Sudah Berada di Swiss
Indonesia
Putra Sulung Hilang, Ridwan Kamil Sudah Berada di Swiss

Ia langsung terbang dari London ke Swiss, setelah mendapat kabar putra sulungnya, Emmeril Khan Mumtadz, hilang terseret arus sungai Aaree

Pengadilan di Turki Jatuhkan Hukuman Penjara 8.658 Tahun kepada Harun Yahya
Dunia
Pengadilan di Turki Jatuhkan Hukuman Penjara 8.658 Tahun kepada Harun Yahya

Nama pena Harun Yahya dikenal setelah dia menerbitkan buku dalam berbagai bahasa di seluruh dunia.

Ahli Forensik Bakal Bersaksi di Sidang Perintangan Penyidikan Kematian Yosua
Indonesia
Ahli Forensik Bakal Bersaksi di Sidang Perintangan Penyidikan Kematian Yosua

Sidang obstruction of justice atau perintangan penyidikan kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat kembali bergulir. Sidang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (1/12).

KSP Minta Penjabat Gubernur Sukseskan Pemilu dan Program Jokowi
Indonesia
KSP Minta Penjabat Gubernur Sukseskan Pemilu dan Program Jokowi

"Terutama mengimplementasikan visi, misi, kebijakan dan arahan Bapak Presiden di daerah," ujar Juri dalam keterangan tertulis kepada wartawan di Jakarta, Kamis (12/5).

[HOAKS atau FAKTA]: Produk Ramen Instan Babi Berlogo Halal
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Produk Ramen Instan Babi Berlogo Halal

Beredar informasi di media sosial Twitter yang memuat sebuah gambar kemasan produk ramen instan vegan buatan Jepang dengan rasa kaldu tulang babi namun mencantumkan logo halal, yang diklaim oleh pengunggah pesan sebagai logo halal dari MUI.

Jaksa Agung Mutasi Leonard Eben jadi Kejati Banten, Ketut Sumedana Jabat Kapuspenkum
Indonesia
Jaksa Agung Mutasi Leonard Eben jadi Kejati Banten, Ketut Sumedana Jabat Kapuspenkum

Adapun pejabat yang dirotasi di antaranya Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Leonard Eben Ezer Simanjuntak dimutasi menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Banten.

2 Tahun Terakhir Ikut Virtual, SBY Kembali tak Hadiri Pidato Kenegaraan Jokowi
Indonesia
2 Tahun Terakhir Ikut Virtual, SBY Kembali tak Hadiri Pidato Kenegaraan Jokowi

Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali tidak hadir dalam pidato kenegaraan Presiden Jokowi tahun 2022.

Presiden Filipina Targetkan Bentuk Kemitraan yang Kuat dengan Indonesia
Indonesia
Presiden Filipina Targetkan Bentuk Kemitraan yang Kuat dengan Indonesia

Marcos Jr mengaku memilih Indonesia menjadi kunjungan pertama sebagai presiden karena berbagai alasan.