Kesehatan
Pakai Database, Peneliti Prediksi Keparahan Pasien COVID-19 Para peneliti menggunakan database untuk memprediksi tingkat keparahan pasien COVID-19. (foto: unpslah/martin sanchez)

SERANGAN COVID-19 yang semakin memburuk di beberapa negara. Salah satu penyebabnya ialah kemunculan berbagai varian baru virus ini yang lebih mudah menginfeksi. Hal itu membuat beberapa negara kewalahan menangani pandemi.

Sejumlah peneliti merespons kesulitan dalam menangani pandemi COVID-19 ini dengan memanfaatkan database pasien. Sebuah repositori berisikan kumpulan catatan COVID-19 terbesar hingga saat ini dibangun tim peneliti dan pakar data tahun lalu. Kumpulan catatan itu digunakan untuk membantu memahami COVID-19.

Seperti ditampilkan dalam jurnal JAMA Network Open, peneliti telah mengamati faktor risiko untuk kasus COVID-19 yang parah dan melacak perkembangan penyakit dari waktu ke waktu. Para penulis membuat model pembelajaran mesin untuk memprediksi pasien rawat inap mana yang akan mengembangkan penyakit parah. Hal itu didasarkan pada informasi yang dikumpulkan pada hari pertama mereka di rumah sakit.

BACA JUGA:

Mengenal Varian COVID-19 Lambda

Dengan menggunakan database terpusat yang disebut National COVID-19 Cohort Collaborative Data Enclave atau N3C, dikabarkan The Verge, tim peneliti dapat memasukkan ratusan ribu catatan pasien dalam analisis mereka. Studi itu menggunakan data dari 34 pusat medis dan melibatkan lebih dari 1 juta orang dewasa. Sebanyak 174.568 orang dites positif COVID-19, sedangkan 1.133.848 orang dites negatif. Database itu mencakup catatan yang panjang dari Januari 2020 hingga Desember 2020.

Kemunculan banyak varian baru COVID-19 membuat banyak negara kewalahan. (Foto: pixabay/fernandozhiminaicela)

Analisis menunjukkan bagaimana pengobatan untuk COVID-19 berubah selama 2020, ketika dokter mencoba perawatan baru dan memperoleh lebih banyak pengalaman dengan kondisi tersebut. Persentase pasien yang diobati dengan obat antimalaria hydroxychloroquine, yang dipromosikan mantan Presiden Donald Trump sebelum terbukti tidak efektif, turun menjadi hampir nol pada Mei 2020. Penggunaan steroid deksametason meningkat pada Juni, setelah penelitian menunjukkan itu bisa meningkatkan kelangsungan hidup.

Itu juga menegaskan bahwa tingkat kelangsungan hidup untuk pasien COVID-19 meningkat selama 2020. Pada Maret dan April, 16 persen orang yang dirawat di rumah sakit dengan COVID-19 meninggal. Pada September dan Oktober, angka itu turun menjadi hanya di bawah 9 persen.

Pasien yang saat tiba di rumah sakit memiliki detak jantung, kecepatan napas, suhu tubuh lebih tinggi cenderung lebih butuh pertolongan drastis, seperti ventilator. Selain itu, mereka juga lebih berisiko meninggal dunia.

Jumlah sel darah putih yangtak normal, inflamasi, keasaman darah, dan fungsi ginjal juga dihubungkan dengan kasus parah infeksi COVID-19.

covid-19
Tim riset menemukan sejumlah kondisi bisa berujung kematian. (123RF/silviamoraleja)

Tim riset membuat sebuah mesin pembelajar menggunakan data dari N3C dan poin data lainnya untuk memprediksi pasien mana yang akan mengembangkan gejala parah COVID-19. Menurut penulis riset, model itu akan digunakan sebagai alat pengambil keputusan bersama dengan tes tambahan lainnya.

Sumber daya seperti N3C, yang mengumpulkan catatan dari lusinan institusi, menghindari keterbatasan data. Saat ini, N3C mencakup data dari 73 institusi kesehatan dan memiliki catatan dari lebih dari 2 juta pasien COVID-19. Lebih dari 200 proyek penelitian menggunakan data yang sedang berlangsung, termasuk penelitian yang mempelajari faktor risiko infeksi ulang COVID-19 dan dampak penyakit pada kehamilan.

Data itu belum sempurna. Faktanya, menstandarisasi informasi di seluruh rumah sakit itu sulit dan mungkin tidak ada data lengkap tentang banyak pasien. Meski demikian, memiliki data sedemikian besar amatlah berharga. "Itu membuka jalan terang atas hal-hal yang belum kita ketahui," kata ekonom kesehatan dari University of Rochester, Elaine Hill kepada The Verge.(jhn)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Live-Action Anime 'Hellsing' Digarap. Bawa Penulis dari Film 'John Wick'
ShowBiz
Live-Action Anime 'Hellsing' Digarap. Bawa Penulis dari Film 'John Wick'

'Hellsing' adalah manga yang dirilis sejak 1997.

Tunggangan Dwayne Johnson dalam Layar Lebar
ShowBiz
Tunggangan Dwayne Johnson dalam Layar Lebar

Mobil-mobil memberikan pencitaraan pada Dwayne Johnson.

Menteri Koperasi dan UKM Dorong UKM Go Digital
Hiburan & Gaya Hidup
Menteri Koperasi dan UKM Dorong UKM Go Digital

Agar dapat mengakses pasar yang lebih luas.

Musim Balap 2021, Gresini Racing Tetap Didukung Federal Oil
Fun
Musim Balap 2021, Gresini Racing Tetap Didukung Federal Oil

Tim Moto2 Gresini Racing kembali mendapatkan dukungan dari Indonesia

Mengapa Kostum Timnas Italia Berwarna Biru?
Hiburan & Gaya Hidup
Mengapa Kostum Timnas Italia Berwarna Biru?

Mengintip alasan mengapa kostum Timnas Italia berwarna Biru, sementara benderanya berwarna hijau, putih dan merah

Tak Perlu Sempurna untuk Tampil di Poparazzi
Hiburan & Gaya Hidup
Tak Perlu Sempurna untuk Tampil di Poparazzi

Memulai debut pada akhir Mei dan menduduki posisi puncak di App Store secara keseluruhan.

D Projekt Red Buka Studio Baru di Vancouver Bersama Digital Scape
Fun
D Projekt Red Buka Studio Baru di Vancouver Bersama Digital Scape

tudio terbaru ini merupakan studio pertama mereka yang ada di luar Polandia.

Telegam Dapat Suntikan Dana Rp14 Triliun, Untuk Saingi WhatsApp?
Fun
Telegam Dapat Suntikan Dana Rp14 Triliun, Untuk Saingi WhatsApp?

Telegram baru-baru ini dikabarkan dapat suntikan dana segar senilai US$1 miliar atau sekitar Rp14 triliun yang dilakukan untuk pengembangan aplikasi

Wajah Baru NBA 2K21 Menjelang Demo
Fun
Wajah Baru NBA 2K21 Menjelang Demo

yang membuat heboh adalah wajah gim 2k21 yang bertemakan Zion Williamson.

4 Siasat Meredakan Pertengkaran Orangtua Baru
Hiburan & Gaya Hidup
4 Siasat Meredakan Pertengkaran Orangtua Baru

Jangan egois dan bahas baik-baik.