Pajak Industri Tumbuh, Manufaktur Nasional Bergairah Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto saat hadiri acara Diklatda 2018 Hipmi Jaya. (MP/Rizki Fitrianto).

Merahputih.com - Pertumbuhan penerimaan pajak sektor manufaktur atau industri pengolahan mengindikasikan bahwa terjadi peningkatan produktivitas manufaktur nasional.

"Terjadinya pertumbuhan pada penerimaan pajak dari sektor industri pengolahan membuktikan bahwa adanya peningkatan produktivitas manufaktur," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (19/5).

Capaian tersebut sejalan dengan data BPS yang menunjukkan, industri pengolahan besar dan sedang di dalam negeri nampak menggeliat pada triwulan I tahun 2018. Menperin berpendapat bahwa hal tersebut juga karena dengan daya beli masyarakat yang terus berangsur membaik, industri menjadi semakin optimistis menggenjot produksinya.

Selain itu, pertumbuhan disebabkan oleh beberapa faktor lainnya, seperti meningkatnya indeks manajer pembelian (PMI) dan kenaikan harga komoditas. Sektor manufaktur yang kinerjanya gemilang di atas PDB nasional, antara lain industri logam dasar 9,94 persen, industri tekstil dan pakaian jadi 7,53 persen, serta industri alat angkutan 6,33 persen.

Ilustrasi pajak. (Istimewa)

Di samping itu, seperti dikutip Antara, pihaknya juga terus mendorong peningkatan ekspor produk manufaktur guna menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan industri manufaktur besar dan sedang (IBS) pada triwulan I 2018 mengalami kenaikan sebesar 5,01 persen dibandingkan triwulan I 2017.

Deputi Bidang Statistik Produksi BPS Habibullah mengatakan kenaikan pada triwulan I 2018 tersebut terutama disebabkan naiknya produksi industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki sebesar 18,87 persen dan industri mesin dan perlengkapan sebesar 18,48 persen.

"Sedangkan industri yang mengalami penurunan produksi terbesar adalah industri komputer, barang elektronik dan optik, yaitu turun 13,36 persen," katanya.

Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan I-2018 (year on year/yoy) pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Provinsi Sulawesi Tenggara, yaitu naik 20,57 persen. Sedangkan provinsi yang mengalami penurunan pertumbuhan adalah Provinsi Sumatera Barat, yaitu turun 16,27 persen.

Sementara itu, pada triwulan I 2018 jika dibandingkan dengan triwulan IV 2017 (q-to-q) tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,88 persen. Industri yang mengalami kenaikan produksi tertinggi adalah industri pencetakan dan reproduksi media rekaman, yaitu naik 13,54 persen. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH