Paham Radikal Bisa Serang Siapa Saja Susana di depan Mabes Polri Jalan Trunojoyo pascapenembakan oleh teroris wanita, Rabu (31/3/2021) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Merahputih.com - Pengamat Intelijen dan Keamanan, Stanislaus Riyanta menilai paham radikal bisa memengaruhi siapa saja. Paham inilah yang menjadi dasar dari orang melakukan kekerasan.

Paham radikal ini biasa didoktrinkan jika bergabung dengan organisasi-organisasi tertentu atau bisa juga diperoleh melalui konten di internet. Jadi, dalam hal ini, siapapun bisa menjadi teroris.

Baca Juga:

Berideologi Radikal ISIS, Pelaku Penyerangan Mabes Polri Lepaskan Enam Tembakan

"Jangankan anggota FPI yang berbaiat kepada ISIS, oknum Polri yang berbaiat juga ada bahkan bergabung dengan ISIS di Suriah,” ujar Stanislaus, Kamis (1/4).

Menurutnya, pengungkapan jaringan teroris perlu ada dasar hukum termasuk bukti. Salah satu buktinya adalah jika terlibat dalam aksi teror maka kelompok tersebut akan dapat ditangkap.

“Proses penangkapan jaringan sangat penting karena jika tidak segera ditangkap maka bisa melakukan aksi susulan,” kata dia.

Selain itu, jika ada kasus teror biasanya akan meninggalkan jejak atau petunjuk yang bisa membawa kepada tersangka lainnya.

Personel kepolisian dengan rompi anti peluru dan senjata laras panjang berjaga di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (31/3/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj
Personel kepolisian dengan rompi anti peluru dan senjata laras panjang berjaga di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (31/3/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj

Untuk itu, Polri wajib untuk mengusut secara tuntas setiap peristiwa pengeboman dan mengumumkan hasilnya ke publik.

Selain itu, pemerintah dan segenap tokoh agama harus bekerja lebih keras. Tentu saja untuk menghilangkan setiap celah yang dapat dijadikan alasan oleh kelompok teroris untuk melakukan aksi terornya.

Aksi teror kembali terjadi pada Rabu (2/4) sore. Seorang perempuan, yang belakangan diketahui bernama Zakiah Aini, tiba-tiba masuk dari pintu belakang Mabes Polri. Dia sempat berbincang-bincang terlebih dahulu dengan petugas serta menanyakan lokasi kantor pos.

Baca Juga:

Pelaku Penyerangan Mabes Polri Tinggalkan Surat Wasiat, Ini Isinya

Setelah itu, Zakiah Aini meninggalkan pos penjaga dan pergi ke arah pos siaga di dekat gerbang utama. Disanalah terjadi baku tembak antara Zakiah Aini dan petugas hingga akhirnya dirinya tewas.

Zakiah Aini dipastikan beraksi seorang diri. Rupanya Zakiah Aini menulis surat wasiat untuk keluarganya. Dalam surat wasiat itu, Zakiah Aini meminta maaf dan 'pamit' kepada keluarganya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Lebih dari 500 Pemudik di Jakarta Pusat Belum Tes COVID-19
Indonesia
Lebih dari 500 Pemudik di Jakarta Pusat Belum Tes COVID-19

Tapi sayangnya, lebih dari 500 warga yang sudah balik tersebut belum melaksakan tes COVID-19 baik swab test maupun tes antigen.

[HOAKS atau FAKTA]: Orang Pernah Terinfeksi COVID-19 Miliki Imunitas Lebih Baik Ketimbang Divaksin
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Orang Pernah Terinfeksi COVID-19 Miliki Imunitas Lebih Baik Ketimbang Divaksin

Beredar narasi di Twitter oleh akun @AllisonPearson yang mengklaim bahwa orang yang pernah terinfeksi COVID-19 akan memiliki imunitas tubuh lebih baik ketimbang orang yang sudah vaksin 2 dosis.

Anak Gus Dur Nilai Pelemahan KPK Sudah, Sedang dan Akan Terus Dilakukan Hingga KPK Lumpuh
Indonesia
Jegal UU Ciptaker Lewat Legislative Review
Indonesia
Jegal UU Ciptaker Lewat Legislative Review

Legislative review masih berpeluang untuk dilakukan. Akan tetapi, pesimistis upaya tersebut bakal membuahkan hasil.

Guru di Bekasi Kena Tipu Oknum Agen Marketplace, Rugi Jutaan Rupiah
Indonesia
Guru di Bekasi Kena Tipu Oknum Agen Marketplace, Rugi Jutaan Rupiah

Salah satunya dialami seorang guru berinisial SI (24) ini. Ia baru saja kehilangan uang Rp 23 juta yang notabene adalah uang pensiun dan tabungan almarhum sang ibunda.

Wakil Ketua DPR Minta Komjen Listyo Perbaiki Pola Komunikasi Polri
Indonesia
Wakil Ketua DPR Minta Komjen Listyo Perbaiki Pola Komunikasi Polri

Komjen Listyo Sigit Prabowo dipastikan bakal segera menduduki kursi Kapolri.

PPKM Darurat Pengaruhi Penjualan Hewan Kurban
Indonesia
PPKM Darurat Pengaruhi Penjualan Hewan Kurban

"Kondisi saat ini, kami hanya mampu menjual separuhnya saja," kata peternak hewan kurban.

Stafsus Eks Mensos Juliari Perintahkan Pejabat Kemensos Hilangkan Barang Bukti
Indonesia
Stafsus Eks Mensos Juliari Perintahkan Pejabat Kemensos Hilangkan Barang Bukti

Hal tersebut terungkap dalam sidang lanjutan perkara dugaan suap bansos COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek dengan terdakwa Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja.

Hari Ini Wapres Ma'ruf Amin Kunjungan Kerja ke Tasikmalaya
Indonesia
Hari Ini Wapres Ma'ruf Amin Kunjungan Kerja ke Tasikmalaya

Wapres lepas landas pukul 07.20 WIB dengan menggunakan Pesawat CN-295 TNI AU dari Pangkalan TNI Angkatan Udara (AU) Halim Perdanakusuma Jakarta.

[Hoaks atau Fakta]: Pelajar Dapat Kuota Internet Gratis 95 GB
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Pelajar Dapat Kuota Internet Gratis 95 GB

Kemendikbud sendiri memang memiliki program bantuan kuota gratis untuk pelajar, mahasiswa, sampai tenaga pengajar (dosen). Namun bantuan itu sudah diprogram sejak tahun 2020