Pagi Tadi Kacau, Halte TransJakarta dan Stasiun MRT Sore Ini Mulai Dijaga TNI Penumpukan penumpang di Stasiun MRT Dukuh Atas. Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Personel TNI dikerahkan untuk mengantisipasi penumpukan penumpang yang terjadi di sejumlah stasiun MRT dan halte TransJakarta akibat pembatasan penumpang yang diberlakukan Gubernur DKI Anies Baswedan.

Beberapa lokasi stasiun MRT dikawal oleh Babinsa Koramil 05/ Tanah Abang antara lain Stasiun MRT Senayan, Stasiun MRT Istora, Stasiun MRT Bendil (Inti Land), Stasiun MRT Setiabudi Astra, Stasiun MRT Dukuh Atas, dan Stasiun MRT HI oleh anggota Koramil 01/ Menteng.

Baca Juga

CIMB Niaga Pastikan 1 Karyawan Positif Corona

"Setiap objek ada dua sampai tiga anggota yang berjaga," kata Dandim 0501/JP BS Kolonel (Inf) Wahyu Yudhayan kepada Merahputih.com di Jakarta, Senin (16/3)

Wahyu meminta anggotanya untuk segera tanggap membantu para pengaturan penumpukan calon pengguna angkutan umum MRT di wilayah Jakarta Pusat.

"Kami berkoordinasi dengan petugas MRT di setiap stasiun agar kepadatan yang terjadi dapat terurai dengan tertib," jelas Wahyu.

Dandim 0501/JP BS Letkol (Inf) Wahyu Yudhayana (MP/Kanu)
Dandim 0501/JP BS Letkol (Inf) Wahyu Yudhayana (MP/Kanu)

Ia juga meminta para calon penumpang tidak saling bersentuhan dan menjaga kemungkinan penumpang yang sakit tidak menggunakan angkutan umum ini.

"Kehadiran para Babinsa dilapangan terbukti bisa membantu penataan calon penumpang. Mereka mengarahkan calon penumpang sesuai dengan aturan yang ada," ungkap Wahyu.

Nanti sore, para anggota TNI itu bakal dikerahkan saat jam pulang kantor. "Saat jam padat akan dikerahkan kesana. Intinya jangan sampai persoalan," ungkap Wahyu.

PT MRT Jakarta (Perseroda) memang menganjurkan kepada seluruh penumpangnya untuk dapat menerapkan jarak sosial atau social distances dalam beraktivitas sehari-hari, terutama pada saat menggunakan MRT Jakarta lantaran wabah virus corona.

Salah satu penumpang MRT, Adelina menjelaskan, setiap satu penumpang diberi jarak duduk dengan cara satu kursi dikosongkan.

"Kita duduk longkap satu bangku. Jaraknya gak mepet-mepet, masih banyak space gak mepet-mepet. Yang gak kebagian duduk berdiri, tapi gak berdekatan. Satpamnya seliweran ngatur-ngatur supaya gak berdekatan," ujar dia saat dikonfirmasi.

Dia menilai cara tersebut sejauh ini cukup signifikan untuk membuat satu sama lain tidak bersentuhan. Wanita yang tinggal di Depok, Jawa Barat ini pun mengikuti aturan yang ada selama di MRT. Hanya, dirinya menyayangkan penumpukkan penumpang yang terjadi sebelum masuk ke dalam stasiun.

Baca Juga

Antrean Penumpang Membeludak, Kebijakan Anies Dikritik Picu Risiko Tertular Corona

Selain bisa membuat jam kerja seseorang berantakan, penumpukkan diluar sama saja membuat jarak aman yang diterapkan didalam MRT seolah percuma karena saat antre tentu terjadi sentuhan antara calon penumpang lain sebelum masuk MRT.

"Mau sampai jam berapa kan para pekerja ke kantor masing-masing. Banyak banget antreannya. Memang disuruh tunggu bawah, gak boleh masuk stasiun," sesal Adelina. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH